Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Survei Larva Nyamuk Aedes Vektor Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Kuranji Kecamatan Kuranji Kotamadya Padang Provinsi Sumatera Barat Muhammad Arifudin; Adrial Adrial; Selfi Renita Rusjdi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i1.445

Abstract

AbstrakDemam berdarah dengue merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih ditemukan di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes. Kelurahan Kuranji merupakan kelurahan dengan kasus demam berdarah dengue terbanyak di Kota Padang. Tujuan penelitian ini adalah menentukan density figure (kepadatan) larva nyamuk Aedes di Kelurahan Kuranji Padang. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Kuranji pada bulan April 2014. Desain penelitian adalah survei deskriptif dengan jumlah sampel 50 buah rumah yang diambil dengan cara multistage sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aedes aegypti ditemukan lebih banyak dibandingkan aedes albopictus, yaitu  97,74%. house index yaitu 52,50%, container index yaitu 34,72%,  breteau index yaitu 66,50% dan density figure yaitu 7.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aedes aegypti lebih banyak ditemukan di dalam rumah dan aedes albopictus hanya ditemukan di luar rumah. Bak mandi dari semen merupakan kontainer yang paling banyak ditemukan larva Aedes dibandingkan jenis kontainer lain.Kata kunci: dengue, aedes, density figure AbstractDengue haemorraghic fever is one of  important public health problem in Indonesia. This disease is caused by the dengue virus which is transmitted by  Aedes bytes. Kuranji is the most prevalent dengue haemorraghic fever in Padang.The objective of this study was to determine density figure in Kuranji district. This research had been held in Kuranji district in April 2014. The design was descriptive survey research method. The number of sampel was 50 that was taken by multi stage sampling method. The result showed that aedes aegypti found more than aedes albopictus, about 97.74%. house index 52.50%, container index 34.72%,  breteau index 66.50% and density figure 7. The research showed that Aedes aegypti is mostly found at house and aedes albopictus only found outdoor. The bath tank which are made from cement is the most comfortable breeding place for Aedes Aegypti rather than other containers.Keywords: dengue, aedes, density figure
9 BINTANG ROBOT PEMADAM API Moch Subchan Mauludin; Muhammad Arifudin; Aan Faisal Alfalah; Fajar Dwi
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 8 2017
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.737 KB)

Abstract

9 Bintang lolos dan masuk dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) yang diselenggarakan setahun sekali. KRI tahun 2017 diselenggarakan di UGM Jogjakarta. 9 Bintang merupakan robot berkaki dari pengembangan robot beroda yang sudah tidak dilombakan lagi dalam KRI tahun 2017. 9 Bintang menggunakan Arduino sebgai mikrokontrolernya, dan bahasa C sebagai bahasa pemrogrammannya. Dari segi fisik 9 Bintang dibentuk dengan menggunakan acrylic sebgai chasis. Agar bisa berjalan 9 Bintang menggunakan motor servo yang digerakan oleh arus DC dari batrai, 9 Bintang dilengkapi semprotan air sebagai pemadam api, sensor panas sebagai pendeteksi api, dan sensor jarak sebagai navigasi. Pada dasaranya robot bisa bekerja sesuai dengan yang diharapkan yaitu bisa bergerak mencari sumber api yang diletakan di arena.Kata kunci:  KRCI, Arduino, Bahasa C, 9 Bintang
ANALISIS LUAS DAERAH TANGKAPAN AIR DAN DEBIT BANJIR RENCANA DI KM 63+100 SAMPAI 63+200 ANTARA STASIUN RANDUBLATUNG DAN STASIUN DOPLANG DAOP 4 SEMARANG PT KERETA API INDONESIA (PERSERO) Dicky Arisikam; Heru Kuswanto; Muhammad Arifudin; Felicitas Cidandra Christy
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/jitter.vol9.iss1.2022.963

Abstract

that plays an important role in the movement of people, not only in the movement of people but in distributing goods. The train is called the safest mode of transportation because it has its own track. However, there are several obstacles that obstruct train operations, which is natural disasters. In June 2022 there was a landslide on the Km. 63+100 up to Km. 63+200 between Doplang Station and Randublatung Station, Daop 4 Semarang. One of the causes of landslides is scouring at river bends. In the outer bend area of ??the river where the flow velocity is relatively high, erosion occurs which erodes the river body. Therefore, with the help of ArcGIS 10.5 software, the catchment area is 112.876 km2 ­ (calculated), which is one of the parameters to calculate the amount of flood discharge. By using the Nakayasu method, the 25 years return period flood discharge at the problem area is 353.3 m3/s.
ANALISIS FAKTOR KEAMANAN PADA JEMBATAN KERETA API BH NOMOR 998 KM 419+893 ANTARA STASIUN MERAPI DAN STASIUN SUKACINTA DI DIVRE 3 PALEMBANG Dicky Arisikam; Heru Kuswanto; Muhammad Arifudin; Alya Ramadianisa
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/jitter.vol9.iss1.2022.964

Abstract

On the railway bridge, there are calculated loads. Loads are grouped into three, namely girder loads, additional dead loads, and live loads. Currently, the train load is planned based on the Live Load (RM) 1921 scheme. On the bridge, BH Number 998 which connects Merapi Station with Sukacinta Station is passed by 2 CC 204 locomotives and 60 PPCW wagons. Load analysis was carried out by determining the axle load and axle distance adjusted to spans of 30 m, 40 m, and 60 m. Then, we can do a comparison with the realization of the existing load. The calculation results show that span 60 has a safety factor value of more than 1.5. So, it can be concluded that the live load that crosses the BH Number 998 bridge at span 60 has met SNI.
KONSEP PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM KH. ABDURRAHMAN WAHID DALAM MENGHADAPI PERKEMBANGAN ERA MODERN: KONSEP PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM KH. ABDURRAHMAN WAHID Muhammad Arifudin; Achmad Nasrulloh
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 9 No. 2 (2023): INOVATIF September 2023
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v9i2.326

Abstract

Penelitian ini, mengungkap pemikiran konsep pendidikan Islam ala KH. Abdurrahman Wahid dalam memberikan model pendidikan Islam yang dapat berkembang dan sesuai dengan kondisi serta situasi era yang sudah mengalami banyak perkembangan. Pendidikan Islami klasik dipandang oleh sebagian kalangan tidak lagi relevan jika tetap digunakan pada bentuk aslinya, sehingga perlu terobosan baru dalam kemasan yang tetap menjadikan pendidikan Islam klasik bisa berjalan dengan era perkembangan yang terjadi di saat ini. Penelitian ini bersifat kajian pustaka, dengan pendekatan deskriptif kualitatif tanpa menggunakan angka. Dan juga menggunakan metode analisa dalam melakukan analisa terhadap data yang ada yakni meneliti konsep pemikiran beserta definisi, maupun model pendidikan Islam, tujuan pendidikan Islam dan bentuk atau sistem pendidikan Islam. Penelitian ini menghasilkan bahwa konsep pemikiran KH. Abdurrahman Wahid tentang pendidikan Islam yang dianggap dapat menjadikan pendidikan Islam klasik tetap berjalan dengan perkembangan zaman saat ini adalah Pendidikan Islam wajib merelevansikan antara nilai tradisional dan modern, pendidikan wajib dilakukan modernisasi serta pendidikan wajib mendahulukan penanaman nilai akhlaq atau etika terhadap generasi penerus bangsa dan agama. This study reveals the concept of Islamic education in the style of KH. Abdurrahman Wahid in providing a model of Islamic education that can develop and in accordance with the conditions and situations of the era that has undergone many developments. Classical Islamic education is considered by some to be no longer relevant if it is still used in its original form, so it needs a new breakthrough in packaging that still makes classical Islamic education work in the current era of developments. This research is a literature review, with a qualitative descriptive approach without using numbers. And also using analytical methods in analyzing existing data, namely examining the concept of thought along with definitions, as well as models of Islamic education, the goals of Islamic education and the form or system of Islamic education. This study resulted that the concept of thinking KH. Abdurrahman Wahid regarding Islamic education which is considered to be able to make classical Islamic education continue to run with the current developments is that Islamic education is required to be relevant between traditional and modern values, education must be modernized and education must prioritize the cultivation of moral or ethical values ​​for the next generation of the nation and religion.
Inovasi Produk Dan Pengembangan Label Halal Dalam  Meningkatkan Daya Saing Ekonomi Syariah Bayu Priyadi; Muhammad Danil Sultara; Eka Afrialia Putri; Valina Dewi Sekar M; Junita Sari; Aulia Intan Zahra; Muhammad Arifudin; Havid Jibril
Journal of Economics and Business Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Economics and Business
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/econis.v3i1.510

Abstract

The Islamic economy, as a vital pillar of Indonesia's economic landscape, continues to grow alongside increasing consumer awareness of halal products. Product innovation and the development of halal certification labels are strategic keys to enhancing the competitiveness of Islamic economy products in both domestic and global markets. This article discusses how halal product innovation, integrating technology and quality standards, along with strengthening halal certification and labeling, can expand market share, boost consumer trust, and drive sustainable growth in the Islamic economy. The study employs a literature review of various research and reports. The findings indicate that halal product innovation combined with the development of halal labels plays a significant role in improving business competitiveness, expanding market access, and supporting sustainable growth of the Islamic economy.   ABSTRAK Ekonomi syariah sebagai salah satu pilar penting dalam perekonomian Indonesia terus berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk halal. Inovasi produk dan pengembangan label halal menjadi kunci strategis dalam meningkatkan daya saing produk syariah di pasar domestik maupun global. Artikel ini membahas bagaimana inovasi produk halal yang mengintegrasikan teknologi dan standar kualitas serta penguatan sertifikasi dan label halal dapat memperluas pangsa pasar, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan mendorong pertumbuhan ekonomi syariah. Metode kajian menggunakan telaah literatur dari berbagai penelitian dan laporan terkait. Hasilnya menunjukkan bahwa inovasi produk halal yang disertai pengembangan label halal berperan signifikan dalam meningkatkan daya saing usaha, memperluas akses pasar, dan mendukung pertumbuhan ekonomi syariah secara berkelanjutan.
KONSEP PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM KH. ABDURRAHMAN WAHID DALAM MENGHADAPI PERKEMBANGAN ERA MODERN: KONSEP PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM KH. ABDURRAHMAN WAHID Muhammad Arifudin; Achmad Nasrulloh
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 9 No. 2 (2023): INOVATIF September 2023
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v9i2.326

Abstract

Penelitian ini, mengungkap pemikiran konsep pendidikan Islam ala KH. Abdurrahman Wahid dalam memberikan model pendidikan Islam yang dapat berkembang dan sesuai dengan kondisi serta situasi era yang sudah mengalami banyak perkembangan. Pendidikan Islami klasik dipandang oleh sebagian kalangan tidak lagi relevan jika tetap digunakan pada bentuk aslinya, sehingga perlu terobosan baru dalam kemasan yang tetap menjadikan pendidikan Islam klasik bisa berjalan dengan era perkembangan yang terjadi di saat ini. Penelitian ini bersifat kajian pustaka, dengan pendekatan deskriptif kualitatif tanpa menggunakan angka. Dan juga menggunakan metode analisa dalam melakukan analisa terhadap data yang ada yakni meneliti konsep pemikiran beserta definisi, maupun model pendidikan Islam, tujuan pendidikan Islam dan bentuk atau sistem pendidikan Islam. Penelitian ini menghasilkan bahwa konsep pemikiran KH. Abdurrahman Wahid tentang pendidikan Islam yang dianggap dapat menjadikan pendidikan Islam klasik tetap berjalan dengan perkembangan zaman saat ini adalah Pendidikan Islam wajib merelevansikan antara nilai tradisional dan modern, pendidikan wajib dilakukan modernisasi serta pendidikan wajib mendahulukan penanaman nilai akhlaq atau etika terhadap generasi penerus bangsa dan agama. This study reveals the concept of Islamic education in the style of KH. Abdurrahman Wahid in providing a model of Islamic education that can develop and in accordance with the conditions and situations of the era that has undergone many developments. Classical Islamic education is considered by some to be no longer relevant if it is still used in its original form, so it needs a new breakthrough in packaging that still makes classical Islamic education work in the current era of developments. This research is a literature review, with a qualitative descriptive approach without using numbers. And also using analytical methods in analyzing existing data, namely examining the concept of thought along with definitions, as well as models of Islamic education, the goals of Islamic education and the form or system of Islamic education. This study resulted that the concept of thinking KH. Abdurrahman Wahid regarding Islamic education which is considered to be able to make classical Islamic education continue to run with the current developments is that Islamic education is required to be relevant between traditional and modern values, education must be modernized and education must prioritize the cultivation of moral or ethical values ​​for the next generation of the nation and religion.