Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENCIPTAKAN GENERASI PEMUDA PEMUDI MUSLIM DALAM MENCIPTAKAN PELUANG USAHA KECIL DAN MENENGAH DALAM KONDISI WABAH COVID 19 DI YAYASAN AL IKHWANIA CINTA YATIM & DHUA’FA CABANG PAMULANG BARAT Pangaribuan, Hasundungan; Agusentoso, Randhy; Sulistiawati, Sinta; Wardani, Windy Gustia
Jurnal Abdimas Tri Dharma Manajemen Vol. 1 No. 3 (2020): ABDIMAS Agustus 2020
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/ABMAS.v1i3.p111-120.y2020

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan salah satu komponen dalamTridharma Perguruan Tinggi. Oleh karena setiap dosen memiliki kewajiban untukmelakukan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian yang dilakukan dalam proposalini adalah pelatihan menciptakan peluang usaha kecil dan menengah dalam kondisiwabah Covid 19 di Panti Asuhan Ikhwaniyah Cinta Yatim dan Dhuafa CabangPamulang Barat. Oleh karena itu pengabdian ini berfokus pada pelatihan menciptakanpeluang usaha kecil dan menengah dalam kondisi wabah Covid 1.Selain itu, kegiatan pengabdian ini juga memiliki tujuan untuk mendukungprogram pemerintah untuk mengatasi permasalahan ekonomi nasional dikarenakandampak wabah Covid 19. Adapun sasaran pada pengabdian masyarakat ini adalahwarga di ponpes dalam rangka peningkatan masyarakat mandiri di Panti AsuhanIkhwaniyah Cinta Yatim dan Dhua’fa Cabang Pamulang Barat. Program pengabdianini dilaksanakan selama kurun waktu 3 hari.Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pelatihan dan jugapendampingan tentang menciptakan peluang usaha kecil dan menengah. Hasilpengabdian ini menunjukkan bahwa warga ponpes sangat antusias mengikuti pelatihanini. Lebih lanjut, dengan dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini, masyarakatkhususnya warga ponpes memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang usaha kecildan menengah dalam kondisi wabah Covid 19. Selain itu, kegiatan ini juga mampumemberikan dukungan agar ponpes terhindar dari pihak pihak yang tidak diinginkan.Untuk kegiatan pengabdian selanjutnya diharapkan mampu memberikanpelatihan yang berkelanjutan yang memicu semangat warga ponpes untukmenghasilkan pendapatan sendiri demi meningkatkan kesejahteraan kehidupan wargaponpes.Kata kunci : Menciptakan peluang usaha; Unit Usaha; Kapasitas; Pondok Pesantren
Pendidikan Kesehatan Dalam Meningkatkan Pengetahuan Siswa SMKN 1 Cisarua Tentang Pencegahan Pneumonia Haryanto, Mokhamad Sandi; Manumara, Theophylia Melisa; Agustin, Tiara Nur; Azahra, Shearlie Sriayu Diah; Anggraeni, Marcela; Ningsih, Sintia Dian; Afdillah, Hillya Surya; Ramadani, Reiva Nur; Susilawati, Susilawati; Ramadhani, Reggy; Sulistiawati, Sinta
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/kgdf2s63

Abstract

Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan yang sebenarnya dapat dicegah, namun masih menjadi penyebab tingginya angka morbiditas pada anak-anak dan remaja oleh karena itu, kegiatan pendidikan kesehatan yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Cisarua dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pneumonia, memperkuat kemampuan mereka dalam mengenali gejala awal, serta membentuk perilaku pencegahan yang tepat dan berkelanjutan melalui pendekatan yang interaktif dan praktis. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif untuk menyampaikan konsep dasar dan mekanisme penularan, demonstrasi etika batuk dan bersin untuk praktik langsung, serta diskusi kelompok mengenai penyebab, tanda klinis, faktor risiko, dan langkah pencegahan seperti vaksinasi, kebersihan tangan, dan ventilasi ruang; media edukasi berupa presentasi visual dan leaflet disediakan agar informasi mudah diulang di rumah dan dibagikan kepada keluarga. Evaluasi dilakukan melalui sesi tanya jawab terstruktur dan observasi keterlibatan siswa selama kegiatan, termasuk penilaian terhadap pemahaman dan praktik etika pernapasan, dan hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang pneumonia, perubahan sikap menuju perilaku hidup bersih terkait kesehatan pernapasan, serta kesiapan siswa untuk merespons gejala awal dan melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan bila diperlukan, sehingga program ini menegaskan bahwa pendidikan berbasis sekolah merupakan strategi efektif untuk menurunkan risiko pneumonia di masyarakat dan layak dikembangkan secara berkelanjutan.
Personal Hygiene Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Reproduksi pada Remaja Sma Cipta Mandiri Ramadhan, Muhammad Deri; Purwanti, Tentry Puji; Manalu, Lisbet Octavia; Ningsih, Sintia Dian; Agustin, Tiara Nur; Afdillah, Hilya Surya; Anggraeni, Marcela; Nizar, Fahmi Adian; Lestari, Aulia Suci Ajeng Putri; Susilawati, Susilawati; Azahra, Sherlie Sriayu Diah; Aprilia, Rianti; Sulistiawati, Sinta
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/v4pfgw42

Abstract

Personal hygiene merupakan salah satu determinan penting dalam menjaga kesehatan reproduksi remaja, khususnya pada usia sekolah menengah yang ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang signifikan. Kurangnya pengetahuan serta perilaku kebersihan diri yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada sistem reproduksi, yang berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan fisik dan psikososial remaja. Kegiatan pendidikan kesehatan ini dilaksanakan di SMA Cipta Mandiri sebagai upaya preventif untuk meningkatkan pemahaman dan membentuk perilaku siswa dalam menjaga personal hygiene guna mencegah infeksi reproduksi. Metode yang digunakan meliputi ceramah edukatif, diskusi interaktif, dan evaluasi melalui kuis, dengan dukungan media visual sebagai sarana penguatan materi. Materi pendidikan mencakup pengertian personal hygiene dan infeksi reproduksi, faktor etiologi, mekanisme terjadinya infeksi, manifestasi klinis, serta langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah dan rumah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya kebersihan diri dan kesehatan reproduksi, serta terbentuknya sikap positif terhadap penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Program ini menegaskan bahwa pendidikan kesehatan berbasis sekolah merupakan strategi efektif dalam pencegahan infeksi reproduksi pada remaja dan berpotensi memberikan dampak berkelanjutan terhadap kualitas kesehatan generasi muda.