Sritiasni
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Daging Rusa sebagai Pangan Konvensional: Studi Kasus Konsumsi di Papua Barat dan Implikasinya terhadap Konservasi Bangkit Zaidaan Fadlullah; Sritiasni; Gallusia Marhaeny Nur Isty
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 3 No 2 (2025): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v3i2.1474

Abstract

Latar Belakang: Pemanfaatan daging rusa masih menjadi kontroversi di Indonesia dikarenakan jumlah ternak rusa sudah masuk kedalam hewan dilindungi tetapi diwilayah timur termasuk Papua Barat perburuan rusa masih banyak ditemui. Tanpa dilakukannya domestifikasikan ternak rusa menjadi semakin sedikit setiap tahunnya. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah daging rusa dapat menjadi pangan konvensional dan pengaruhnya terhadap peraturan pemerintah. Sehingga dapat diketahu apakah peredaraan daging rusa di wilayah Papua Barat diperbolehkan oleh pemerintah dan bagaimana pandangan pemerintah bila rusa di domestifikasikan Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data wawancara, kuisoner dan Focus Group Discusion (FGD) yang dilanjut dengan analisis SWOT dengan beberapa tahapan.Jumlah populasi mencapai 22 orang dan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh. Hasil: Hasil penelitian mendapatkan bahwa rusa di Pulau Papua termasuk kedalam satwa buru, dengan penjualan rusa yang cukup luas dikarenakan harganya yang dibawah pasar serta kurangnya ketersediaan daging rusa dipasaran, dikarenakan banyaknya pertambangan dan pembangunan rumah. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa konsumsi daging rusa di Papua Barat dipengaruhi oleh ketersediaan alami, nilai gizi tinggi, dan budaya lokal. Daging rusa memiliki potensi menjadi pangan nasional melalui pengembangan penangkaran yang didukung kebijakan pemerintah dan permintaan pasar. Strategi analisis SWOT agar dapat mencapai hal tersebut yaitu menggunakan strategi pertumbuhan (Growth Strategy) didesain untuk mencapai pertumbuhan, baik dalam pembudidayaan dan kandungan gizi. Hal ini dapat dicapai dengan cara membuka peluang pasar baru secara nasional dan mendapat bantuan regulasi dari pemerintah. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa daging rusa berpotensi menjadi sumber pangan alternatif yang legal dan bernilai gizi tinggi di Papua Barat, namun pengelolaannya memerlukan regulasi yang jelas dan dukungan terhadap penangkaran agar menjaga kelestarian populasi rusa liar.
Chemical and Sensory Characteristics of Red Fruit Chicken Floss (Pandanus conoideus L.) from Papua, Indonesia Sritiasni; Pratiwi, Indah; Sudarmi, Nurtania
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 35 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2025.035.03.10

Abstract

Meat is an animal-based food rich in essential nutrients such as protein, fat, vitamins, and minerals. Chicken floss is a popular processed meat product in Indonesia that is enriched with spices to enhance flavour and antioxidant properties. This study aimed to evaluate the chemical characteristics of degummed red fruit oil (Pandanus conoideus L.) and its effects on the physicochemical and sensory qualities of chicken floss. Red fruit oil is a traditional functional ingredient from Papua and is well known for its high ?-carotene and tocopherol contents, which act as natural antioxidants. The study was conducted from February to August 2022. Degumming of red fruit oil was carried out at the Laboratory of Agricultural Engineering, Faculty of Agricultural Technology, University of Papua (UNIPA). Chicken floss production was conducted at the Agricultural Product Processing Laboratory, Manokwari Agricultural Development Polytechnic, while physicochemical analyses (moisture, protein, fat, total carotenoid, and total tocopherol contents) were performed at Institute pertanian Bogor (IPB) University, Bogor. The results revealed that the addition of degummed red fruit oil significantly increased the ?-carotene and tocopherol contents compared with those of the control (without oil addition), improved color intensity, and enhanced sensory acceptance in terms of color, texture, aroma, and taste. The optimum product quality was obtained at a red fruit oil concentration of 15% with a heating time of 30 minutes, which produced the highest overall sensory acceptance. Furthermore, the interaction between the oil concentration and heating time significantly influenced the overall quality of the chicken floss. These findings indicate that degummed red fruit oil has strong potential as a natural colorant and functional ingredient in meat-based products.