Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS TUBRUKAN ANTARA KAPAL ABM ILJIN DENGAN RUANG CONVEYOR PADA SAAT KEGIATAN SHIFTING BERTHING DI PELABUHAN PLTU CELUKAN BAWANG Murti, Rajendra Lubdhaka; Yuda, Anak Agung Ngurah Ade Dwi Putra; Rahmawati, Maulidiah; Mustamin, Mustamin
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 8 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RAJENDRA LUBDHAKA MURTI 2024, Nit: 08.20.018.1.01. Analisis Tubrukan Antara Kapal Abm Iljin Dengan Ruang Conveyor Di Pelabuhan Celukan Bawang. Karya Tulis Ilmiah Terapan Program Studi Teknologi Rakayasa Operasi Kapal, Program Diploma IV, Politeknik Pelayaran Surabaya, Pembimbing 1: Dr. Anak Agung Ade Dwi Putra Yuda, S.Si.T., M.Pd.M.Mar Pembimbing 2: Maulidiah Rahmawati,S.Si,M.Sc. Tubrukan adalah suatu keadaan darurat yang disebabkan karena terjadinya tubrukan kapal dengan dermaga, ataupun kapal dengan benda apung lainnya yang dapat membahayakan jiwa manusia, harta dan lingkungan. Terjadinya tubrukan antara kapal dengan ruang conveyor saat Pelaksanaan shifting berthing mengancam keselamatan Crew kapal, keamanan muatan dan kerugian material pada kedua belah pihak. Tujuan Karya Tulis Ilmiah ini yaitu untuk mengetahui penyebab terjadinya tubrukan antara kapal MV. ABM Iljin dengan ruang conveyor PLTU Celukan Bawang dan Untuk mengetahui upaya atau tindakan penanggulangan insiden tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik Analisa data yaitu fishbone (tulang ikan). Dari hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, maka dapat disimpulkan yaitu faktor penyebab terjadinya tubrukan saat pelaksanaan shifting berthing adalah (1) faktor manusia, (2) faktor safety equipment, (3) faktor procedure, (4) faktor menegent, dan (5) faktor alam. Upaya yang dilakukan yaitu dengan melaksanakan safety meating sebelum olah gerah Shifting berthing, memperbaiki safety equipment di pelabuhan PLTU celukan bawang, perusahaan menyediakan prosedur yang detail kemudian pelabuhan menyediakan pandu, komunikasi yang ditingkatkan antara crew kapal dengan crew kapal maupun crew kapal dengan jety master, perwira dapat memanfaatkan peralatan penunjang navigasi.
Implementasi Sistem Dynamic Positioning (DP) Pada Kapal AHTS Logindo Energy Untuk Meningkatkan Efektivitas Operasi Nedo, Ryan Alexander; Yuda, Anak Agung Ngurah Ade Dwi Putra; Kusumawati, Elly; Arleiny, Arleiny
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Dynamic Positioning (DP) pada kapal AHTS. Logindo Energy, yang berfungsi untuk meningkatkan stabilitas posisi kapal tanpa manuver manual dan mengetahui dampak keselamatan kerja dalam penggunaan dynamic positioning system . Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti selama 12 bulan yang dimulai pada 5 September 2023 hingga 7 Oktober 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem dynamic positioning pada AHTS. Logindo Energy meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi konsumsi bahan bakar, dan meningkatkan keselamatan kerja awak kapal. Namun, sistem ini menghadapi kendala seperti biaya operasional yang tinggi, kebutuhan pelatihan operator yang bersertifikat, serta pemeliharaan sistem yang kompleks. Oleh karena itu, diperlukan strategi optimalisasi penggunaan dynamic positioning melalui pemeliharaan berkala, peningkatan pelatihan awak kapal, serta pembaruan teknologi kontrol sistem dynamic positioning.
Analysis of Watchkeeping Implementation During Cargo Lifting Operations to Avoid Collision with Rig Legs: A Case Study of AHTS Logindo Zulkifli, Idham Abdul Aziz; Yuda, Anak Agung Ngurah Ade Dwi Putra; Arisusanty, Dian Junita; Huda, Samsul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6513

Abstract

The operational integrity of Anchor Handling Tug Supply (AHTS) vessels during cargo lifting operations near offshore drilling rigs represents a critical intersection of navigational safety, human factors, and environmental management. This study examines the implementation of watchkeeping practices on board the AHTS Logindo Stamina while operating at the Soehanah Rig in the Natuna Sea, with particular emphasis on mitigating collision risks with rig legs. A descriptive qualitative approach was employed, drawing data from participant observation, document analysis, and semi-structured interviews with deck and bridge officers. Root causes of operational vulnerabilities were analyzed using the Fishbone (Ishikawa) Diagram across five domains: Man, Method, Machine, Environment, and Management. The findings indicate that although the vessel operates under an established Safety Management System (SMS), watchkeeping effectiveness is often reduced by human factors, including cognitive fatigue and divided attention during complex, multi-task operations. In addition, gaps were identified in the practical application of Standard Operating Procedures (SOPs), particularly in close-quarters communication between bridge and deck teams. Environmental factors, such as hydrodynamic interactions in proximity to the rig structure, further increase station-keeping demands beyond the optimal performance of Dynamic Positioning (DP) systems alone. The study concludes that collision prevention requires a shift from passive monitoring to active and predictive watchkeeping, supported by targeted navigational checklists and strengthened Bridge Resource Management (BRM) practices. These findings contribute to the enhancement of offshore operational safety and provide practical insights for reducing high-risk maritime incidents.