Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

The Philosophy Of The Value Of Harmony Of Pela Gandong Maluku Culture In The Perspective Of Contextual Theology Tanamal, Nini Adelina
International Humanity Advance, Business & Sciences Vol 3 No 1.1 (2025): Special Issue
Publisher : PT Maju Malaqbi Makkarana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59971/ijhabs.v3i1.1.631

Abstract

Religious and cultural tensions are not barriers but can facilitate religious people's expression of their faith. The theological context seeks to understand the Christian faith as a theological imperative. The Pela-Gandong tradition is an important element in Maluku culture that maintains kinship between Christian and Muslim communities. This tradition resolves conflicts, which contain the moral values of togetherness, unity, respect, equality, and peace. Misunderstanding leads to tension and conflict, especially between Christians and Muslims. After the conflict in Maluku in 1999-2002, the community realised the importance of revitalising the pela-gandong to maintain harmonious relations. The qualitative-inductive description methodology describes cultural and religious patterns in the contextual theology of fraternity in Maluku. Religious conflicts show that ignoring kinship in the Pela-Gandong tradition can cause religious divisions. Maintaining pangolins is the responsibility of all parties, including religious institutions in Maluku.
PERANAN GURU PEDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMA DAN SMK Tanamal, Nini Adelina
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.24940

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran guru pendidikan agama Kristen dalam meningkatkan mutu pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dengan fokus pada integrasi nilai-nilai agama Kristen dalam kurikulum, penelitian ini bertujuan untuk memahami kontribusi pendidikan agama Kristen terhadap pembentukan karakter, disiplin siswa, dan kinerja akademis. Metodologi penelitian melibatkan tinjauan literatur komprehensif, analisis data kualitatif, dan studi kasus di beberapa sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pendidikan agama Kristen memiliki peran sentral dalam membentuk karakter siswa, memainkan peran teladan yang berdampak positif pada internalisasi nilai-nilai agama Kristen. Integrasi nilai-nilai agama Kristen dalam kurikulum tidak hanya memberikan kontribusi terhadap tingkat disiplin siswa tetapi juga terkait erat dengan peningkatan prestasi akademis. Tantangan yang dihadapi guru, seperti perbedaan keyakinan siswa, memunculkan kebutuhan akan strategi pengajaran inklusif. Kesimpulan penelitian ini memberikan landasan bagi pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih mendukung, menekankan pentingnya peran guru pendidikan agama Kristen dalam mencapai tujuan pendidikan karakter. Implikasi temuan penelitian ini dapat membimbing praktisi pendidikan, sekolah, dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMA dan SMK melalui pendidikan agama Kristen yang berkualitas.
Pelatihan Canva untuk Guru SD Sekecamatan Majenang Kabupaten Cilacap Zainal Arifin; Tri Angkarini; Nini Adelina Tanamal; Edward Alfin; Ricky Eka Sanjaya
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ckm0sw73

Abstract

This training program was designed to improve the competence of elementary school teachers in creating visual-based instructional media using the Canva application. Held for teachers in Majenang District, Cilacap Regency, the training combined theoretical lectures, live demonstrations, and hands-on practice to ensure comprehensive understanding and skill acquisition. At the outset, a pre-test was conducted to assess the participants’ initial knowledge and digital design skills. The results showed an average score of 58.3, indicating limited experience with design tools and low literacy in visual media creation. Following the training, a significant improvement was observed. A total of 90% of the participants successfully produced at least two educational media products, such as posters, infographics, and activity cards. The post-test results revealed an average score of 86.7, demonstrating a substantial increase in understanding and practical ability. Additionally, the satisfaction survey showed that 92% of participants were very satisfied with the content, delivery method, and technical assistance provided during the sessions. This outcome highlights the effectiveness of the training in empowering teachers to utilize Canva for innovative and engaging learning materials. The participants are now better equipped to apply these skills in their classrooms, contributing to a more visually appealing and interactive learning environment.
Pemberdayaan Guru dalam Mendesain Presentasi Edukatif Menggunakan Canva Nini Adelina Tanamal; Firdaus Budhy Saputro; Ismail Dwi Cahyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i3.3991

Abstract

Pelatihan pemberdayaan guru dalam mendesain presentasi edukatif menggunakan Canva di SDN Sedayu Majenang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Seiring dengan perkembangan teknologi, penggunaan presentasi yang efektif menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan pemahaman siswa. Namun, masih banyak guru yang mengalami keterbatasan dalam mendesain materi ajar secara visual. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk membekali guru dengan keterampilan dasar dan lanjutan dalam menggunakan Canva sebagai alat bantu desain presentasi. Metode pelatihan melibatkan pendekatan partisipatif dengan tahapan analisis kebutuhan, sesi teori dan praktik, pendampingan, serta evaluasi berbasis pre-test dan post-test. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta kuesioner kepada peserta pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan guru, dengan rata-rata peningkatan skor pemahaman sebesar 50%. Selain itu, guru merasa lebih percaya diri dalam menyusun materi ajar yang lebih menarik, sementara siswa menunjukkan respons yang lebih positif terhadap pembelajaran berbasis visual. Meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan akses internet dan adaptasi terhadap teknologi baru, pelatihan ini membuktikan bahwa penggunaan Canva dapat menjadi solusi inovatif dalam mendukung pembelajaran yang lebih interaktif. Oleh karena itu, perlu adanya pendampingan lanjutan serta penguatan komunitas belajar guru untuk memastikan keberlanjutan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan.
Pelatihan Berbasis Praktik Produksi Tempe Higienis bagi UMKM Pangan di Padaringan, Purwadadi, Ciamis. Bambang Perkasa Alam; Arief Nugroho Wibowo; Zainal Arifin; Nini Adelina Tanamal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i2.6367

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM tempe di Desa Padaringan, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, melalui pelatihan berbasis praktik produksi tempe higienis. Pelatihan difokuskan pada penerapan sanitasi alat, pengelolaan bahan baku, teknik inokulasi ragi, standardisasi pengemasan, serta penataan ruang produksi sesuai prinsip Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Metode pelaksanaan meliputi asesmen awal, pelatihan praktik langsung, pendampingan teknis, dan monitoring pasca pelatihan selama satu siklus produksi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan, keterampilan, dan perilaku higienitas produsen. Sebanyak 78% peserta konsisten menerapkan kebiasaan cuci tangan, penggunaan sarung tangan, serta kebersihan ruang produksi. Efisiensi produksi juga meningkat, ditandai dengan penurunan tingkat kegagalan fermentasi dari 20–30% menjadi 5–10%. Selain itu, peserta mulai menerapkan SOP produksi dan memperbaiki tata letak ruang fermentasi. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan mutu tempe, memperkuat kepercayaan konsumen, serta mendorong kesiapan UMKM menuju legalitas pangan seperti PIRT dan standar higienitas lainnya. Program ini dapat direplikasi di wilayah lain yang memiliki potensi pengembangan UMKM tempe maupun pangan fermentasi.
Fondasi Teologis Moderasi Beragama Berdasarkan Lukas 10:25–37: Kajian Eksegetis tentang Orang Samaria yang Murah Hati Sapta Baralaska Utama Siagian; Nini Adelina Tanamal
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 11, No 1 (2026): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Juni 2026
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v11i1.440

Abstract

Indonesia as a pluralistic society continues to face challenges in the form of intolerance, identity polarization, and weakening of social solidarity. In this context, religious moderation is an important framework to strengthen peaceful coexistence without sacrificing faith beliefs. This study aims to examine how Luke 10:25–37 can be read as a theological foundation for religious moderation through the figure of the Good Samaritan. This study uses a descriptive qualitative approach with a literature study design. Analysis is carried out through historical-grammatical exegetical methods, narrative analysis, and theological-contextual reflection. Primary data are in the form of the text of Luke 10:25–37, while secondary data comes from journal articles, books, and cutting-edge scholarly documents that discuss religious moderation, Jewish–Samaritan relations, compassion, hospitality, and public theology. The results show that the scribes' question of "who is my neighbor?" reflects a tendency to limit moral obligations based on group identity. Jesus responded by overhauling that frame of mind: others are not defined by identity categories, but by real acts of love. The Samaritan became a model of cross-border love embodied in empathy, hospitality, and social responsibility. This study concludes that religious moderation in a Christian perspective does not stop at passive tolerance, but manifests in openness, respect for human dignity, and active involvement in restoring common life. AbstrakIndonesia sebagai masyarakat majemuk terus menghadapi tantangan berupa intoleransi, polarisasi identitas, dan melemahnya solidaritas sosial. Dalam konteks tersebut, moderasi beragama menjadi kerangka penting untuk meneguhkan kehidupan bersama yang damai tanpa mengorbankan keyakinan iman. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana Lukas 10:25–37 dapat dibaca sebagai fondasi teologis bagi moderasi beragama melalui figur Orang Samaria yang Murah Hati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi pustaka. Analisis dilakukan melalui metode eksegetis historis-gramatikal, analisis naratif, dan refleksi teologis-kontekstual. Data primer berupa teks Lukas 10:25–37, sedangkan data sekunder berasal dari artikel jurnal, buku, dan dokumen ilmiah mutakhir yang membahas moderasi beragama, relasi Yahudi–Samaria, belas kasih, hospitalitas, dan teologi publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanyaan ahli Taurat tentang “siapakah sesamaku?” mencerminkan kecenderungan membatasi kewajiban moral berdasarkan identitas kelompok. Yesus merespons dengan merombak kerangka berpikir tersebut: sesama bukan ditentukan oleh kategori identitas, melainkan oleh tindakan kasih yang nyata. Orang Samaria menjadi model kasih lintas batas yang diwujudkan dalam empati, hospitalitas, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa moderasi beragama dalam perspektif Kristen tidak berhenti pada toleransi pasif, tetapi terwujud dalam keterbukaan, penghormatan terhadap martabat manusia, dan keterlibatan aktif dalam memulihkan kehidupan bersama.
Revitalisasi Ruang Terbuka Hijau bagi Warga di RT. 23 RW. 02 Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat Arief Nugroho Wibowo; Zainal Arifin; Sri Mardiyati; Nini Adelina Tanamal
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Divisi Riset, Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59431/ajad.v6i1.718

Abstract

This community service program aims to revitalize a green open space in RT. 23 RW. 02 Lebakwangi District, Kuningan Regency, West Java, to improve environmental quality and strengthen social interaction. The main issues were poor maintenance, limited facilities, and low community participation. A community-based participatory approach was applied, involving residents in planning, implementation, and evaluation. Activities included site cleaning, landscape arrangement, vegetation planting, simple facility construction, and environmental education. The results show improved park quality, increased environmental awareness, and renewed social use of public space. The formation of a community management team supports sustainability. This program demonstrates that collaboration between universities and communities can generate positive environmental and social impacts while improving residents' quality of life
Penguatan Literasi Pemerintahan Desa dalam Mendorong Transparansi dan Akuntabilitas di Wamena, Papua Pegunungan Margaretha Rumbekwan; Nini Adelina Tanamal
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/5ajpym42

Abstract

Penguatan literasi pemerintahan desa merupakan langkah strategis dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas tata kelola desa, khususnya di wilayah pegunungan dengan keterbatasan akses informasi seperti Wamena, Papua Pegunungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga mengenai struktur pemerintahan desa, mekanisme perencanaan dan penganggaran, serta hak masyarakat dalam pengawasan kebijakan publik. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis komunitas melalui tahapan identifikasi masalah, pemetaan kebutuhan, edukasi interaktif, diskusi partisipatif, simulasi musyawarah desa, serta evaluasi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta meningkatnya keberanian warga dalam menyampaikan aspirasi pada forum musyawarah desa. Pendekatan dialogis dan pembelajaran berbasis praktik terbukti efektif dalam membangun kepercayaan sosial dan partisipasi aktif masyarakat. Program ini berkontribusi dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan warga. Model pengabdian ini berpotensi direplikasi di wilayah pegunungan lainnya dengan penyesuaian terhadap karakteristik sosial dan budaya lokal guna mendukung penguatan demokrasi lokal yang berkelanjutan.
Pengaruh Infrastruktur Teknologi Informasi dan Akses Internet terhadap Kinerja Sistem Pembelajaran Daring Menggunakan Analisis Regresi Panel Data Sri Mardiyati; Ulfa Pauziah; Nini Adelina Tanamal
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jimik.v7i1.1688

Abstract

This study aims to analyze the influence of information technology infrastructure and internet access on the performance of online learning systems in educational institutions in Indonesia. A quantitative approach was applied using panel data from 10 educational institutions during 2019–2023. Panel model selection indicates that the best model is Pooled OLS, based on the Chow and Lagrange Multiplier (LM) tests. The results show that information technology infrastructure has a positive and significant effect on online learning performance. Internet access also exhibits a positive and significant influence and becomes the most dominant factor supporting the success of digital learning. Simultaneously, both variables significantly affect online learning performance. This study highlights the importance of investing in IT infrastructure and improving internet quality to optimize digital learning implementation in educational institutions.
Nilai Ekonomis Produksi Tempe di Desa Padaringan Kec. Purwadadi Kab. Ciamis Jawa Barat Arif Nugroho Wibowo; Zainal Arifin; Bambang Perkasa Alam; Nini Adelina Tanamal
JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) Vol. 12 No. 4 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jemsi.v12i4.6892

Abstract

This study aims to analyze the economic value of small-scale household tempe agroindustry in Padaringan Village, Purwadadi District, Ciamis Regency. The research employed a quantitative descriptive approach with a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation of tempe producers, and analyzed using cost, revenue, income, business efficiency (R/C ratio), and value-added analysis based on the Hayami method. The results show that the total production cost per cycle was IDR 333,000, while total revenue reached IDR 1,530,000, generating an income of IDR 1,197,000. The R/C ratio of 4.59 indicates that the tempe business is highly efficient and economically feasible. Value-added analysis reveals a high added value ratio of 78.23%, indicating that most of the product’s value is generated from processing activities. These findings demonstrate that the tempe agroindustry plays an important role in increasing household income and strengthening the local economy. The tempe industry has strong potential to be developed as a leading sector in rural economic empowerment through improved production efficiency, product innovation, and strengthened marketing networks.