Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengukuran Produktivitas Tukang pada Pekerjaan Pasangan Dinding Bata Daisy Debora Pangemanan; Noldie E. Kondoj
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 1 No 2 (2019): JTST, e-ISSN 2714-7843
Publisher : Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v1i2.234

Abstract

Tingkat produktivitas tenaga kerja merupakan salah satu faktor yang menentukankeberhasilan suatu pelaksanaan proyek khususnya dalam bidang industri jasa konstruksi. Salahsatu cara untuk mengadakan pengukuran tingkat produktivitas tenaga kerja yaitu denganmengadakan penelitian besarnya tingkat LUR(Labour Utilitation Rate) dari masing-masingpekerja. Tujuan penelitian ini adalah (1)untuk mengukur produktivitas kerja tukang padapekerjaan pasangan dinding bata ditinjau dari segi waktu efektif tukang bekerja dalam 1 harikerja (2)untuk mengetahui luasan dalam m2 yang dihasilkan oleh tukang pada pekerjaanpasangan dinding bata, dalam beberapa kondisi kerja yaitu : a)Pekerjaan dilakukan sendirioleh tukang, pada ketinggian 0-1,5m, dalam 1 hari kerja. b)Pekerjaan dilakukan oleh seorangtukang dibantu oleh seorang pekerja, pada ketinggian 0-1,5m, dalam 1 hari kerja. c)Pekerjaandilakukan oleh 1 tukang dibantu oleh seorang pekerja, pada ketinggian 1,5m–3,0m, dalam 1hari kerja.Penelitian ini terdiri dari enam tahap yaitu tahap studi literatur termasuk jurnal dan artikelyang relevan, tahap survey lapangan, tahap penentuan subjek dan objek pengamatan, tahappengambilan data, tahap pengolahan data. Dari hasil perhitungan dan analisis data diperolehjumlah waktu efektif dan jumlah luasan dalam m2 yang berbeda antara pekerjaan pasangandinding bata yang dilaksanakan seorang tukang dan pekerjaan yang dilakukan oleh tukangdibantu seorang pekerja.
Pengaruh pemanfaatan Silica fume dan superplasticizer polymer terhadap kuat tekan beton pra-cetak mutu tinggi Ventje Berty Slat; Steve W.M Supit; Noldie Kondoj; Chrisviano W.M Tulung
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 2 No 2 (2020): JTST, e-ISSN 2714-7843
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v2i2.248

Abstract

Beton merupakan bahan penyusun utama dalam struktur bangunan sipil, penggunaan beton salah satunya juga ada pada penggunaan beton Precast dan Pre-stress mutu tinggi yang biasa diaplikasikan ada jembatan bentang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi beton mutu tinggi dengan menggunakan bahan tambah Superplasticizer polymer (SP) type Ligno C-165 dan Silica fume. Prosentase superplasticizer polymer yang digunakan adalah 0,25%, 0,5%, 0,75%, 1%, 1,25% dan 1,5% dari berat binders (semen+silica fume) sedangkan prosentase silica fume sebagai pengganti semen adalah sebesar 5% dari berat semen. Proses pengujian dilakukan di Laboratorium Uji Bahan Politeknik Negeri Manado dengan membuat benda uji silinder berukuran 150mmx300mm. Pengujian dilakukan pada 3, 7, 14, 21 dan 28 hari setelah perawatan melalui perendaman air. Hasil pengujian menunjukan pada 28 hari dengan menggunakan persentasi 5% Silica fume dan 1,5% Superplasticizer polymer beton mengalami penguatan yang cukup siknifikan sampai mencapai 66,43 MPa dari mutu rencana 40 MPa. Adapun pengaruh pereduksian air terjadi sampai 44,4% dari total penggunaan air yang dibutuhkan. Faktor utama yang terjadi yaitu pengikatan awal beton yang semakin cepat dari waktu pengikatan beton normal yang tidak menggunakan bahan tambah.
Pengaruh Nilai Sand Equivalent Dan Durasi Perendaman Terhadap Durabilitas Campuran Aspal Beton Bambang Widodo; Noldie Kondoj; Tampanatu Sompie; Novriana Pangemanan
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 3 No 1 (2021): JTST, e-ISSN 2714-7843
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v3i1.261

Abstract

Aspal Beton adalah jenis perkerasan jalan dari campuran agregat, dengan bahan pengikat aspal. Sumber agregat tidak pernah luput dari bahan yang merugikan, seperti butiran lunak atau lempung. Curah hujan yang tinggi dan sistem drainase yang tidak baik, berkontribusi positif pada kerusakan lapis perkerasan aspal beton. Salah satu karakteristik aspal beton adalah Durabilitas yaitu; keawetan campuran aspal terhadap perubahan cuaca, kadar air, suhu, maupun keausan akibat gerusan roda kendaraan. Sejalan dengan uraian tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh Nilai Sand Equivalent dan waktu perendaman terhadap durabilitas campuran aspal beton. Dengan metode eksperimen di Laboratorium terhadap beberapa bahan baku aspal, agregat dan sampel campuran aspal – agregat dengan memperlakukan beberapa variasi campuran Nilai Sand Equivalent (50, 60, 70, 80 dan 90 %) dan waktu perendaman (24 dan 48 jam) terhadap kadar aspal optimum diperoleh Durabilitas campuran Aspal Beton pada perendaman 24 dan 48 jam berturut-turut pada batas kadar SE 83,43 % dan 85,67 % masih durable.
Optimization of Normal Concrete Mixture with the Addition of Fiberglass and Rice Husk Ash Manginsihi, Barakati Karel; Kondoj, Noldie E.; Rasjid, Efendy; Pangemanan, Syanne; Kabo, Don R. G.
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 10 (2023): October, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v3i10.14389

Abstract

This study aims to determine the effect of using fiberglass and rice husk ash waste in making normal concrete. The variations of fiberglass used are 0%, 0.2%, 0.4%, and 0.6% of the weight of cement, while the variations of rice husk ash waste used as a partial replacement of cement are 0%, 5%, 10%, and 15%. Testing was carried out on concrete for ages of 7, 14, and 28 days, focusing on the compressive strength and flexural strength of concrete.This research was conducted at the Material Testing Laboratory of the Civil Engineering Department of the Manado State Polytechnic, with a research period of four months and the methods used were experimental and data analysis.The results of this study indicate that the addition of fiberglass fibers increases the compressive strength of concrete, while the use of rice husk ash waste as a partial replacement of cement shows varying effects on the compressive strength value, with a decrease in the higher percentage of rice husk ash. The optimal combination of 0.6% fiberglass and 5% rice husk ash provides an increase in the flexural strength of concrete where the flexural strength for 14 days is 2.99 Mpa, and the concrete age of 28 days is 3.36 MPa. This study provides insight into the potential use of alternative materials to improve the quality and sustainability of concrete construction.