Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

STUDI EKSPLORASI PENYEBAB PUTUS SEKOLAH PADA SISWA-SISWI SEKOLAH DASAR DI DESA SRIMARTANI PIYUNGAN BANTUL YOGYAKARTA Laras, Palasara Brahmani
MEDIKONS Vol 5, No 1 (2019): MEDIKONS
Publisher : MEDIKONS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.73 KB)

Abstract

ABSTRAKPutus sekolah merupakan salah satu permasalahan pendidikan yang tak pernah berakhir. Masalah ini telah berakar dan sulit untuk dipecahkan penyebabnya, tidak hanya karena kondisi ekonomi, tetapi ada juga yang disebabkan oleh kekacauan dalam keluarga, dan lain-lain. Saat ini masih dijumpai anak-anak yang mengalami putus sekolah, terutama di bangku Sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab putus sekolah pada siswa-siswi sekolah dasar di Desa Srimartani Piyungan Bantul Yogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi dengan menggunakan tiga tahap yakni pralapangan,pekerjaan lapangan dan analisis data. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Srimartani. Subjek penelitian yaitu anak usia sekolah dasar yang mengalami putus sekolah di SD. Pengumpulan data yang dilakukan peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur dan mendalam. Wawancara yang digali meliputi identitas subjek, latar belakang keluarga, lingkungan sosial dan minat anak dalam menempuh pendidikan. Keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dengan teknik analisis data interactive model tiga langkah yakni reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian mengenai penyebab putus sekolah dalam penelitian eksplorasi ini menghasilkan adanya faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi anak mengalami putus sekolah. Faktor internal penyebab putus sekolah adalah rasa malas karena beberapa penyebab, antara lain karena malu dengan ejekan teman, keinginan untuk bekerja, dan kesulitan dalam mengikuti pelajaran sekolah. Faktor eksternal penyebab putus sekolah karena paham orang tua yang kurang mengerti pentingnya pendidikan untuk kelanjutan masa depan anak dan lingkungan keluarga yang tidak mendukung dalam proses pendidikan lanjut. Kata Kunci: Putus Sekolah, Sekolah Dasar 
IDENTIFICATION OF WORK BURNOUTS IN EDUCATION STAFF MERCU BUANA UNIVERSITY YOGYAKARTA Palasara Brahmani Laras; Eka Aryani; Abdul Hadi
Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpbk.v6i2.13918

Abstract

This study aims to identify the level of work burnout among educational staff at Mercu Buana University Yogyakarta. Apart from that, this research also identifies the things underlying the work burnout so that follow-up can be done regarding the results obtained. This research method is a survey method. The subjects of this study were all educational staff in the work unit at Mercu Buana University Yogyakarta. Data analysis was performed using a quantitative descriptive approach with percentage techniques. The results of this study indicate that the educational staff at Mercu Buana University Yogyakarta with a percentage value of 92.45% in the "Low" category and with a percentage value of 7.55% in the "Medium" category.Keywords: Work Burnout, Education Staff, Identify
Developing Moral Reason Through Personal Guidance Palasara Brahmani Laras; Juntika Nurihsan; Mamat Supriatna
PSIKOPEDAGOGIA Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 1: June 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/psikopedagogia.v8i1.17896

Abstract

The study aims to know the effectiveness of personal guidance to develop moral reasoning. This research method used a quasi-experimental with a non-equivalent pretest-posttest control group design. Data collection used a moral reasoning questionnaire covering aspects of compliance, truth, and justice. The research sample consisted of 66 students of class VIII SMP N 2 Ciledug. The sampling technique used purposive sampling. The results showed that personal guidance was effective in developing students' moral reasoning. The benefits of the results of this study can be used as a basis for consideration in developing guidance and counseling service programs, especially in developing personal guidance services in improving adolescent moral reasoning.
Profil Penalaran Moral Peserta Didik Kelas VIII di SMP Negeri 2 Ciledug, Kab. Cirebon Palasara Brahmani Laras
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 2, No 2 (2019): Desember
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v2i2.5810

Abstract

Penalaran moral sebagai kemampuan kognitif individu dalam menimbang atau merespon suatu keputusan untuk menentukan sebuah tindakan. Penalaran moral menjadi prediktor perilaku kenakalan remaja, semakin rendah penalaran moral remaja, semakin tinggi perilaku kenakalannya. Menurut Kohlberg mengemukakan meskipun banyak faktor yang menimbulkan kenakalan remaja, tetapi tingkatan penalaran moral yang tinggi sekurang-kurangnya dapat berfungsi sebagai penghambat perilaku kenakalan. Oleh karena itu, untuk menemukan perilaku moral yang sebenarnya dapat ditelusuri memalui penalaran moralnya. Dalam rangka mengembangkan penalaran moral peserta didik, diperlukan strategi bimbingan dan konseling yang dirancang secara komprehensif, memenuhi kebutuhan siswa dan terandalkan melalui proses pengujian ilmiah. Agar peserta didik dapat meningkatkan penalaran moralnya secara efektif maka perlu dicari tahu terlebih dahulu gambaran atau profil dari tahapan penalaran moral peserta didik untuk selanjutnya disusun rancangan kegiatan bimbingan yang terencana, terorganisasi dan terkoordinasi selama periode waktu tertentu di sekolah.
Pengembangan Komik Edukatif tentang Dampak Pacaran pada Remaja Palasara Brahmani Laras
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 2, No 1 (2019): Juni
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v2i1.4748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media komik edukatif tentang dampak pacaran pada remaja kelas 8 Sekolah Menengah Pertama. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (RnD). Prosedur penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi desain, 5) revisi desain, 6) uji coba produk, 7) revisi produk, 8) uji coba pemakaian, 9) revisi produk, 10) produksi masal. Komik edukatif dikembangan sebagai salah satu alternatif media dalam proses layanan Bimbingan dan Konseling. Hasil uji validasi desain meliputi uji validasi ahli materi sebesar 78,12%, hasil uji validasi ahli media sebesar 91,18%, dan hasil uji validasi ahli layanan bimbingan dan konseling sebesar 100%. Tahap selanjutnya adalah tahap uji coba lapangan utama dengan subjek 10 siswa dengan hasil sebesar 86,67%, dan tahap uji coba lapangan operasional dengan subjek 30 siswa sebesar 89,35%. Berdasarkan hasil uji penilaian tersebut komik edukatif ini dapat dikategorikan “sangat baik” dengan rentang nilai 75–100 yang menjadi kriteria patokan dalam penilaian pengembangan ini. Dengan demikian hasil temuan komik edukatif tentang dampak pacaran pada remaja yang telah diuji cobakan pada siswa kelas 8 Sekolah Menengah Pertama dikategorikan layak digunakan sebagai media dalam pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling. Kata Kunci: Komik Edukatif; Layanan Informasi; Pacaran Remaja.
Pengembangan Instrumen Dokumentasi Catatan Potensi Siswa Berdasarkan Manajemen Risiko dalam ISO 9001:2015 Arie Purwanto; Palasara Brahmani Laras
Indonesian Journal of Educational Counseling Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/001.202042.127

Abstract

DEVELOPMENT OF INSTRUMENTATION DOCUMENTATION OF POTENTIAL STUDENTS BASED ON RISK MANAGEMENT IN ISO 9001: 2015. This dedication is based on the devotion in the documentation of students' potential risks. The purpose of this service is to help teachers, especially guidance and counseling teachers, be able to measure and document the potential risks experienced by their students. In addition, this instrumen was deliberately developed so that it is expected to be able to make a positive contribution to the teacher in designing classroom learning. By using this instrumen teachers are expected to also be able to choose and use learning models that are in accordance with the results of the analysis that has been done. From the service that has been done, it is obtained that 92% of teachers strongly agree with the holding of this service activity. Further analysis shows that there is a real difference in understanding between before and after with a p-value of 0.00 with a correlation between the differences of 0.816. It can be said that assistance is effective in answering partner problems.
STUDI EKSPLORASI PENYEBAB PUTUS SEKOLAH PADA SISWA-SISWI SEKOLAH DASAR DI DESA SRIMARTANI PIYUNGAN BANTUL YOGYAKARTA Palasara Brahmani Laras
MEDIKONS Vol 5 No 1 (2019): MEDIKONS
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPutus sekolah merupakan salah satu permasalahan pendidikan yang tak pernah berakhir. Masalah ini telah berakar dan sulit untuk dipecahkan penyebabnya, tidak hanya karena kondisi ekonomi, tetapi ada juga yang disebabkan oleh kekacauan dalam keluarga, dan lain-lain. Saat ini masih dijumpai anak-anak yang mengalami putus sekolah, terutama di bangku Sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab putus sekolah pada siswa-siswi sekolah dasar di Desa Srimartani Piyungan Bantul Yogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi dengan menggunakan tiga tahap yakni pralapangan,pekerjaan lapangan dan analisis data. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Srimartani. Subjek penelitian yaitu anak usia sekolah dasar yang mengalami putus sekolah di SD. Pengumpulan data yang dilakukan peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur dan mendalam. Wawancara yang digali meliputi identitas subjek, latar belakang keluarga, lingkungan sosial dan minat anak dalam menempuh pendidikan. Keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dengan teknik analisis data interactive model tiga langkah yakni reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian mengenai penyebab putus sekolah dalam penelitian eksplorasi ini menghasilkan adanya faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi anak mengalami putus sekolah. Faktor internal penyebab putus sekolah adalah rasa malas karena beberapa penyebab, antara lain karena malu dengan ejekan teman, keinginan untuk bekerja, dan kesulitan dalam mengikuti pelajaran sekolah. Faktor eksternal penyebab putus sekolah karena paham orang tua yang kurang mengerti pentingnya pendidikan untuk kelanjutan masa depan anak dan lingkungan keluarga yang tidak mendukung dalam proses pendidikan lanjut. Kata Kunci: Putus Sekolah, Sekolah Dasar 
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENDIDIKAN INKLUSI Abdul Hadi; Palasara Palasara Brahmani Laras
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

ABSTRACT Dynamics The development of national education leads to the model of inclusive education. Schools as educational institutions that accept children with special needs and are able to facilitate education services in accordance with the physical and psychological aspects of students. The role of Teacher Guidance and Counseling is carried out to carry out services in inclusive education, including identifying sources that support inclusive education, compiling instruments for measuring the success of implementing inclusive education, making changes or improving programs based on the results of assessment of inclusive education. in order to achieve development and optimism in the education process. Keyword: Role of Teacher Guidance and Counseling, Inclusive Education
PELATIHAN PSIKOEDUKASI UNTUK MEREDUKSI STRES AKADEMIK PESERTA DIDIK Palasara Brahmani Laras; Eka Aryani; Luky Kurniawan; Natri Sutanti; Salleh Amat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.791 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6138

Abstract

Abstrak Perubahan kegiatan pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran online selama masa pandemic menyebabkan berbagai permasalahan penyesuaian baik bagi guru maupun peserta didik. Stres akademik pada peserta didik tidak dapat dihindarkan sehingga guru bimbingan dan konseling (BK) dituntut untuk bisa memberikan dukungan yang tepat agar peserta didik dapat belajar secara optimal. Perlu adanya pelatihan untuk guru dan praktisi BK untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya dengan pelatihan psikoedukasi untuk mereduksi stres akademik. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru BK khususnya tentang konsep, gejala, faktor penyebab dan dampak stres akademik serta bagaimana cara menerapkan self-instruction untuk mereduksi stres akademik. Pelatihan ini dilakukan selama dua hari yang terdiri dari sesi pemaparan materi, praktik, penugasan dan diskusi. Peserta terdiri dari guru, mahasiswa dan praktisi BK yang berasal dari Indonesia dan Malaysia sebanyak 122 peserta. Peserta menunjukan peningkatan sebesar 27% pada kemampuan analisis gejala stress akademik dan peningkatan sebesar31% pada kompetensi merancang program psikoedukasi untuk peserta didik. Abstract: The change in face-to-face learning activities to online learning during the pandemic caused various adjustment problems for both teachers and students. Academic stress on students cannot be avoided so that guidance and counseling (GC) teachers are required to be able to provide appropriate support to their students. There is a need for training for GC teachers to overcome these problems, one of which is psychoeducational training to reduce academic stress. This training aims to improve the understanding of GC teachers, especially about the concepts, symptoms, causes and effects of academic stress and how to apply self-instruction to reduce academic stress. This training was carried out for two days consisting of presentation sessions, practice, assignments and discussions. Participants consisted of teachers, students and counseling practitioners from Indonesia and Malaysia (N=122 participants). Participants showed an increase of 27% in the ability to analyze symptoms of academic stress and a 31% increase in the competence to design psychoeducational programs for students.
Teknik Sosiodrama Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Pada Siswa Eka Aryani; Palasara Brahmani Laras
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v6i2.2142

Abstract

The research is based on the social skills of the X grade students of SMA Insan Cendekia which are quite low. This study aims to improve the social skills of class X students of SMA Insan Cendekia through sociodrama techniques. This research uses the type of action research (action research). The type of action taken is a sociodrama technique. Data collection methods used are scale and observation. The research instrument used a social skills scale and observation guidelines. The data analysis used in this research is quantitative and qualitative data analysi. The results showed that sociodrama could improve the social skills of class X students of SMA Insan Cendekia. The pre-action was carried out by spreading the scale, the data obtained, the students' social skills were still low with an average pre-test score of 116.38. In the first sociodrama, the average score of post-test I of students increased to 135.18 in the medium category. In the second sociodrama, the average post-test II score of students increased to 161.68 in the high category but had not yet reached the target. In the third sociodrama, the average post-test III score of students increased to 174.28 in the high category and had reached the target. These results were also strengthened by observations of subjects who showed increased social skills from the pre-test which was indicated by students being able to express opinions aloud, able to manage emotions well, able to get along with all friends, and be able to behave assertively.