Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KADAR NITRIT DALAM AIR MEDIA PEMELIHARAAN LARVA IKAN KERAPU BEBEK SETELAH PROSES AERASI Rejito, Ahmad
International Journal of Applied Chemistry Research Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijacr.v1i2.28727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan dan besar perubahan kadar nitrit dalam air media pemeliharaan larva ikan kerapu bebek setelah proses aerasi. Penelitian ini dilakukan selama sepuluh hari (umur larva 1 hari, 3 hari, 6 hari, 10 hari), hal ini dilakukan karena pada umur tersebut lava belum diberikan sirkulasi air dan juga larva masih sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar nitrit mengalami penurunanan dan peningkatan tetapi tidak melampaui ambang batas yang dapat ditoleransi oleh ikan yaitu sebesar 0,5 ppm. 
Hasil Pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (Genexpert) Pasien Suspek Tuberkulosis Paru Di RSUD Kabupaten Buleleng Rejito, Ahmad; Bintari, Ni Wayan Desi; Idayani, Sri
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v8i2.616

Abstract

Tuberkulosis adalah infeksi pada paru-paru yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis. Prevalensi tuberculosis di Kabupaten Buleleng pada tahun 2021 masih tinggi dengan lebih dari 700 kasus. Tingginya angka kejadian tersebut mendorong perlunya pemeriksaan tuberculosis yang cepat dan akurat melalui Tes Cepat Molekuler (GeneXpert). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan TCM pada pasien suspek Tuberkulosis paru di RSUD Kabupaten Buleleng pada Januari – Maret 2024. Penelitian dilakukan di Instalasi Laboratorium Klinik RSUD Kabupaten Buleleng. Sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling dan besaran sampel dihitung dengan rumus Krejcie dan Morgan. Spesimen sputum pasien suspek tuberculosis dilakukan pemeriksaan dengan TCM GeneXpert. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan hasil TCM GeneXpert dari 204 pasien ditemukan MTB Rif sensitif Low (7,4%), MTB Rif Medium (2,9%), MTB Rif Sensitif High (5,9%), MTB Rif Resisten Low (0,5%), dan MTB Rif Resisten High (0,5%). Sementara itu sebagian besar sampel terdeteksi MTB not detected (82,8%). Berdasarkan distribusi frekuensi jenis kelamin dapat disimpulkan bahwa kejadian tuberkulosis paru pada pasien suspek di RSUD Kabupaten Buleleng pada Januari – Marey 2024 lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan wanita.   Kata Kunci: GeneXpert, Rifampisin, Tes Cepat Molekuler, Tuberkulosis, Mycobacterium tuberculosis
Analisis Hubungan Riwayat Kontak Serumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di RSUD Kabupaten Buleleng Bintari, Ni Wayan Desi; Rejito, Ahmad; Idayani, Sri; Prasetya, Didik
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v10i1.863

Abstract

Infeksi menular tuberculosis paru memiliki angka kejadian yang cukup tinggi di masyarakat. Adanya riwayat kontak khususnya dengan anggota keluarga serumah dilaporkan beresiko dapam peningkatan penularan TB paru. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan melakukan analisa terhadap hubungan riwayat kontak serumah dengan kejadian TB paru pada pasien suspek TB di RSUD Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian adalah analitik observasional secara cross sectional. Penentuan besaran sampel menggunakan simple random sampling, dimana sampel berjumlah 204 responden suspek TB paru. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, wawancara serta pemeriksaan pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) Gene Xpert. Data dilakukan analisa melalui uji univariat serta bivariat. Uji bivariat dilakukan melalui uji Chi-Square. Berdasarkan uji univariat diketahui bahwa dari 204 responden penelitian menunjukkan hasil positif TB paru melalui pemeriksaan TCM. Sementara itu sebanyak 169 responden (82,84%) negatif TB paru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 34 responden (16,67%) mimiliki resiko riwayat kontak serumah beresiko sedangkan tidak berisiko sebanyak 170 orang (83,33%). Hasil analisis bivariat melalui uji Chi-Square didapatkan besaran nilai p-value < 0,05 sehingga disimpulkan terdapat hubungan bermakna terkait adanya riwayat kontak paparan serumah dengan kejadian TB paru pada pasien di RSUD Kabupaten Buleleng. Upaya skrining kontak serumah, edukasi kesehatan, dan penguatan program contact tracing diperlukan untuk menurunkan risiko penularan TB di masyarakat. Kata Kunci: Gene Xpert, Kontak serumah, Mycobacterium tuberculosis, Test Cepat Molekuler