Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan Aulya Chasovy; M. Giatman; Ernawati
Journal of Education Research Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i2.231

Abstract

Manajemen merupakan kegiatan pengelolaan suatu organisasi dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Di lingkungan sekolah, salah satu aspek manajemen yang penting adalah manajemen sarana dan prasarana yang berfokus pada pengelolaan semua perlengkapan Pendidikan untuk mendukung proses pembelajaran yang optimal. Artikel ini bertujuan untuk meninjau implementasi manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu Pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review,  dengan mengumpulkan artikel dari berbagai sumber seperti Google Scholar, Google search, dan ScienceDirect yang membahas tentang implementasi manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu Pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan. Studi dimulai dengan pengumpulan literatur yang relevan dengan subjek penelitian. Setelah melakukan peninjauan terhadap delapan artikel yang telah dikumpulkan, hasilnya menunjukkan bahwa implementasi manajemen sarana dan prasarana telah dilakukan dengan baik dalam meningkatkan mutu Pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan.
Pengembangan E-Module Berbasis Aplikasi Android Mata Kuliah Listrik dan Elektronika Ahmad Arif; M. Giatman; Mukhlidi Musykir; Hansi Effendi; Wawan Purwanto; Wagino
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 5 No. 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v5i3.54087

Abstract

Many learning activities still need to run optimally due to the need for supporting teaching materials. It has an impact on low student learning motivation. The research objective is to produce a valid and practical Android application-based E-module. This type of research is Research and Development (R&D) with a 4-D (Four D) development model. In this study, there were two validators, namely material and media validators. The methods used to collect data are observation, interviews, and questionnaires. The instrument used to collect data is a questionnaire. The techniques used to analyze the data are descriptive qualitative analysis, quantitative, and gain score test. The research results are the results of the questionnaire analysis from the validator, obtaining an average value of 0.89, categorized as valid. The practicality questionnaire was filled in by lecturers and students who, after being analyzed, obtained an average score of 88%, which was categorized as very practical. The effectiveness test was carried out based on the KKM scores obtained by students; namely, the score above the KKM was 86%, and the gain score was 0.64, so the E-module being developed can be said to be effective. It was concluded that E-modules based on android applications on electricity and electronics are appropriate to use because they can improve student learning outcomes.
Leadership Style in Vocational High Schools (SMK) Risha Febriyanti; Hasan Maksum; M. Giatman; Wawan Purwanto; Ridwan
Indonesia Journal of Engineering and Education Technology (IJEET) Vol. 2 No. 2 (2024): Indonesia Journal of Engineering and Education Technology (IJEET)
Publisher : AKADEMI TEKNIK ADI KARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61991/ijeet.v2i2.60

Abstract

This study explores the influence of the principal's leadership style on teacher performance and student learning outcomes in Vocational High Schools (SMK). Research findings show that democratic and transformational leadership styles are most effective in creating a positive and productive school environment. The findings show that democratic and transformational leadership styles are the most effective in creating a positive and productive school environment. Leadership, with transformational, its focus on values such as empowerment and long-term, can inspire and motivate teachers and values while encouraging innovation and high-level commitment. such as empowerment and long-term, can inspire and motivate teachers and students while encouraging high-level innovation and commitment. Democratic leadership leadership, which encourages active participation in decision-making, increases the sense of belonging and appreciation of each school employee, thus having a positive impact on their motivation and work performance. In contrast, authoritarian control, through strict and centralistic control, gradually inhibits creativity and participation and develops resistance and tension. Therefore, it is recommended that the head of the vocational school use democratic and transformational leadership practices in order to improve teaching standards. Vocational school principals use democratic and transformational leadership practices to improve teaching standards.
Implementasi Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan Aulya Chasovy; M. Giatman; Ernawati
Journal of Education Research Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i2.231

Abstract

Manajemen merupakan kegiatan pengelolaan suatu organisasi dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Di lingkungan sekolah, salah satu aspek manajemen yang penting adalah manajemen sarana dan prasarana yang berfokus pada pengelolaan semua perlengkapan Pendidikan untuk mendukung proses pembelajaran yang optimal. Artikel ini bertujuan untuk meninjau implementasi manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu Pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review,  dengan mengumpulkan artikel dari berbagai sumber seperti Google Scholar, Google search, dan ScienceDirect yang membahas tentang implementasi manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu Pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan. Studi dimulai dengan pengumpulan literatur yang relevan dengan subjek penelitian. Setelah melakukan peninjauan terhadap delapan artikel yang telah dikumpulkan, hasilnya menunjukkan bahwa implementasi manajemen sarana dan prasarana telah dilakukan dengan baik dalam meningkatkan mutu Pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan.
KEPEMIMPINAN HIJAU BERBASIS KECERDASAN BUATAN DALAM PENDIDIKAN TEKNIK DAN KEJURUAN: JALAN MENUJU SDGS 2030 Andre Yuberta; M. Giatman; Remon Lapisa; Hasan Maksum
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4991

Abstract

Abstract: The transformation of vocational education in the digital era requires a new leadership paradigm capable of integrating Artificial Intelligence (AI) with sustainability principles. This study highlights the importance of green leadership in managing TVET institutions to align with the 2030 Sustainable Development Goals, particularly those related to quality education, decent work and economic growth, as well as innovation and infrastructure. The main objective of this research is to formulate a conceptual model of AI-driven green leadership as a strategic pathway for sustainable transformation in vocational institutions. This research employs a mixed-methods approach with a sequential explanatory design. The quantitative phase involved 148 respondents from 12 vocational institutions in Indonesia using a Likert-scale questionnaire to measure perceptions of green leadership, digital readiness, and AI adoption. Data were analyzed using SEM-PLS and further explored through in-depth interviews with 15 institutional leaders as part of the qualitative phase. The results indicate that AI utilization significantly enhances decision-making efficiency, organizational transparency, and green innovation within the TVET environment. Leadership that combines digital intelligence and ecological awareness fosters an adaptive and sustainable organizational culture. The research implies the necessity of policies that promote AI-based green leadership literacy, the development of sustainable digital leadership curricula, support for environmentally friendly data infrastructure, and cross-sector partnerships to ensure that technological innovation aligns with human development and environmental sustainability.Keyword: green_leadership; artificial_intelligence; SDGs. Abstrak: Transformasi pendidikan vokasi di era digital membutuhkan kepemimpinan baru yang mampu mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dengan prinsip keberlanjutan. Penelitian ini menyoroti pentingnya kepemimpinan hijau dalam pengelolaan TVET agar selaras dengan SDGs 2030, terutama tujuan terkait pendidikan bermutu, pekerjaan layak, dan inovasi. Tujuan utama penelitian adalah merumuskan model konseptual AI-driven green leadership sebagai strategi transformasi berkelanjutan di institusi vokasi. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan desain sekuensial eksplanatori. Tahap kuantitatif melibatkan 148 responden dari 12 institusi vokasi di Indonesia melalui kuesioner skala Likert yang mengukur persepsi kepemimpinan hijau, kesiapan digital, dan adopsi AI. Analisis data menggunakan SEM-PLS, kemudian diperdalam melalui wawancara dengan 15 pemimpin institusi pada tahap kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI meningkatkan efisiensi pengambilan keputusan, transparansi organisasi, serta inovasi hijau di lingkungan TVET. Kepemimpinan yang menggabungkan kecerdasan digital dan kesadaran ekologis mampu menciptakan budaya organisasi yang adaptif dan berkelanjutan. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya kebijakan yang mendorong literasi kepemimpinan hijau berbasis AI, pengembangan kurikulum kepemimpinan digital berkelanjutan, dukungan infrastruktur data ramah lingkungan, serta kemitraan lintas sektor untuk memastikan inovasi teknologi sejalan dengan pembangunan manusia dan lingkungan.Kata kunci: kepemimpinan_hijau; kecerdasan_buatan; SDGs