Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Utilization of Herbal Medicine and Boiled Water (Areca Catechu, Piper Betle and Garcinia Xanthochymus) To Accelerate Recovery During Early Puerperium Nurul Arriza; Windiyati; Melyani; Luluk Handayani; Fortunata BE, Gloria; Erviana, Liza; Evi
Jurnal_Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Kebidanan Volume 13 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Postnatal herbal medicine and boiled water are herbs are usually given to postpartum mothers to strengthen the body and speed up the recovery period of the uterus, speed up the cessation blood and healing perineal wounds. Method: Quasi Experimental research type Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Held at PMB Nuripah Kubu Raya on 21-27 November 2023. Total sample was 34 respondents, the respondents were divided randomly into 2 groups, postpartum mothers in intervention group were given 1x1 multivitamin and postnatal healthy herbal medicine test ingredients at a dose of 1x1 suchet (25 grams) and Postpartum mothers in control group were given 1x1 multivitamin as a comparison, the research was carried out for 7 days. Results: The intervention group had an effect on changes in uterine involution based on anteroposterior diameter (p. 0.005), changes in uterine involution based on longitudinal length (p. 0.002), the amount of locheal discharge (p. 0.003), the smell of locheal discharge (p. 0.002), reducing the pain scale (p. 0.000) and perineal wound healing (0.003). Conclusion: Healthy postpartum herbal medicine and perineal wound fluid effective accelerating early puerperium period (uterine involution, lochea and perineal wounds) with the fastest start of action compared to the control group (multivitamin).
( STUDI FENOMENOLOGI ) BUDAYA PERAWATAN MASA NIFAS SUKU TEONGHUA DI DESA SIAGA, KECAMATAN SUNGAI RAYA.KABUPATEN KUBU RAYA. PROVINSI KALIMANTAN BARAT. TAHUN 2024 Windiyati
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i2.286

Abstract

Latar belakang Angka kematian ibu ( AKI) menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup pada Tahun 2030. Dan menurut WHO di Tahun 2019 Angka kematian ibu disunia yakni 303.000 jiwa. per 100.000 kelahiran hidup. 75% kematian ibu disebabkan oleh kematian, kontaminasi, atau hipertensi selama kehamilan (World Health Organization, 2020). Angka Kematian Ibu di Indonesia sebesar 189 yang artinya terdapat 189 kematian perempuan pada saat hamil.melahirkan atau masa nifas per 100.000 kelahiran hidup. Indonesia termasuk dalam 13 negara Tujuan penelitian mengetahui Budaya Suku Tionghua Tentang Perawatan Nifas ( Co Gwue Lai) Di Desa Siaga.Kecamatan Sungai Raya .Kabupaten Kubu Raya Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif fenomenologi yang bertujuan untuk mendalami kebiasaan suku teonghua pendekatan fenomenologi yang dilakukan di desa siaga, kecamatan sungai raya dan kabupaten kubu raya. Provinsi Kalimantan Barat. Hasil penelitian : seluruh responden wanita suku teonghua 10 orang (100%) mengatakan badan menjadi segar dan enak , tidak lemas serta nafsu makan bertambah, kemudian dari 10 orang responden dilakukan perlakuan pemeriksaan HB dari HB awal rata-rata 10.2g/dl -10.5 g/dl meningkat menjadi rerata 11.2 g/dl-11.8g/dl Dan seluruh Responden (no1,2,3,4,5,6,7,8,9dan 10) ) menyebutkan, arak terutama digunakan untuk konsumsi wanita masa nifas untuk melancarkan peredaran darah mendorong produksi Asi. Menurutnya, mengkonsumsi arak paska melahirkan bisa merangsang saraf-saraf peredaran darah dalam tubuh. Kesimpulan Seluruh partisipan (100%) tetap melaksanakan tradisi Guek lai ini sampai selama 30 hari. Seluruh partisipan (100%) melakukan tradisi tidak keluar rumah selama 30 hari dan Seluruh partisipan (100%) melakukan tradisi hanya konsumsi makanan ayam arak dan ayam masak angkak selama 30 hari serta seluruh partisipan (100%) melakukan tradisi tidak melakukan keramas rambut selama 30 hari dan seluruh partisipan (100%) melakukan tradisi mendapat pelayanan nifas wanita paruh payah (Co Gwek Ie) selama 30 hari
ANALISIS PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MPASI) DINI DENGAN STATUS GIZI BAYI USIA 0-6 BULAN PADA SUKU MADURA DI DESA MADUSARI TAHUN 2024 Windiyati
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i1.287

Abstract

Latar belakang Makanan pendamping ASI (MPASI) adalah makanan yang diberikan kepada bayi guna memenuhi kebutuhan bayi atau anak dalam melengkapi ASI dan biasanya diberikan pada bayi berusia 6 - 12 bulan. Penelitian ini masih relevan untuk dilakukan dikarenakan masih terdapat ibu yang memberikan MPASI dini pada bayi usia 0-6 bulan padahal seperti yang diketahui bhawa ASI merupakan nutrisi yang terbaik untuk bayi usia 0-6 bulan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dini terhadap status kesehatan bayi usia 0-6 bulan pada suku Madura di desa Madusari tahun 2024. Metode: Menggunakan jenis penelitian Analisis korelasi, penelitian ini memiliki populasi sebanyak 40 orang dengan sampel 40 responden. Hasil: Terdapat pengaruh pemberian MPASI dini dengan status gizi bayi usia 0-6 bulan, berdasarkan olah data statistik dengan nilai signifikansi (P = 0,005), didapatkan hasil hitung dengan nilai P value sebesar 0,005 < 0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh yang bermakna antara pemberian makanan pendaming ASI (MPASI) dini terhadap status gizi bayi usia 0-6 bulan pada suku Madura di desa Madusari tahun 2024.