Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Tradisi Arak-Arakan Si Muntu dan Strategi Pengembangannya dalam Perspektif Kepariwisataan di Sumatera Barat Saaduddin Saaduddin; Sherli Novalinda; Dede Pramayoza; Fresti Yuliza
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 9, No 1 (2023): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v9i1.424

Abstract

Penelitian ini mengambil objek tradisi arak-arakan Si Muntu yang terdapat di Sumatera Barat. Tradisi Arak-arakan Si Muntu umumnya merupakan sebagai sarana kolektif masyarakat yang merupakan bagian dari alek Nagari atau upacara adat.Tradisi Arak-arakan Si Muntu memiliki potensi yang begitu besar dalam pengembangannya. Penelitian ini bertujuan menemukan dan memetakan potensi tradisi arak-arakan Si Muntu dalam perspektif kepariwisataan berkelanjutan. Menggunakan analisis secara deskriptif dari data-data kepustakaan yang didapatkan, maka dapat digambarkan potensi pemetaan tersebut yang memiliki relasi terhadap ekosistem industri kreatif. Antaralain, tradisi arak-arakan Si Muntu memiliki potensi sebagai pengembangan pariwisata, penghasil sumber ekonomi, dan memiliki peluang dalam pengembangan industry kreatif.
Pengembangan Seni Pertunjukan untuk Pembangunan Nagari Pariwisata: Studi Kasus Festival Pasa Harau Yuliza, Fresti; Hafid, Fauziah Sri Andria; Emely, Bamy
Journal of Tourism Sciences, Technology and Industry Vol 3, No 1 (2024): JTSTI-Journal of Tourism Science, Technology and Industry
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jtsti.v3i1.4412

Abstract

This article is intended to describe the development of performing arts in the tourism industry, with the material object of study being the Pasa Harau Festival in the Harau Valley, 50 Kota Regency, West Sumatra. Using the involved observation method and descriptive analysis approach, this paper describes the following: background; process; and the results of the development of performing arts for tourism purposes in that location. Research shows that tourism development in Nagari Harau is the basis for nagari development in general, because tourism is the greatest potential it has. The development of performing arts is an effort to complement the existing tourist attractions, namely natural beauty. This need then brought together various stakeholders who were then institutionalized into the Harau Valley Community and the Bintang Harau Learning Studio. The forms of performing arts development that are carried out produce works in the form of creative dances and popular musical art performances. These various works are displayed in two designed programs. Musical works are displayed through a program called Haraukustik; while contemporary performing arts are accommodated in a program called Harau Performing Arts (HarPa).
Pengembangan Tari Tradisional Sebagai Tari Kreasi untuk Atraksi Pariwisata Budaya Yuliza, Fresti
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 8, No 1 (2024): Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bcdk.v8i1.3799

Abstract

Artikel ini membahas mengenai pengembangan tari tradisional sebagai bahan dalam pengembangan tari kreasi baru dengan tujuan akhir sebagai atraksi pariwisata budaya. Tujuannya untuk merekomendasikan formula pengembangan tari kreasi dalam dunia pariwisata budaya, yang dewasa ini lazim dinamakan sebagai tari wisata atau pariwisata tari. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian kualitatif dengan data data utama dari berbagai referensi menggunakan metode studi literatur, yang dibandingkan data temuan lapangan yang didapatkan melalui metode diskusi kelompok terpumpun (FGD). Penelitian berangkat dari teori seni pariwisata RM Soedarsono (1999). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan tari kreasi sebagai atraksi pariwisata dapat dilakukan dengan memperhatikan unsur-unsur koreografi dengan beberapa penyesuaian yang menyesuaikan dengan kebutuhan atraksi pariwisata antara lain berupa gerak, musik, kostum yang relatif lebih ringan jika dibandingkan dengan tari kreasi pada umumnya, apalagi jika dibandingkan dengan unsur-unsur tari tradisional.
Festival Teater Sebagai Sumber Data Bagi Investigasi Perkembangan Dramaturgi: Sebuah Studi Awal Efendi, Leni; Yuliza, Fresti; Pramayoza, Dede
Creativity And Research Theatre Journal Vol 7, No 1 (2025): Creativity And Research Theatre Journal (CARTJ)
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/cartj.v7i1.5761

Abstract

Artikel ini membahas tentang festival teater sebagai suatu sumber kajian atas sejarah perkembangan dramaturgi. Tujuannya adalah menyediakan kerangka dasar untuk studi tentang peran festival teater dalam perkembangan dramaturgis teater kontemporer di berbagai daerah di Indonesia, khususnya Sumatera Barat di masa yang akan datang. Pembahasan dilakukan dengan membandingkan antara sejarah perkembangan dramaturgi dunia yang tampak melalui penyelenggaraan berbagai festival teater dengan perkembangan dramaturgi teater kontemporer yang tampak melalui berbagai festival teater di Indonesia. Menggunakan metode studi pustaka, data digali dari berbagai sumber tertulis, yang dianalisis secara deskriptif interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan peran festival teater signifikan dalam membentuk dan menjadi pemicu perkembangan dramaturgi, dimulai dengan mendorong pertumbuhan naskah lakon baru, lahirnya konsep pementasan teater yang baru, dan secara keseluruhan juga mendorong konsep dramaturgi yang lebih kontektual dan relevan pada masing-masing periode.
Analisis Peran Bahasa Asing dalam Profesi Pemandu Wisata di Era Globalisasi Hafid, Fauziah Sri Andria; Alvira, Idea; Yuliza, Fresti
Journal of Tourism Sciences, Technology and Industry Vol 4, No 1 (2025): JTSTI-Journal of Tourism Science, Technology and Industry
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jtsti.v4i1.5604

Abstract

This study explores the significance of foreign language proficiency in enhancing the professionalism of tour guides in the era of globalization. Mastery of foreign languages—particularly English—is a fundamental skill required to establish effective communication with international tourists, improve service quality, and enhance the competitiveness of tourism destinations. This research adopts a qualitative descriptive approach through literature review based on relevant academic sources. The findings indicate that language proficiency not only facilitates interaction but also plays a vital role in shaping tourists’ positive perceptions of destinations and enriching their overall experience. Nevertheless, several challenges remain, including limited access to continuous training, regional disparities in human resource development, and insufficient intercultural communication skills. Consequently, structured and collaborative strategies are necessary—particularly those involving government, educational institutions, and tourism stakeholders—to develop foreign language competencies. Integrating cultural understanding and digital technology into training is recommended as a solution to the challenges posed by globalization in the tourism sector.