Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Relationship Between Hardiness And Career Adaptability Of Vocational Students Abdul Hadi; Eka Aryani; Anifa Tuzzuhroh Nurbaiti
Coution : journal of counseling and education Vol 5 No 1 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i1.1777

Abstract

Vocational education is education that prepares students to be able to work in certain situations in certain fields. In line with the goals of vocational education, it places more emphasis on practice, especially career adaptability. However, there are several obstacles related to this ability, including: students do not understand future career decisions, lack confidence in making job decisions according to their talents, one of which is related to career adaptability. This research is correlational research regarding the relationship between hardiness abilities and vocational school students' career adaptability abilities. The sample in the research was simple random sampling, totaling 40 vocational school students. The data collection instrument used the hardiness and career adaptability scale instruments. The research results show that the correlation test between hardiness (X) and career adaptability (Y) is 0.912 with sig. = 0.000 (p<0.01). In conclusion, there is a significant relationship between these two variables. This can be seen in the aspects of control, commitment and challenge. In line with these results, it means that the higher the student's hardiness, the higher their career adaptability will also be. Apart from that, career adaptability and hardiness are able to make individuals develop and control the situations they face.
Coping Proaktif Mahasiswa Dalam Mengerjakan Tugas Akhir Ray Rido Imanuel Sembiring; Eka Aryani
Coution : journal of counseling and education Vol 5 No 2 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i2.2647

Abstract

Sebagian mahasiswa semester akhir pada lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Mercu Buana Yogyakarta sering kali mengeluh perihal kesulitan mengerjakan tugas akhir. Penelitian ini bertujuan mengetahui coping proaktif mahasiswa dalam mengerjakan tugas akhir di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 98 mahasiswa dan jumlah sampel 49 mahasiswa melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa coping proaktif mahasiswa dalam mengerjakan tugas akhir yaitu dilihat dari 13 aspek coping proaktif yaitu aspek keaktifan 8,53%, aspek mencari dukungan sosial bersifat emosional 7,72%, aspek penindasan aktivitas bersaing 8,04%, aspek positif penafsiran ulang dan pertumbuhan 7,44%, aspek penerimaan 8,60%, aspek kontrol diri 7,69%, aspek mencari dukungan sosial bersifat instrumental 7,69%, aspek pelepasan perilaku 7,45%, aspek religiusitas 7,85%, aspek perencanaan 8,57%, aspek fokus dan pelampiasan emosi 5,96%, aspek penolakan 6,90%, aspek pelepasan mental 7,57%. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa aspek coping proaktif mahasiswa dalam mengerjakan tugas akhir paling besar dalam penelitian ini yaitu aspek penerimaan sedangkan aspek paling rendah ada pada aspek fokus dan pelampiasan emosi.
Regulasi Emosi Mahasiswa Dalam Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi Covid -19 Di Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Mercu Buana Yogyakarta Afifah Afifah; Eka Aryani
Coution : journal of counseling and education Vol 4 No 2 (2023): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v4i2.995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui regulasi emosi mahasiswa dalam pembelajaran daring pada masa pandemi covid -19 di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Agar mahasiswa mampu meregulasi emosinya selama pembelajaran daring. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 5 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Untuk mengukur keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi sumber, triangulasi metode dan triangulasi waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek sulit meregulasi emosi selama pembelajaran daring. Dampak dari subjek yang sulit meregulasi emosi tersebut diantaranya adalah sulit mengontrol emosi yang ditunjukkan dengan subjek sering marah- marah, berteriak, berkata kasar sendiri, memukul tembok, melempar barang, berkata kotor dan berdiam diri di kamar. Banyak faktor yang mempengaruhi subjek sulit mengontrol emosi selama pembelajaran daring karena banyak masalah yang dihadapi, diantaranya sulit mengatur waktu antara kuliah dan kerja, pola fikir negatif dan selalu overthingking serta kurang mengerti penjelasan dari dosen sehingga melalaikan tugasnya.
Hubungan antara Konformitas Teman Sebaya dan Asertivitas dengan Perilaku Merokok pada Siswa di SMPN 2 Sleman Eka Aryani
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 2 No. 1 (2019): Juni
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v2i1.4758

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara konformitas teman sebaya dan asertivitas dengan perilaku merokok di SMP N 2 Sleman. Metode penelitian menggunakan pendekatan korelasional. Subjek penelitian berjumlah 247 siswa SMP N 2 Sleman. Instrumen penelitian dengan skala konformitas teman sebaya (35 item dan α= 0,879), skala asertivitas (45 item dan α=0,890), dan skala perilaku merokok (41 item dan α= 0,891). Uji hipotesis dengan rumus product moment dan ANOVA yang sebelumnya diawali dengan uji normalitas (0,125, 0,462, dan 0,164 > 0,05), uji linearitas (0,176 dan 0,817 > 0,05). Hasil penelitian korelasi ganda menunjukkan nilai Fhitung (76,677) > Ftabel (3,04). Artinya, ada hubungan yang signifikan antara konformitas teman sebaya dan asertivitas dengan perilaku merokok.  Nilai tersebut didukung dengan nilai koefisien determinan sebesar 0,386, artinya besarnya sumbangan efektif yang diberikan variabel konformitas teman sebaya dan variabel asertivitas terhadap perilaku merokok adalah sebesar 38,6%, sedangkan sisanya 61,4% dipengaruhi oleh faktor lain. Kata Kunci: Konformitas Teman Sebaya; Asertivitas; Perilaku Merokok.
PENGUATAN KAPASITAS PENDIDIK MELALUI PELATIHAN KECERDASAN BUATAN UNTUK PENCEGAHAN CYBERBULLYING Putri Taqwa Prasetyaningrum; Eka Aryani; Ozzi Suria; Salleh Amat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39621

Abstract

Abstrak: Perkembangan interaksi digital siswa meningkatkan risiko cyberbullying dan menuntut kesiapan pendidik dalam mengenali, mencegah, serta merespons kasus secara tepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pendidik melalui pelatihan kecerdasan buatan (AI), literasi digital, etika digital, dan simulasi pencegahan cyberbullying. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory action melalui tiga tahap, yaitu asesmen kebutuhan, pelatihan hibrida, serta pendampingan dan evaluasi. Mitra kegiatan adalah 30 pendidik tingkat SMP/SMA. Evaluasi dilakukan melalui observasi, umpan balik kualitatif, serta pre-test dan post-test berisi 15 butir pertanyaan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 54,3% menjadi 85,7%, atau meningkat 31,4 poin persentase. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap etika penggunaan AI, perlindungan data, dan strategi pendampingan siswa. Program ini menunjukkan bahwa pelatihan AI berbasis praktik dapat memperkuat kesiapan sekolah dalam membangun ekosistem digital yang aman.Abstract: The rapid growth of students’ digital interaction increases the risk of cyberbullying and requires educators to recognize, prevent, and respond to cases appropriately. This community service program aimed to strengthen educators’ capacity through training on Artificial Intelligence (AI), digital literacy, digital ethics, and cyberbullying prevention simulations. The activity applied a participatory action approach through three stages: needs assessment, hybrid training, and mentoring with evaluation. The partners were 30 junior and senior high school educators. Evaluation was conducted through observation, qualitative feedback, and pre- and post-tests consisting of 15 items. The results showed that the average score increased from 54.3% to 85.7%, representing a 31.4 percentage-point improvement. Participants also demonstrated stronger awareness of ethical AI use, data protection, and student support strategies. The program indicates that practice-oriented AI training can strengthen school readiness to build safer digital learning ecosystems.
EDUKASI KESEHATAN MENTAL BAGI PENERIMA PKH SEBAGAI UPAYA MEMPERKUAT KEHARMONISAN KELUARGA Eka Aryani; Fajar Sujud Raharjo; Siti Fadhiilah Novianti; Hesti Dian Pratiwi; Yasinta Barek Hayon; Maria Elisabeth Woy; Baso Rahmat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38535

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama yang dihadapi keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Seyegan, Sleman adalah minimnya pemahaman mengenai kesehatan mental yang berdampak pada keharmonisan keluarga. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan tentang kesehatan mental keluarga, pengenalan gejala, strategi penyelesaian masalah, serta langkah pencegahannya. Metode yang digunakan adalah pelatihan melalui sosialisasi, penyuluhan, dan simulasi. Kegiatan ini diikuti oleh 35 keluarga dengan rentang usia peserta 35-65 tahun. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang terdiri dari 20 butir pertanyaan untuk mengukur persentase peningkatan pemahaman peserta. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada semua indikator dengan rata-rata kenaikan 45%, yaitu sebesar 48% untuk pemahaman gejala gangguan mental, 53% untuk penguasaan strategi komunikasi dan penyelesaian masalah, serta 42% untuk pemahaman cara pencegahan. Disimpulkan bahwa pelatihan ini efektif meningkatkan wawasan dan kesiapan keluarga dalam menciptakan lingkungan rumah tangga yang harmonis. Rekomendasi untuk kegiatan selanjutnya adalah perlunya pendampingan berkelanjutan untuk memantau penerapan manajemen emosi di lingkungan keluarga.Abstract: The main problem faced by beneficiary families of the Family Hope Program (PKH) in Seyegan, Sleman is the lack of understanding regarding mental health which impacts family harmony. This community service aims to provide knowledge about family mental health, symptom recognition, problem-solving strategies, and prevention steps. The method used was training through socialization, counseling, and simulation. This activity was attended by 35 families with participants aged 35-65 years. Evaluation was conducted using a pre-test and post-test consisting of 20 questions to measure the percentage of participants' understanding improvement. The results showed a significant increase in all indicators with an average increase of 45%, specifically by 48% for understanding mental disorder symptoms, 53% for mastering communication and problem-solving strategies, and 42% for understanding prevention methods. It is concluded that this training is effective in improving family insight and readiness in creating a harmonious household environment. Recommendations for future activities include the need for continuous assistance to monitor the implementation of emotional management in the family environment.
PENGARUH TEKNIK KOMUNIKASI ASERTIF (I-STATEMENT) DALAM LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MEREDUKSI KONFLIK ORANG TUA-ANAK AKIBAT KECANDUAN GADGET Eka Aryani; Amelia Kristiana Dewi; Ayu Anggraini; Divani Tya Ayuningsih; Mardiani Pewali; Muhammad Dio Zidan Setyawan; Yani Lasahido; Zahra Afina Puteri Waton
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38689

Abstract

Abstrak: Penggunaan gadget pada anak usia dini yang mencapai 33,44% telah memicu peningkatan konflik orang tua-anak akibat pola komunikasi yang menghakimi (You-Message) serta ketergantungan perangkat elektronik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mereduksi konflik tersebut melalui penerapan teknik komunikasi asertif (I-Statement) dalam layanan bimbingan kelompok. Metode pelaksanaan melibatkan 25 peserta anggota Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Seyegan, Kabupaten Sleman, melalui tahapan penyuluhan materi "Kunci Keluarga Bahagia" serta simulasi pelatihan komunikasi asertif. Evaluasi efektivitas kegiatan diukur menggunakan instrument pre-test dan post-test dengan 10 butir pertanyaan yang mencakup aspek pemahaman komunikasi empati dan asertif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya keberhasilan yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman peserta, di mana rata-rata skor jawaban meningkat dari kategori rendah pada pre-test (skala 1-3) menjadi kategori tinggi pada post-test (skala 3-5). Berdasarkan analisis data, rata-rata skor poin meningkat dari 1,79 pada pre-test menjadi 4,11 pada post-test, yang menunjukkan persentase peningkatan pemahaman peserta sebesar 129,6%. Melalui bimbingan ini, peserta telah mampu mengidentifikasi dan mempraktikkan pola komunikasi sehat untuk mengatasi permasalahan anak yang sulit dinasehati akibat kecanduan gadget.Abstract: The use of gadgets in early childhood, which reached 33.44%, has triggered an increase in parent-child conflict due to judgmental communication patterns (You-Message) and dependence on electronic devices. This community service activity aims to reduce this conflict through the application of assertive communication techniques (I-Statement) in group guidance services. The implementation method involved 25 participants of the Family Hope Program (PKH) in Seyegan Village, Sleman, through the stages of counseling on the material "Keys to a Happy Family" and assertive communication training simulations. Evaluation of the effectiveness of the activity was measured using pre-test and post-test instruments with 10 questions covering aspects of understanding empathy and assertive communication. The results of the activity showed significant success in improving participant understanding, where the average answer score increased from the low category in the pre-test (scale 1-3) to the high category in the post-test (scale 3-5). Based on data analysis, the average point score increased from 1.79 in the pre-test to 4.11 in the post-test, which indicates a percentage increase in participant understanding of 129.6%. Through this guidance, participants have been able to identify and practice healthy communication patterns to overcome the problems of children who are difficult to advise due to gadget addiction.
Pemberdayaan OSIS melalui Participatory Action Research dalam Pengembangan Program Kesehatan Mental untuk Pencegahan Bullying pada Siswa Nur Sholehah Dian Saputri; Eka Aryani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25914

Abstract

ABSTRAK Fenomena perundungan (bullying) di lingkungan sekolah merupakan permasalahan serius yang berdampak pada kesehatan mental dan perkembangan sosial siswa. Diperlukan intervensi yang komprehensif dan partisipatif untuk mengatasi fenomena perundungan (bullying). Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) dalam mengembangkan program kesehatan mental guna mencegah bullying di SMA Negeri 1 Ngemplak. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang meliputi penyuluhan, pelatihan dan workshop yang diikuti oleh 30 anggota OSIS. Hasil kegiatan menunjukkan adanya pemahaman peserta mengenai bullying dan kesehatan mental, peningkatan keterampilan dasar konseling, serta kemampuan peserta dalam pembuatan program kerja yang mencegah bullying secara kontekstual dan aplikatif. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan rasa kepemilikan terhadap program dan komitmen bertanggung jawab dalam melaksanakannya. Dengan demikian, pendekatan Participatory Action Research (PAR) terbukti efektif dalam pemberdayaan siswa sebagai agen perubahan terciptanya lingkungan sekolah yang aman, suportif dan inklusif. Implikasi kegiatan ini menunjukkan perlunya dukungan berkelanjutan dari pihak sekolah untuk memastikan keberlanjutan program yang telah dikembangkan.  Kata Kunci: Participatory Action Research, Kesehatan Mental, Bullying, Pemberdayaan Siswa.  ABSTRACT The phenomenon of bullying in the school environment is a serious problem that impacts the mental health and social development of students. Comprehensive and participatory interventions are needed to address the phenomenon of bullying. This community service aims to empower the Intra-School Student Organization (OSIS) through a Participatory Action Research (PAR) approach in developing a mental health program to prevent bullying at SMA Negeri 1 Ngemplak. The method used was Participatory Action Research (PAR), which included counseling, training, and workshops attended by 30 OSIS members. The results of the activity showed participants' understanding of bullying and mental health, an increase in basic counseling skills, and the ability to create context- and application-appropriate work programs to prevent bullying. In addition, participants showed an increased sense of ownership of the program and a commitment to be responsible in implementing it. Thus, the Participatory Action Research (PAR) approach has proven effective in empowering students as agents of change in creating a safe, supportive, and inclusive school environment. The implications of this activity indicate the need for ongoing support from the school to ensure the sustainability of the program developed.  Keywords: Participatory Action Research, Mental Health, Bullying, Student Empowerment.