Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Effect Of The Rebozzo Technique On The Progress Of The Active Phase Of First Stage Labor In The Clinic Pratama Citra Marindal Deli Old Deli Serdang Regency Year 2025 Eka Sriwahyuni; G.F. Gustina Siregar; Fitri Rahmadan Nasution
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v11i1.8426

Abstract

Optimal labor progress during the first stage's active phase is a crucial factor in the smoothness of the normal labor process. Among the non-pharmaceutical methods that can support the acceleration of cervical dilation is the Rebozzo technique, a traditional Mexican technique that aims to relax the pelvic muscles and improve the position of the fetus. Goal To ascertain how the Rebozzo approach affects the development of active phase I labor. Method: The research employed a two-group posttest-only design methodology and a quasi-experiment design. Thirty mothers who were giving birth during the first stage's active period made up the sample. divided into two groups: intervention (given the Rebozzo technique) and control (without intervention). The total sampling technique was used, and measurements were taken based on the duration of the first stage and cervical dilation. Data analysis used the Paired Sample t-Test. Results: A p-value of 0.000 (<0.05) was obtained, indicating that the Rebozzo technique had a significant effect on accelerating the progress of active phase I labor. Conclusion: The Rebozzo technique is efficient as a non-pharmacological technique to aid in the work process throughout the first stage's active phase.
Pemberdayaan Siswa Melalui Pendidikan Kesehatan Reproduksi Interaktif Untuk Pencegahan Kehamilan Usia Remaja Idawati; Vitrilina Hutabarat; G.F. Gustina Siregar; Nur Mala Sari; Yuliana
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.827

Abstract

Kehamilan pada remaja berdampak pada kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, dan masa depan remaja. Remaja yang mengalami kehamilan dini berisiko mengalami komplikasi kesehatan, tekanan psikologis, keterbatasan melanjutkan pendidikan, serta berkurangnya peluang pengembangan diri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan siswa melalui pendidikan kesehatan reproduksi interaktif guna mencegah kehamilan remaja di SMA Negeri 1 Sigli, Kabupaten Pidie. Metode yang digunakan berupa pendidikan kesehatan reproduksi berbasis pendekatan interaktif, termasuk diskusi kelompok, kuis, simulasi kasus, dan media audio-visual. Kegiatan dilaksanakan selama enam minggu dengan frekuensi dua kali per minggu, melibatkan 180 siswa sebagai subjek penelitian yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi kegiatan. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji paired t-test, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui content analysis. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh aspek yang diukur, yaitu pengetahuan kesehatan reproduksi meningkat 54,5%, keterampilan komunikasi 36,7%, dan sikap positif terhadap kesehatan reproduksi 37,9%. Temuan ini menegaskan bahwa metode interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kesadaran remaja terkait kesehatan reproduksi, sekaligus membekali mereka untuk mengambil keputusan yang lebih bertanggung jawab. Pendidikan kesehatan reproduksi interaktif dapat dijadikan strategi preventif di sekolah untuk mencegah kehamilan usia sekolah dan membentuk remaja yang berdaya, berpengetahuan, dan mampu menjaga kesehatan reproduksi secara mandiri.
Pemulihan Ketahanan Sosial Dan Ekonomi Pasca Bencana Melalui Penguatan Kapasitas Kelompok Rentan Dan UMKM Ikan Asin Berbasis Potensi Wilayah Hariati Hariati; Bunga Mari Sembiring; GF Gustina Siregar; Ananda Putri Pratama; Indra Syahputra; Bela Syahputri
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13937

Abstract

Program Mahasiswa Berdampak ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi pascabencana melalui peningkatan kapasitas Posyandu Kakap serta pemberdayaan UMKM ikan asin berbasis potensi lokal. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif yang terdiri atas lima tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan dan evaluasi, serta penguatan keberlanjutan. Kegiatan pada Posyandu meliputi pelatihan kesehatan pascabencana, edukasi gizi, promosi ketahanan pangan keluarga, serta pengembangan media edukasi berbasis visual. Sementara itu, kegiatan bagi UMKM ikan asin meliputi pelatihan produksi yang higienis, pendampingan manajemen usaha, pengembangan kemasan dan merek produk, pelatihan pemasaran digital, serta penerapan alat pengering ikan tipe kabinet.Hasil program menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada aspek sosial maupun ekonomi. Kapasitas kader Posyandu meningkat, ditunjukkan oleh peningkatan kompetensi edukasi kesehatan dari 30% menjadi 85%, pengetahuan mengenai manajemen bencana dari 40% menjadi 85%, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu dari sekitar 60% menjadi 80%. Pada sektor ekonomi, UMKM ikan asin mengalami peningkatan kapasitas produksi lebih dari 30%, peningkatan kualitas produk melalui proses pengolahan yang lebih higienis dan terstandar, penerapan kemasan dan identitas merek produk, perluasan pemasaran melalui platform digital, serta peningkatan pendapatan usaha sekitar 20%. Selain itu, penerapan alat pengering ikan berhasil mengurangi ketergantungan terhadap kondisi cuaca sehingga proses produksi menjadi lebih stabil.Program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan penguatan kapasitas sosial, penerapan teknologi tepat guna, dan pengembangan ekonomi lokal mampu meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir dalam menghadapi tantangan pascabencana secara efektif