Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ANDHARUPA

IDENTITAS BANGUNAN KOTA LAMA SEBAGAI BAGIAN KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM PARIWISATA Mukaromah, Mukaromah; Kumalasari, Astini
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 6 No. 02 (2020): August 2020
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v6i02.3642

Abstract

AbstrakKota Semarang yang membidik sektor pariwisata, berupaya menampilkan identitas ikon kota yang lebih variatif tidak hanya Tugumuda dan Lawang Sewu. Kawasan Kota lama Semarang adalah salah satu prioritas. Instagram adalah media pilihan untuk kegiatan sosialisasi ikon kota dengan target bidik anak muda. Akun instagram @disbudparkotasemarang adalah akun resmi dinas kebudayaan Kota Semarang yang mengelola urusan wisata di kota ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa intensitas jumlah postingan, gambar yang diunggah, pesan captions yang ditulis mampu mempengaruhi benak khalayak demikian juga pada media Instagram. Teori Agenda Setting mengemukakan bahwa isi media dapat dibingkai oleh pengelola untuk tujuan yang diinginkan dengan pendekatan persuasif. Tujuannya ingin mengetahui isi unggahan, intensitas identitas ikon bangunan kawasan Kota lama yang kerap ditampilkan, teknik penulisan captions pada akun instagram @disbudparkotasemarang yang erat hubungannya dengan komunikasi persuasif untuk menarik kunjungan. Pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode analisis isi atas unggahan yang diamati. Hasilnya adalah Gereja Blenduk merupakan ikon bangunan yang sering diunggah yaitu 60 kali unggahan. Tahun 2019 adalah tahun paling banyak menampilkan postingan terkait kota lama sebanyak 54 postingan. Unggahan foto pada 30 Desember 2019 paling banyak banyak disuka orang, terdapat 947 Likes. Teknik penulisan persuasif dengan pendekatan teknik tataan adalah teknik penulisan captions yang sering digunakan. Kata Kunci : identitas kota, komunikasi persuasif, Kota Lama Semarang AbstractThe city of Semarang, which is aiming at the tourism sector, seeks to display a more varied identity of city icons, not only Tugumuda and Lawang Sewu. The old Semarang city area is one of the priorities. Instagram is the media of choice for city icon socialization activities that target young people. The @disbudparkotasemarang account is an official account owned by the Semarang city culture office, which manages tourism affairs in the city. The urgency of this study is that the intensity of the number of posts, images uploaded, captions messages that written can affect the minds of audiences as well as on Instagram media. The Agenda Setting Theory presented that media content framed by managers for desired purposes in a persuasive manner. The goal is to find out the contents of the upload, the intensity of the identity of the old city building icon that often displayed, captions writing technique on the @disbudparkotas account now that is closely related to persuasive communication to attract visits. Quantitative research approaches with content analysis methods for observed uploads. The result, Blenduk church is a building icon that is often uploaded, which is 60 uploads. 2019 is the year were the most 54 posts posted in the city. The photo uploads on Dec 30, 2019, have the most likes, 947 Likes. Persuasive Writing Techniques with the approach to setting techniques are captions writing techniques that often used.  Keywords: city identity, old town, persuasive communication
MOTIF BATIK KAMPUNG POERBA SEBAGAI REFLEKSI INDIGENOUS KNOWLEDGE UNTUK PENGEMBANGAN SITUS GEOHERITAGE Zulfiningrum, Rahmawati; Kumalasari, Astini; Hanulis Swastika, Muhammad Hafiz Futura; Darma Wahana, Mohammad Aka
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 10 No. 03 (2024): September 2024
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v10i03.11412

Abstract

Galuhtimur merupakan desa tempat ditemukannya situs purbakala. Ragam motif batik dari desa ini merupakan refleksi indigenous knowledge yang berasal dari fosil hewan purba dan potensi alam setempat. Riset ini bertujuan mengkaji motif, menganalisis makna filosofis dan refleksi nilai-nilai kehidupan dari batik poerba. Penelitian ini menggunakan teori simbolisme dan metode ikonografi yang memiliki tiga tahap yaitu deskripsi pra-simbolis, analisis simbolisme, dan interpretasi simbolis. Pendekatan kualitatif, wawancara serta observasi diterapkan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang batik poerba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batik Poerba lahir dari refleksi indigenous knowledge masyarakat desa Galuhtimur. Motif makna dan filosofi pada motif batik Kampung Poerba yaitu: Gajah Poerba: kegagahan dan keberanian, Bunga Katarak: keelokan alam dan keindahan, Gajah Wong: kearifan dan sifat rendah hati, Kerang Poerba: keanggunan, Lereng Poerba: perpaduan dari empat motif sebelumnya yang menggambarkan kegagahan, keelokan, kearifan dan keanggunan. Batik poerba tidak hanya memperkaya warisan kultural namun juga memperkuat ekonomi dan identitas sosial masyarakat Galuhtimur. Mengenalkan batik poerba kepada masyarakat luas merupakan bagian dari upaya mendukung pengembangan wisata edukasi di situs geoheritage serta pelestarian budaya berkelanjutan.