Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Penyuluhan Lupus Eritematosus Sistemik untuk Meningkatkan Pengetahuan Remaja Perempuan di SMKS Bandung Barat Ramadhan, Muhammad Deri; Manumara, Theophylia Melisa; Nirwanti, Elsa Sandari Ayudia; Lerian, Sopia Nurma Yunita; Alifiyah, Syfa Rahma Nur; Amelia, Nita; Feronika, Adinda Siska; Maryati, Gina; Dila, Neng; Fauzan H, Muhammad Triananda; Jesen; Faqihudin, Muhammad Rizky
Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli - Desember
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/connection.v5i2.11847

Abstract

Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan penyakit autoimun kronis yang lebih sering terjadi pada remaja perempuan. Remaja adalah fase peralihan dari anak - anak menuju dewasa yaitu usia 11 - 24 Tahun. Kurangnya akses terhadap informasi kesehatan yang akurat di Masyarakat menyebabkan rendahnya pemahaman mengenai LES, sehingga penderita terlambat mendapatkan pertolongan dan berujung komplikasi hingga kematian. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa penyuluhan dilakukan pada 4 Juni 2025, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mencegah komplikasi LES. Penyuluhan dilaksanakan pada 20 Remaja Perempuan kelas XI Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis SMKS Bandung Barat menggunakan metode Edukatif yang terdiri dari 2 proses yaitu persiapan (pembagian tugas panitia, survei lokasi, pendekatan pada pihak sekolah, wawancara kebutuhan siswa, penjadwalan Penyuluhan) dan pelaksanaan (Penyampaian Materi secara Interaktif kemudian distribusi pre-test, post-test yang telah teruji validitasnya). Hasil penyuluhan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman Remaja perempuan secara signifikan dibuktikan dari nilai rata-rata pre test 40 poin dan post-test 98 poin. Kesimpulan dari Pengabdian kepada Masyarakat menunjukkan bahwa penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai LES dan mencegah komplikasi LES pada penderita
Preventing and Managing Radial Artery Bleeding following Transradial Procedures: Strategies and Considerations Istianah, Istianah; Peristiowati, Yuly; Hariyono, Hariyono; Manumara, Theophylia Melisa; Sani, Miftahuddin
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 1 (2025): October
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i1.916

Abstract

Background: Cardiac catheterization is an invasive diagnostic procedure using one or more catheters inserted into the heart and certain blood vessels to determine the degree of narrowing in the coronary arteries. Catheterization access through the radial artery shows better results that are not free from complications of bleeding and hematoma. Purpose: To determine whether there is a relationship between the duration of mechanical compression of the radial artery and the incidence of bleeding. Methods: Quantitative cross Sectional . The sample size was 40 patients, divided into 2 groups, namely 20 respondents who in aff mechanical compression at three hours and 20 respondents at four hours. Results: Observations were made every 15 minutes in the first hour, every 30 minutes in the second hour, and every 1 hour in the following hours. Research results: The chi-square test obtained p = 0.038¸ p value ≤ α (0.05) then H0 was rejected, which is statistically interpreted as a relationship, so it can be concluded that there is a significant relationship between the duration of aff mechanical compression on the radial artery and bleeding in post-operative corangiography patient. Conclusion: There is a significant relationship between the duration of aff mechanical compression of the radial artery and bleeding in post corangiography standby PCI patients. Optimal compression duration is essential to minimize bleeding complications and improve the safety of the procedure.
Dampak Penerapan Caring Jean Watson terhadap Kepuasan dan Kesejahteraan Pasien: Literature Review Metilda; Manumara, Theophylia Melisa; Novianti, Neng Elysa; Novianti, Gashella Eka Putri; Nurzahra, Aulia; Nafhan, Maycha Aqlima Mahardany; Adianingsih, Nensi; Andriyasa, Raissa Intania; Hapsah, Reina Ainun; Setiawan, Ryane Putra; Fauziah, Anida; Irsalina, Fadia; Agustina, Fauziyah Tri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.3159

Abstract

Literature review ini memiliki kebaruan (novelty) dengan menerapkan teori caring Jean Watson secara komprehensif untuk menilai dampaknya terhadap kepuasan dan kesejahteraan pasien, sehingga diharapkan mampu memberikan perspektif baru mengenai pentingnya penerapan nilai-nilai human caring dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang tidak hanya berorientasi pada kepuasan, tetapi juga kesejahteraan pasien secara menyeluruh. Garis besarnya, teori Jean Watson menegaskan bahwa caring tidak hanya mencakup tindakan klinis, tetapi juga merupakan wujud nilai kemanusiaan, moral, dan hubungan interpersonal yang berfokus pada penyembuhan serta kesejahteraan pasien, sehingga mampu memberikan kepuasan dan kesejahteraan sesuai harapan pasien. Literature review ini dilakukan melalui proses pengumpulan data dengan menelusuri dan mengunduh artikel dari Google Scholar, PubMed, dan MDPI sesuai kriteria kebutuhan materi yang dipublikasikan tidak lebih dari lima tahun terakhir. Hasil penelusuran terhadap 19 artikel menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap perilaku caring perawat bervariasi, dipengaruhi oleh faktor budaya, agama, jenis kelamin, tingkat pendidikan, serta lama perawatan.
Pendidikan Kesehatan Dalam Meningkatkan Pengetahuan Siswa SMKN 1 Cisarua Tentang Pencegahan Pneumonia Haryanto, Mokhamad Sandi; Manumara, Theophylia Melisa; Agustin, Tiara Nur; Azahra, Shearlie Sriayu Diah; Anggraeni, Marcela; Ningsih, Sintia Dian; Afdillah, Hillya Surya; Ramadani, Reiva Nur; Susilawati, Susilawati; Ramadhani, Reggy; Sulistiawati, Sinta
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/kgdf2s63

Abstract

Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan yang sebenarnya dapat dicegah, namun masih menjadi penyebab tingginya angka morbiditas pada anak-anak dan remaja oleh karena itu, kegiatan pendidikan kesehatan yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Cisarua dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pneumonia, memperkuat kemampuan mereka dalam mengenali gejala awal, serta membentuk perilaku pencegahan yang tepat dan berkelanjutan melalui pendekatan yang interaktif dan praktis. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif untuk menyampaikan konsep dasar dan mekanisme penularan, demonstrasi etika batuk dan bersin untuk praktik langsung, serta diskusi kelompok mengenai penyebab, tanda klinis, faktor risiko, dan langkah pencegahan seperti vaksinasi, kebersihan tangan, dan ventilasi ruang; media edukasi berupa presentasi visual dan leaflet disediakan agar informasi mudah diulang di rumah dan dibagikan kepada keluarga. Evaluasi dilakukan melalui sesi tanya jawab terstruktur dan observasi keterlibatan siswa selama kegiatan, termasuk penilaian terhadap pemahaman dan praktik etika pernapasan, dan hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang pneumonia, perubahan sikap menuju perilaku hidup bersih terkait kesehatan pernapasan, serta kesiapan siswa untuk merespons gejala awal dan melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan bila diperlukan, sehingga program ini menegaskan bahwa pendidikan berbasis sekolah merupakan strategi efektif untuk menurunkan risiko pneumonia di masyarakat dan layak dikembangkan secara berkelanjutan.
Dampak Penerapan Teori Caring Jean Watson terhadap Kecemasan Anak yang Mengalami Hospitalisasi: Literature Review Metilda, Metilda; Manumara, Theophylia Melisa; Fasha, Dhavina; Aidah, Salwa Nimatussu; Nurjanah, Lukita Alya; Lestari, Syafitri Ayu; Ratnasari, Sindi; Remadani, Reyda Okta; Ani, Fitri; Rohmahyanti, Maulida Rizqia; Audina, Selpia; Saadah, Adila Zahrotul; Rojab, Rohmat Nur
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.114575

Abstract

Latar belakang: Kecemasan akibat hospitalisasi merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian keperawatan, terutama bagi balita yang sulit beradaptasi dengan lingkungan yang asing.Tujuan: Artikel ini bertujuan menganalisis literatur mengenai penerapan teori caring jean watson bagi anak yang menjalani perawatan di rumah sakit.Metode: Kami meninjau tiga belas artikel sepuluh tahun terakhir dari pubmed dan google scholar, dengan menggunakan kata kunci “Caring”, ”Jean Watson”, “Nursing”, dan “Child”. Artikel yang dipilih berfokus pada keperawatan anak dan penerapan teori Caring Watson.Hasil dan pembahasan: Empati, pembangunan kepercayaan, komunikasi efektif, dan dukungan spiritual secara signifikan menurunkan rasa takut anak. Selain itu, keterlibatan orang tua, penggunaan seragam perawat berwarna-warni, dan lingkungan rumah sakit ramah anak terbukti efektif mengurangi stres.Kesimpulan: Pendekatan humanistik yang menekankan empati, kehangatan, dan lingkungan tenang terbukti efektif mengurangi kecemasan pada balita selama masa pengobatan.
Health Education About Hepatitis Disease for Students at Boarding School: A Quasi-Experimental Study at Sabilul Wafaa Islamic Boarding School Metilda, Metilda; Manumara, Theophylia Melisa; Oktaviane, Nayla 'Afifah; Ulfah, Nadia Zakia; Ajiziah, Putri Rohmah; Rhomadoni, Reinald Qobly
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2025.005.02.234

Abstract

Based on reports from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, hepatitis-related mortality remains high, with hepatitis B accounting for 51,000 deaths and hepatitis C for 5,942 deaths. Hepatitis is an inflammatory disease of the liver that, if not treated promptly, can progress to serious complications such as liver cirrhosis and hepatocellular carcinoma. This community service activity was conducted among students at Sabilul Wafaa Islamic Boarding School as a preventive effort to reduce the spread of hepatitis. The activity aimed to improve students’ knowledge of hepatitis. A quasi-experimental Design was employed, involving a total of 26 participants. Knowledge levels were measured using a pretest and posttest questionnaire consisting of 10 items, and data were analyzed using a paired t-test to determine differences in mean scores. Following the educational intervention, a significant improvement in knowledge was observed, as evidenced by a posttest score increase from 4.69 ± 0.84 to 8.42 ± 1.14 (p < 0.001). Overall, the activity was effective in increasing students’ knowledge of hepatitis. This program is expected to encourage the dissemination of preventive information, the adoption of clean and healthy living behaviors, and the integration of continuous hepatitis education to assess knowledge retention and the consistency of participants’ preventive behaviors.
Studi Eksplorasi Alasan Terbentuknya Perilaku Lelaki Seks Lelaki Sebagai Kelompok Risiko Tinggi HIV/AIDS pada LSL di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung Manumara, Theophylia Melisa
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.365

Abstract

Latar Belakang: Lelaki seks lelaki (LSL) ialah perilaku hubungan seksual yang berlangsung antara lelaki dengan lelaki. Perilaku seksual LSL ini membuat LSL menjadi kelompok yang memiliki risiko tinggi terkena HIV AIDS. Perilaku seksual lelaki seks lelaki ini tentunya dipengaruhi baik oleh factor internal maupun eksternal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam mengenai penyebab terbantuknya perilaku lelaki seks lelaki pada LSL di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung. Metode: Metode penelitian ini menggunan metode kualitatif dengan cara in depth interveiew dengan informan penelitian yang berguna untuk dapat menganalisis lebih dalam terbentuknya perilaku lelaki seks lelaki. Penelitian ini dilakukan pada 5 informan. Hasil: Hasil wawancara didapatkan bahwa factor terbentuknya perilkaku seksual lelaki seks lelakiu yaitu factor kurangnya pengetahuan, ketidakpuasan pada pasangan, factor keinginan mencoba hal baru, factor keluarga, dan factor pergaulan. Kesimpulan: Menjadi seorang lelaki seks lelaki tentunya dipengaruhi oleh berbagai factor mulai dari factor internal dan factor eksternal. Penelitian ini diharapkan dapat membangun kedasaran dari tenaga kesehatan untuk mampu mengatasi penyebab terbentuknya perilaku lelaki seks lelaki ini sehingga dapat berdampak pada penurunan prevalensi penyakit HIV/AIDS.
Hubungan Beban Kerja Dengan Tingkat Stres Kerja Perawat IGD Di RS X Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 Lukman, Ardeliea Fitriyanti; Tohri, Tonika; Manumara, Theophylia Melisa; Rustandi, Budi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Emergency Room nurses generally have excessive workloads physically, in terms of skills and available time, which affects a person's emotions, thought processes, and conditions, causing work stress. Workload is a condition when there is an imbalance between a worker's abilities or capabilities and the demands of the work that must be completed. Objective: This study aims to determine the relationship between workload and the level of work stress of nurses in the Emergency Room of Hospital X. Method: The research design used is quantitative with a cross-sectional approach. The sample was obtained using the total sampling technique, namely all 34 nurses in the Emergency Room of Hospital X. The instruments used were workload questionnaires and work stress questionnaires. Data analysis was carried out univariately and bivariately with the Chi-Square correlation test. Result: The results of the statistical test obtained a value (p-value = 0.001), so it can be concluded that there is a significant relationship between workload and the level of work stress of nurses. Conclution: There is a relationship between workload and the level of work stress of emergency room nurses.
Penyuluhan Senam Hipertensi sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Lansia dalam Pengendalian Tekanan Darah di Desa Malakasari, Baleendah, Kabupaten Bandung Manumara, Theophylia Melisa; Sutisna, M Iqbal; Ulina, Sri; Helviana, Vina; Agustina, Silvia; Wahyuni, Nadzira Alfi; Julianti, Dila Rosa
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1313

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah seseorang berada di atas batas normal, yang nilainya dapat berbeda-beda tergantung pada usia. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mengendalikan tekanan darah adalah melalui senam hipertensi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan aliran darah serta suplai oksigen ke otot dan rangka tubuh yang aktif, terutama pada otot jantung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai senam hipertensi sebagai salah satu cara untuk membantu menurunkan tekanan darah. Kegiatan dilaksanakan di Desa Malakasari RT 4 RW 2, Baleendah dengan metode sosialisasi, penyuluhan kesehatan, serta penyampaian media edukasi berupa poster yang menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan senam hipertensi. Penyuluhan kesehatan dilakukan pada hari Kamis, 1 Januari 2026 dengan sasaran lansia yang berada di wilayah tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai senam hipertensi, seluruh lansia yang mengikuti kegiatan di Desa Malakasari RT 4 RW 2, Baleendah mampu memahami materi yang disampaikan serta dapat mempraktikkan kembali gerakan senam hipertensi sebagai upaya untuk membantu menurunkan tekanan darah.
Analisis Asuhan Keperawatan Pada Ny.I Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler Akibat CHF (Congestive Heart Failure) Dengan Penerapan Intervensi Posisi Semi Fowler Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen Di Ruang ICU RSUD Cililin Tahun 2025 Yulianti, Yuli; Manumara, Theophylia Melisa; Kusmiran, Eny; Manalu, Lisbet Octavia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Congestive heart failure (CHF) adalah kondisi di mana jantung mengalami kesulitan dalam memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metaboslime tubuh. Perubahan posisi tubuh dapat memengaruhi parameter hemodinamik non-invasif, salah satu intervensi keperawatan yang dapat diterapkan adalah pemberian posisi semi fowler berperan dalam mempermudah jalannya udara menuju paru paru serta memfasilitasi masuknya oksigen sehingga menyebabkan peningkatan saturasi oksigen. Tujuan. menganalisis efektivitas penerapan posisi semi fowler terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien CHF (Congestive heart failure). Metode. penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik yang menggunakan metode pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, pemeriksaan fisik, wawancara, dan studi dokumentasi. Intervensi yang diberikan adalah posisi semi fowler. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan saturasi oksigen sebelum dan sesudah intervensi. Hasil. hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi posisi semi fowler yang diberikan selama perawatan mampu meningkatkan saturasi oksigen pada pasien CHF (Congestive Heart Failure) serta frekuensi napas dalam batas normal, pasien tampak tenang dan pasien dapat beristirahat dengan baik. Simpulan. penelitian ini menunjukan bahwa posisi semi fowler merupakan intervensi efektif untuk meningkatkan saturasi oksigen, mengurangi gejala sesak, pada pasien CHF (Congestive Heart Failure).