Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Envirous

Pemanfaatan Ampas Tahu dan Ampas Tebu untuk Pembuatan Pupuk Kompos dengan Penambahan Rumen sebagai Bioaktivator dengan Metode Dual Tray Nismara, Ghassani; Mirwan, Mohamad
Envirous Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v3i2.6

Abstract

Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah limbah saat ini dengan melakukan proses pengomposan, namun proses pengomposan memerlukan waktu yang cukup lama oleh sebab itu diperlukan penambahan bioaktivator untuk mempercepat prosesnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi ampas tebu, ampas tahu, dan rumen sebagai bahan baku pembuatan kompos. Metode komposter yang digunakan adalan dual tray dengan meggunakan limbah padat berupa ampas tahu dan ampas tebu yang sudah dikeringkan. Kemudian dicampurkan dengan rumen sapi yang sudah dikeringkan dan menggunakan variasi persen berat sampah dan jumlah bioaktivator. Didapatkan variasi terbaik pada variasi 2 dimana nilai C/N ratio hampir mendekati standart yaitu 27,88%, dan kadar N-Total (1,17%), kadar P (1,08%), dan kadar K (1,04%) kadar selain C/N ratio memenuhi standart sesuai SNI 19-7030-2004.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PEKERJA, TINGKAT PENGETAHUAN K3, SIKAP K3, UNSAFE ACTION, DAN UNSAFE CONDITION DENGAN KECELAKAAN KERJA DI INDUSTRI PAKAN TERNAK SURABAYA Arkan Syah, Ahmad Naufal; Mirwan, Mohamad
Envirous Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v2i2.115

Abstract

Keselamatan, Kesehatan Kerja (K-3) merupakan perlindungan tenaga kerja, serta hak dasar tenaga kerja. Berdasarkan hal tersebut diperlukan identifikasi unsafe action, unsafe condition dan analisis hubungan karakteristik pekerja, tingkat pengetahuan K-3, sikap K-3 terhadap kecelakaan kerja di Industri Pakan Ternak Surabaya sehingga hasil penelitianini sebagai bahan perbaikan sistem K-3. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungankarakteristik pekerja, tingkat pengetahuan K-3, sikap K-3. Kesimpulan penelitian initerdapat hubungan antara masa kerja, unsafe action, unsafe condition terhadap kecelakaan kerja dengan nilai berturut-turut 0,000; 0,001; 0,035, correlation coefficient berturut-turut -0,627; 0,574; 0,387. Hubungan masa kerja dengan kecelakaan kerja yaitu, semakin tinggi masa kerja seseorang tingkat kecelakaan yang terjadi semakin rendah dengan kekuatan hubungan kuat, hubungan unsafe action dengan kecelakaan kerja yaitu, emakin tinggi unsafe action maka tingkat kecelakaan yang terjadi semakin tinggi dengan kekuatan hubungan kuat, hubungan unsafe condition dengan kecelakaan kerja yaitu semakin tinggi unsafe condition maka tingkat kecelakaan yang terjadi semakin tinggi dengan kekuatan hubungan lemah.
PEMANFAATAN LIMBAH PENGOLAHAN IKAN ASAP DI PESISIR PANTAI KENJERAN SURABAYA SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN IKAN Merliza, Nabila Nur; Mirwan, Mohamad
Envirous Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v2i2.131

Abstract

Limbah ikan asap mempunyai banyak kandungan nutrisi, sehingga bisa dimanfaatkan sebagai pakan ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi pengolahan limbah ikan asapmenjadi pakan ikan berupa pelet ikan dan mengetahui kombinasi pakan ikan terbaik dari limbah ikan asap dengan variabel lain sebagai campuran. Bahan yang digunakan dalam proses pembuatan pelet yang nantinya akan diberikan pada ikan lele dumbo (Clasias gariepinus) yaitu,berupa kombinasi limbah pengasapan ikan dengan ampas tahu, sayur organik, serta limbah rumah makan. Data yang didapati adalah analisa kandungan proksimat dari limbah ikan yang telah diolah menjadi pelet ikan dengan berbagai variasi yang berbeda, nilai uji parameter analisa proksimat berupa adanya kadar protein, kadar air, kadar abu, dan kadar lemak. Hasil penelitianmenunjukan bahwa pada K.2 (kombinasi limbah pengasapan ikan dengan limbah sayur organik) merupakan kombinasi terbaik dengan hasil analisa uji proksimat parameter kadar protein sebesar 33,82% ; kadar air sebesar 7,45% ; kadar abu sebesar 9,27% ; dan kadar lemak sebesar 18,43%. Dalam hal ini, hasil pengujian K.2 telah memenuhi kadar maksimal dan kadar minimal sebagai syarat mutu pakan ikan lele dumbo (Clasias gariepinus) dengan mengacu pada SNI 01-4087-2006.
PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI PROBIOTIK BUDIDAYA PERIKANAN Rahmansari, Mila Shintya; Mirwan, Mohamad
Envirous Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v3i1.69

Abstract

Limbah cair tahu mengandung unsur organik yang mengandung nutrisi seperti protein, lemak, dan bakteri baik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi pemanfaatan limbah cair tahu sebagai probiotik dan mengetahui rasio optimum penggunaan limbah cair tahu sebagai probiotik. Metode yang digunakan adalah fermentasi dan menambahkan bahan-bahan yang mengandung nutrisi dan bakteri baik (Lactobacillus sp.). Analisis data guna mengetahui kualitas probiotik menggunakan uji kelimpahan bakteri Lactobacillus sp. dan analisis proksimat yang meliputi kadar protein, kadar lemak, kadar abu, dan kadar air kemudian hasil dibandingkan dengan standar mutu probiotik komersial. Kombinasi probiotik yang terbaik adalah V2 = Variabel 2 (Limbah cair tahu 50%, Molasse 23%, Air kelapa 20%, Ragi Tape 5%, Yakult 2%) dengan hasil analisis uji kelimpahan bakteri Lactobacillus sp. sebesar 105 CFU/ml dan hasil analisis uji proksimat parameter kadar protein sebesar 2,9% ; kadar lemak sebesar 0,93%. Dalam hal ini, hasil pengujian V2 masih memiliki 3 kandungan nutrisi yang telah memenuhi standar mutu probiotik komersial.
PENURUNAN FE DAN MN PADA AIR SUMUR MENGGUNAKAN MULTIPLE TRAY AERATOR PIRAMIDA Putri, Delia Ayu Arif; Mirwan, Mohamad
Envirous Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i1.13

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan primer bagi manusia. Tidak seimbangnya ketersediaan air bersih dengan pesatnya pertumbuhan penduduk menimbulkan dampak pada pendistribusian air bersih yang tidak merata. Kondisi tersebut membuat masyarakat mencari sumber air bersih lain seperti air sumur. Air sumur sebagai alternatif air bersih sering didapati mengandung besi (Fe) dan (Mn). Kandungan Fe dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti rasa mual ketika dikonsumsi, rusaknya dinding usus dan iritasi pada mata dan kulit. Sementara kandungan Mn yang diatas baku mutu dapat menyebabkan gangguan pada pembuluh vaskuler, jantung dan sistem saraf. Multiple tray aerator piramida adalah aerasi dengan menggunakan susunan nampan yang tidak membutuhkan lahan yang luas serta memiliki efisiensi tinggi. Penelitian ini menggunakan variasi jumlah tingkatan tray (1 tingkatan, 2 tingkatan, 3 tingkatan, 4 tingkatan dan 5 tingkatan) dan waktu aerasi (15 menit, 30 menit, 45 menit, 60 menit dan 75 menit) untuk mengetahui pengaruh terhadap penurunan kadar Fe dan Mn serta menemukan tingkatan dan waktu paling efektif. Hasil penelitian menunjukkan multiple tray aerator tingkat 4 dengan waktu aerasi selama 75 menit memiliki efektifitas tertinggi sebesar 83.39% untuk besi dan 98.14% untuk mangan.
RECOVERY POTENTIAL SAMPAH SEBAGAI DASAR PERENCANAAN PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU PADA PT. PELABUHAN INDONESIA III JAWA TIMUR Dwitasari, Pritania; Mirwan, Mohamad
Envirous Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i1.18

Abstract

Sampah yang ditimbulkan PT. Pelabuhan Indonesia III Regional Jawa Timur masih dikelola secara konvensional. Sedangkan Badan Usaha Pelabuhan harus menyediakan fasilitas pencegah pencemaran. Dengan menggunakan data sekuder dan primer yang didapatkan dari PT. Pelabuhan Indonesia III dapat dilakukan perencanan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan menghitung hasil pemulihan energi yang dihasilkan. Dalam perencanaan ini didapatkan Timbulan sampah adalah 17478 Kg/hari dengan Volume 100,32 m3/hari. Komposisi sampah PT. Pelabuhan Indonesia III terdiri dari Sampah Organik 51,50%, sampah anorganik 29%, residu 18% dan sampah B3 1%. Pemanfaatan sampah organik menggunakan koversi biokimia menghasilkan energi 2975,26 kWh. Sampah plastik diolah dengan kondensasi menghasilkan 10,46 m3/hari, anorganik lain dilakukan pengepakan dan penjualan sebanyak 41,37 m3/hari. Sehingga residu total sampah yang dibawa ke TPA benowo adalah 28,96 m3/hari, Mengurangi 59,93 m3/hari. Area lahan dibutuhan untuk TPST adalah 764,2 m2 dan Dengan jumlah timbulan sampah yang diolah sebesar 59,93 m3/hari maka menghasilkan potensi ekonomi sebesar Rp. 40.929.068,00 tiap bulannya.