Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Isu Pemanasan Global dalam Pergeseran Paradigma Keamanan pada Studi Hubungan Internasional Sayyidati, Adibah
Jurnal Hubungan Internasional Vol 6, No 1 (2017): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/hi.61103

Abstract

For many years, International Relations (IRs) has focused its discussion on politico-military theme, where the states were the main actor in this study. This tradition is known as realism. As time went by, the golden age of realism paradigm comes to an end because it couldn’t cope with the complicated problem faced by international community. That is why IRs begins to broaden and deepen its object of discussion to non-military topics, such as economics, politics, social, and environment. In a brief, IRs discourse moves from state security to human security. As what has been explained, economics is one of many sectors that get attention the most because this theme related to human activity on fulfilling their daily basic needs. But, this activity causes undesired effect to the environment, such as global warming, that should be handled as soon as possible. It encourages international community to begin paying attention to this issue at last decade. Global warming as the one of the biggest issue in environmental security is the trigger of it. This topic also made environmental issue to be IRs focus of study as well as another aspect, such as military, economics, and politics.Artikel ini memaparkan perubahan jangkauan pembahasan studi Hubungan Internasional (HI) dari tema-tema politik dan militer di mana negara menjadi aktor utama dalam disiplin ilmu ini yang kemudian berkembang menjadi tema-tema seperti ekonomi, sosial, dan lingkungan sehingga tidak lagi hanya fokus pada topik-topik politik dan militer. Dengan kata lain, disiplin ilmu HI telah menggeser fokus obyek kajiannya dari keamanan negara menjadi keamanan manusia yang meliputi tema-tema non-militer. Ekonomi menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian lebih karena aspek ini terkait dengan aktifitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun aktifitas ekonomi ini juga membawa efek samping, seperti pemanasan global, yang harus ditangani seefektif mungkin. Inilah yang melatarbelakangi besarnya perhatian komunitas internasional pada fenomena tersebut dalam beberapa dekade terakhir. Pemanasan global ini juga mengantarkan tema lingkungan untuk menyejajarkan dirinya dengan aspek-aspek lain seperti ekonomi dan politik sebagai fokus kajian HI.
Isu Pemanasan Global dalam Pergeseran Paradigma Keamanan pada Studi Hubungan Internasional Sayyidati, Adibah
Jurnal Hubungan Internasional Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/hi.61103

Abstract

For many years, International Relations (IRs) has focused its discussion on politico-military theme, where the states were the main actor in this study. This tradition is known as realism. As time went by, the golden age of realism paradigm comes to an end because it couldn’t cope with the complicated problem faced by international community. That is why IRs begins to broaden and deepen its object of discussion to non-military topics, such as economics, politics, social, and environment. In a brief, IRs discourse moves from state security to human security. As what has been explained, economics is one of many sectors that get attention the most because this theme related to human activity on fulfilling their daily basic needs. But, this activity causes undesired effect to the environment, such as global warming, that should be handled as soon as possible. It encourages international community to begin paying attention to this issue at last decade. Global warming as the one of the biggest issue in environmental security is the trigger of it. This topic also made environmental issue to be IRs focus of study as well as another aspect, such as military, economics, and politics.Artikel ini memaparkan perubahan jangkauan pembahasan studi Hubungan Internasional (HI) dari tema-tema politik dan militer di mana negara menjadi aktor utama dalam disiplin ilmu ini yang kemudian berkembang menjadi tema-tema seperti ekonomi, sosial, dan lingkungan sehingga tidak lagi hanya fokus pada topik-topik politik dan militer. Dengan kata lain, disiplin ilmu HI telah menggeser fokus obyek kajiannya dari keamanan negara menjadi keamanan manusia yang meliputi tema-tema non-militer. Ekonomi menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian lebih karena aspek ini terkait dengan aktifitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun aktifitas ekonomi ini juga membawa efek samping, seperti pemanasan global, yang harus ditangani seefektif mungkin. Inilah yang melatarbelakangi besarnya perhatian komunitas internasional pada fenomena tersebut dalam beberapa dekade terakhir. Pemanasan global ini juga mengantarkan tema lingkungan untuk menyejajarkan dirinya dengan aspek-aspek lain seperti ekonomi dan politik sebagai fokus kajian HI.
Jawa Pos’s News Reporting about Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) in East Java on Peace Journalism Perspective (Potret Jawa Pos tentang Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Jawa Timur dalam Perspektif Jurnalisme Perdamaian) Adibah Sayyidati
Jurnal Pekommas Vol 3, No 1 (2018): April 2018
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30818/jpkm.2018.2030109

Abstract

Clashes involving Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) often become public debate. it took place in East Java. Mass media is very influential due unproper news of that violent conflict would be counterproductive to peace building efforts. Therefore, the principles of peace journalism should be applied. This thesis analyzes Jawa Pos’s news. The goal is to present news that give public an opportunities to consider the use of nonviolent action in conflictual situation. There are six principles of peace journalism namely: finding, considering, focusing on the intangible impact of violent conflict, and focusing more on positive. After analyzing Jawa Pos’s news, it can be concluded that this newspaper applied four out of six principles of peace journalism on reporting violent conflict involving ISIS in East Java. Unfortunately, the shortage of information about reconciliation effort by grassroot level made it difficult to conclude whether the fifth and sixth principles of peace journalism applied by this newspaper or not.Bentrokan yang melibatkan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) seringkali menjadi perbincangan hangat di ruang public, termasuk di Jawa Timur. Dalam hal ini, peran media sangat besar, terutama ketika berkaitan dengan konflik kekerasan karena pemberitaan yang tidak layak tentang konflik kekerasan justru kontraproduktif dengan usaha pembangunan perdamaian. Karena itu, prinsip-prinsip jurnalisme perdamaian sebaiknya diterapkan dalam penulisan beritanya. Koran yang diteliti pemberitaannya adalah Jawa Pos. Tujuannya adalah menyajikan berita-berita yang memberikan peluang kepada masyarakat untuk mempertimbangkan penggunaan upaya-upaya tanpa kekerasan saat berada pada situasi konflik. Ada enam prinsip dalam jurnalisme perdamaian, yaitu mencari, mengidentifikasi, melihat aspek kemanusiaan, fokus pada dampak nonfisik, dan memaknai perdamaian secara positif. Setelah dianalisis, ternyata Jawa Pos telah menerapkan empat prinsip pertama dalam jurnalisme perdamaian. Sayangnya keterbatasan informasi mengenai upaya membangun perdamaian positif dari kalangan akar rumput memunculkan kesulitan tersendiri untuk menganalisis penerapan prinsip kelima dan keenam.
Evaluasi Implementasi Program Keluarga Harapan di Indonesia: Quick Evaluation Analysis Asmara, Anugerah Yuka; Irwantoro, Irwantoro; Rozikin, Mochammad; Sayyidati, Adibah
CAKRAWALA Vol 15, No 1: Juni 2021
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v15i1.367

Abstract

Tujuan studi ini adalah menganalisis peran para pendamping terkait penggunaan dana Program Keluarga Harapan dan menganalisis pola pengelolaan dana Program Keluarga Harapan di level lembaga akibat adanya praktik multiple benefeciaries. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menekankan pada analisis fenomena di lapangan. Hasil dan kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1)Kompetensi dan kapabilitas pendamping masih belum optimal oleh karena itu diperlukan pembekalan bagi tim pendamping baik pendidikan dan pelatihan, workshop, sosialisasi atau bentuk peningkatan kompetensi; (2) Pemutakhiran data keluarga penerima bantuan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Badan Pusat Statistik dan Kementerian Sosial untuk evaluasi pemutakhiran data sebaiknya dapat dilakukan secara online yang langsung dapat dilakukan oleh tim pendamping di lapangan dan terhubung dengan dinas sosial kabupaten/kota provinsi, Badan Pusat Statistik, dan Kementerian Sosial; (3) Diperlukan integrasi Program Keluarga Harapan dengan program lain yang menjadi single beneficiarymembutuhkan koordinasi antar lintas sektor antara lembaga pemerintah sehingga diperlukan penguatan regulasi dengan peraturan presidenbahkan peraturan pemerintah untuk memperkuat kewenangan Kementerian Sosial untuk menjalankan program komplementer Program Keluarga Harapan; (4) Melakukan penyusunan program bersama kementerian/lembaga dengan dasar Rencana Pembangunan Jangka Menengah di bidang jaminan sosial dan perlindungan keluarga miskin dengan berbagai skema bantuan.
Evaluasi Implementasi Program Keluarga Harapan di Indonesia: Quick Evaluation Analysis Asmara, Anugerah Yuka; Irwantoro, Irwantoro; Rozikin, Mochammad; Sayyidati, Adibah
Cakrawala Vol. 15 No. 1: Juni 2021
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v15i1.367

Abstract

Tujuan studi ini adalah menganalisis peran para pendamping terkait penggunaan dana Program Keluarga Harapan dan menganalisis pola pengelolaan dana Program Keluarga Harapan di level lembaga akibat adanya praktik multiple benefeciaries. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menekankan pada analisis fenomena di lapangan. Hasil dan kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1)Kompetensi dan kapabilitas pendamping masih belum optimal oleh karena itu diperlukan pembekalan bagi tim pendamping baik pendidikan dan pelatihan, workshop, sosialisasi atau bentuk peningkatan kompetensi; (2) Pemutakhiran data keluarga penerima bantuan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Badan Pusat Statistik dan Kementerian Sosial untuk evaluasi pemutakhiran data sebaiknya dapat dilakukan secara online yang langsung dapat dilakukan oleh tim pendamping di lapangan dan terhubung dengan dinas sosial kabupaten/kota provinsi, Badan Pusat Statistik, dan Kementerian Sosial; (3) Diperlukan integrasi Program Keluarga Harapan dengan program lain yang menjadi single beneficiarymembutuhkan koordinasi antar lintas sektor antara lembaga pemerintah sehingga diperlukan penguatan regulasi dengan peraturan presidenbahkan peraturan pemerintah untuk memperkuat kewenangan Kementerian Sosial untuk menjalankan program komplementer Program Keluarga Harapan; (4) Melakukan penyusunan program bersama kementerian/lembaga dengan dasar Rencana Pembangunan Jangka Menengah di bidang jaminan sosial dan perlindungan keluarga miskin dengan berbagai skema bantuan.