Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Google Classroom as Educational Communication Media (Study at SMA Negeri 2 Percontohan Karang Baru) Mulyana, Afriani Eka; Candrasari, Ratri
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 2, No 2 (2021): Multidimensi Problematika Masyarakat
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v2i2.5037

Abstract

This study aims to determine the role of Google Classroom as an alternative media in SMA Negeri 2 Percontohan Karang Baru. Google Classroom is an example of new media that is now widely used in education. This Google Classroom also has many features that make it easier for users to carry out the learning process even though it is not face-to-face. Teachers and students who use Google Classroom also find it helpful to have features that make the learning process easier at SMA Negeri 2 Percontohan. This study used a descriptive qualitative approach, with research data collected through observation, semi-structured interviews with several informants, and documentation. At SMA Negeri 2 Percontohan, teachers play an active role in the establishment f an effective communication process during the learning process. The results showed that the use of Google Classroom in SMA Negeri 2 Percontohan Karang Baru had a positive impact and was quite effective. Both teachers and students admit that it is not too difficult to use Google Classroom as beginners. Teachers and students also feel helped to do online learning with this Google Classroom. The features in Google Classroom are also easy to use.  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menggambarkan peran Google Classroom sebagai media alternatif pada SMA Negeri 2 Percontohan Karang Baru. Google Classroom merupakan salah satu contoh new media yang sekarang banyak dipergunakan dalam pendidikan. Google Classroom memiliki banyak fitur yang memudahkan pengguna dalam melakukan proses pembelajaran walaupun tidak melalui tatap muka secara langsung. Guru dan murid yang menggunakan Google Classroom juga merasa terbantu dengan adanya fitur yang memudahkan proses pembelajaran di SMA Negeri 2 Percontohan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dimana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Temuan lapangan yaitu para guru di SMA Negeri 2 Percontohan berperan aktif dalam terjalinnya proses komunikasi yang efektif selama proses pembelajaran. Penggunaan Google Classroom di SMA negeri 2 Percontohan Karang Baru memiliki dampak positif dan cukup efektif. Selama proses pembelajaran guru dan siswa sama-sama mengaku bahwa tidak terlalu sulit dalam menggunakan Google Classroom ini sebagai pemula. Guru dan siswa juga merasa terbantu melakukan pembelajaran secara daring dengan adanya Google Classroom. Fitur-fitur yang ada pada Google Classroom juga mudah digunakan.
Tradisi dan Status Sosial dalam Penetapan Mahar Perkawinan di Gampong Mamplam Aceh Utara M. R., M. Husen; Hamdani, Hamdani; Candrasari, Ratri
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i1.6224

Abstract

This study discusses the procedure for determining the dowry in the Acehnese marriage tradition. Then the influence of social status on the value of the dowry for women in Mamplam Village, Nibong District, North Aceh Regency. We have used a qualitative approach in this study. Some data was collected by interview techniques. Analysis techniques use data reduction, data presentation, and draw conclusions or verification. The results showed that the procedure for determining the dowry in Gampong Mamplam was carried out by an application process mediated by Seulangke. Seulangke serves as a liaison between the groom and the bride. If the application from a man is accepted by the woman and her family, then after a while the process is followed up to the delivery of a dowry for the woman from the family of the man who is applying. The dowry in marriage is determined by the parents of the woman or based on the results of family deliberation. Then the value of the dowry is also strongly influenced by social status, namely the level of education and the level of wealth. If the woman comes from a rich family then the amount of dowry is quite high, it can reach the value of 20-25 mayam gold. Meanwhile, for women who come from simple families, the amount of dowry is relatively less, only around 10-15 mayam gold.
Collaborative Governance dalam Pelaksanaan Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2018 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Studi : BNNK Lhokseumawe dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara Hamidi, Muslem; Hafni, Nur; Candrasari, Ratri; Hasyem, Muhammad
Jurnal Transparansi Publik (JTP) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Transparansi Publik (JTP) - May 2024
Publisher : Program Magister Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtp.v4i1.9345

Abstract

This research examines the circulation of narcotics in Aceh, which is increasingly very worrying. Narcotics in Aceh are now a real threat that must be considered by all components of society. The location of Aceh Province, which is in the Malacca Strait, makes Aceh a strategic area. so this is a serious threat to Aceh Province, especially related to smuggling and illicit narcotics. This study aims to find out how collaborative governance is used in carrying out the implementation of Aceh Qanun Number 8 of 2018 concerning the facilitation of the prevention of narcotics abuse in North Aceh. In this study, we used qualitative research methods with a descriptive approach to gain a comprehensive understanding. The results of the research show that the dynamics of collaboration in preventing narcotics abuse in the North Aceh district are not good enough because there is no collaboration, so the socialization function that should be carried out together is not working and there is no joint discussion between parties to start a collaboration plan, so the goals of cooperation mandated in the qanun are not achieved. The process of promoting collaboration was null because there was no collaboration, so several parties urged the North Aceh district government to immediately take steps to realize this collaboration
UNGKAPAN SEKSISME PADA NOVEL PEREMPUAN YANG MENANGIS KEPADA BULAN HITAM KARYA DIAN PURNOMO Isamah, Nur; Candrasari, Ratri; Iqbal, Muhammad
Kande : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Kande : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jk.v5i1.16170

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis ungkapan seksisme yang terdapat dalam novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam Karya Dian Purnomo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah keseluruhan isi novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam. Adapun, data dalam penelitian ini berupa frasa dan kalimat yang mengandung ungkapan seksisme dalam novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca dan teknik catat. Hasil penelitian ini mengidentifikasi tiga jenis seksisme, yang mencakup: 1). Hostile Sexism, 2). Benevolent Sexism, dan 3). Ambivalent Sexism. Kata kunci: Ungkapan, Seksisme, Novel. ABSTRACTThis research aims to identify the various expressions of sexism found in the novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam by Dian Purnomo. The research methodology employed in this study is a descriptive research method with a qualitative approach. The source of data used by the researcher in this study is the entire content of the novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam. The data in this research consist of words, phrases, and paragraphs containing expressions of sexism in the novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam by Dian Purnomo in the year 2020. The data collection techniques used in this research include reading and note-taking. The results of this research identify three types of sexism, which include: 1) Hostile sexism, 2) Benevolent sexism, and 3) Sexism Ambivalent. Keywords: Expression, Sexism, Novel.
Sosialisasi Program Kreatifitas Mahasiswa dalam Meningkatkan Kualitas Mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia Aceh Hasibuan, Arnawan; Verawaty Siregar, Widyana; Candrasari, Ratri; Andiko, Benny; Sastra Wijaya, Reza; Rozak, Abdul; Desti Sucipto, Fentisari
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v4i1.139

Abstract

Program Kreatifitas Mahasiswa sebagai bagian integral dari Tridharma Perguruan Tinggi yang diatur oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di bawah naungan Belmawa, bertujuan untuk merangsang kreativitas dan daya imajinasi mahasiswa sambil meningkatkan pencapaian akademik mereka. Kreativitas bukan lagi sekadar keunggulan tambahan, melainkan menjadi kebutuhan yang krusial dan prioritas utama yang harus dimiliki oleh setiap individu sebagai seorang mahasiswa. PKM saat ini menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi di bawah naungan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Mengingat pentingnya program ini, kegiatan positif dan bertujuan peningkatan kreatifitas serta softskill mahasiwa untuk dilakukan secara rutin dan konsisten di kemudian hari. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa ini merupakan langkah strategis yang penting untuk mendukung pengembangan kualitas mahasiswa ISBI Aceh. Setelah dilaksanakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan proposal PKM, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pedoman PKM. Hal ini terlihat dari penurunan tingkat kesalahan dalam proposal PKM yang dibuat oleh mahasiswa. Kesimpulan ini didapatkan setelah evaluasi dilakukan dengan memeriksa setiap proposal oleh reviewer internal perguruan tinggi.
KOMUNIKASI ANTARBUDAYA MELALUI SPEECH CODE DAN CODE SWITCHING Rauzawahyudi, Uje; Candrasari, Ratri; Anismar, Anismar; Hasan, Kamaruddin
Jurnal Jurnalisme Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Komunikasi Antarbudaya Melalui Speech Code Dan Code Switching (Studi di Gampong Paya Laba Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan). Gampong Paya laba merupakan merupakan desa dengan keragaman Bahasa yang berasal dari 3 suku berbeda antara lain suku Aneuk Jamee, Kluet dan Aceh. Masyarakatnya hidup harmonis meskipun dalam perbedaan latar belakang. Penelitian ini berfokus pada bagaimana proses komunikasi sesama masyarakat dengan latar belakang Bahasa dan suku yang berbeda serta bagaimana upaya masyarakat menjaga keharmonisan dalam keragaman bahasa dan suku melalui komunikasi. Penelitian ini menggunakan teori Speech Code dan Code Switching. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menemukan bahwasanya terdapat 60 Speech Code  yang di gunakan dalam komunikasi yang kemudian di pisahkan menjadi 2 yaitu kode yang mempunya arti halus dan kode yang berarti kasar, namun baik Speech Code maupun Code Switching, penggunaannya  di bedakan ke dalam 5 ranah yaitu ranah keluarga, pergaulan masyarakat, Pendidikan, pemerintahan dan ranah agama. Pada situasi komunikasi kelompok, masyarkat gampong Paya Laba melakukan Situational code-switching yaitu menyesuaikan dengan situasi yang sedang berlangsung Ketika harus beralih Bahasa. Meskipun pada umumnya masyarakat berlatar belakang suku Aneuk Jamee, mereka juga menguasai bahasa Aceh dan bahasa Kluet. Penelitian ini menyarankan untuk Majelis Adat Aceh (MAA) dan dinas pariwisata Aceh selatan untuk dapat menjaga kelestarikan bahasa daerah serta dapat menjaga keharmonisan bermasyarakat di wilayah aceh selatan secara keseluruhan tanpa ada konflik antarbudaya layaknya gampong Paya Laba.
Pengabdian Bersih Pantai Wisata Krueng Geukueh Kolaborasi Mahasiswa Baru, Alumni Dan Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Harinawati, Harinawati; Candrasari, Ratri; Subhani, Subhani; Arifin, Awaluddin; Ferbrianto, Sendy; Rambe, Zul Fadli; Ramadhan, Sandy Afrizal
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v1i2.9035

Abstract

Program Pengabdian ini merupakan serangkaian kegitan yang melibatkan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komuniksi (Himako), Mahasiswa baru, alumni dan Dosen Prodi Ilmu Komunikasi melalui kegiatan pembersihan pantai Wisata Kreungekuh sebagai Gerakan bersama peduli lingkungan dalam rangka menjaga kelestarian alam. Mahasiswa Baru dengan pengenalan lingkungan baru namun tetap aware terhadap lingkungan hal ini sebagai upaya penyadaran terhadap penyelamatan bumi dari sampah. Salah satu yang paling sederhana dapat dilakukan adalah pembersihan pantai.   Pantai wisata yang berada dekat dengan Pelabuhan Kreungeukueh merupakan tempat wisata ekonomis yang murah meriah namun belum dikelola secara profesional beberapa pondok wisata yang ada di bibir pantai masih terlihat membuang sampah sembarangan sehingga tanpak kotor disamping itu kurangya kesadaran pengunjung dalam membuang sampah pada tempatnya menambah permasalahan, sehingga dengan program pembersihan pantai ini diharapkan tumbuh  kesadaran bagi Mahasiswa baru, alumni dan Dosen peduli lingkungan, lokasi wisata bebas sampah maka rencana tindak lanjut dilakukan adalah dengan penyediaan tong sampah, membuat plank peringatan dengan berbagai bentuk sebagai himbauan dilarang buang sampah sembarangan, pilah pilih sampah dan daur ulang sampah. agar pengembangan wisata pantai dapat berkenajutan bebas dari sampah.
Sosialisasi Penguatan Pemahaman Kampus Merdeka dalam Menyambut Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Hasibuan, Arnawan; Siregar, Widyana Verawaty; Candrasari, Ratri; Andiko, Benny; Wijaya, Reza Sastra; Andeska, Niko; Rozak, Abdul; Sucipto, Fentisari Desti
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13072720

Abstract

Pendidikan merupakan faktor utama dalam menentukan kemajuan suatu negara. Negara yang maju pasti memiliki sistem pendidikan yang unggul serta strategi yang baik dalam mempersiapkan generasi penerusnya. Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, serta mempersiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan yang unggul dan berkepribadian. kegiatan pengabdian ini mencakup seminar, berbagi pengalaman, dan pendampingan. Materi yang disampaikan tentang kampus merdeka-merdeka belajar, berbagi pengalaman dari fakultas pemateri dalam menyiapkan dan merumuskan kurikulum kampus merdeka, serta memberikan pendampingan dalam penyusunan kurikulum. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berlangsung pada 22 November 2023 di ruang Aula Institut Seni Budaya Indonesia Aceh. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen di Institut Seni Budaya Indonesia Aceh. Kegiatan ini berhasil berjalan dengan lancar dan sukses. Para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan memahami dengan baik materi yang disampaikan oleh pemateri, serta berpartisipasi dalam sharing pengalaman dan pendampingan dalam merumuskan kurikulum untuk program kampus merdeka-merdeka belajar.
ANALISIS GAYA BAHASA DAN MAKNA LIRIK LAGU DALAM ALBUM MERA LIDA Asraini, Asraini; Candrasari, Ratri; Mahsa, Masithah; Sari, Dewi Kumala
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v6i1.17711

Abstract

This research aims to describe the language style and meaning in the lyrics of the song on the album Mera Lida. This type of research is qualitative descriptive. The source of research data is 11 songs. The research data is in the form of words, phrases, sentences and verses. The research technique uses the techniques of reading, listening, and taking notes. The results of this study are: 1) The language styles found are; (1) comparative language styles include; metaphors, personifications, and antithesis. (2) The style of opposing language includes; hyperbole, litots, paradoxes, and sarcasm. (3) The style of the language of association includes; synecdoke, alusio, and euphymism. (4) Repetitive language styles include; assonance, anaphora, and epistrophae. The data in the study is marked by word markers, phrases, sentences, and stanzas. 2) The meaning of the lyrics of the Mera Lida album includes; (1) metaphorical comparative language styles, including; The metaphor is marked "Mumangani ate" meaning to eat the heart. It has the meaning of someone who experiences sadness or suffering. (2) The style of opposing language includes; sarcasm includes; "Ningko awah sabe mujelajah Antinamu kengon gere sawah. The lyrics have a meaning that expresses the thoughts of a person who is not "insane". (3) The style of the language of association includes; Synekdoke includes; in the lyrics "Nge gares ni pumu kao urum aku". The hand line has the meaning that it has been destined to be together. (4) Repetitive language styles include; Anaphora includes; lyrics "Ke naru pe tali sara we puncee Ke naru pe cerak sara mestikee". It has a meaning, even though there is a lot of talk, it is still one truth.
Gaya Komunikasi Sales Promotion Girl Suzuya Mall Bireuen Thursina, Sitti; Anismar, Anismar; Candrasari, Ratri
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v15i1.21292

Abstract

The purpose of this study is to describe verbal and nonverbal communication styles as well as obstacles in the communication process carried out by SPG. This study uses a qualitative approach. Data collection techniques are passive participant observation, in-depth interviews, and documentation. Informants were determined using a purposive technique. Data analysis was carried out through several stages, namely data reduction, data presentation, conclusion drawing, and verification. The results of this study indicate that the communication style used by SPGs is more dominated by nonverbal communication such as showing friendly facial expressions, eye contact with consumers, ideal body posture, matching clothes and make-up, managing physical closeness with consumers, and using time as good as possible.AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan gaya komunikasi verbal dan nonverbal serta hambatan-hambatan dalam proses komunikasi yang dilakukan oleh seorang SPG. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi partisipan pasif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Cara penentuan informan menggunakan teknik purposive. Dalam menganalisis data peneliti melalui beberapa tahap yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gaya komunikasi yang dilakukan oleh para SPG lebih didominasi oleh komunikasi nonverbal seperti menunjukkan ekspresi wajah yang ramah, kontak mata dengan konsumen, postur tubuh yang ideal, pakaian dan riasan yang senada, mengatur kedekatan fisik dengan konsumen, dan penggunaan waktu sebaik mungkin.