Assalam, Muhammad Hafidz
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Development of the Pancasila Student Profile Strengthening Project Module (P5) Based on Pakpak Bharat Culture Gafari, M Oky Fardian; Pulungan, Hendra K.; Astuti, Wahyu Wiji; Assalam, Muhammad Hafidz; Surip, Muhammad
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 10 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v10i1.32861

Abstract

Teaching modules are written materials in the form of paper sheets that are bound and covered and present knowledge that is systematically arranged. This research aims to develop valid, effective, and practical teaching modules based on the culture of Pakpak Bharat Sumatra. This study uses a research and development (R&D) model with the ADDIE model with five main stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. This teaching module has been validated by 9 experts, namely material experts, media design experts, and linguists. The study had 2 trials: a small group trial (15 students) and a large group trial (45 students). Based on the combined percentage of validity of teaching modules, according to experts, 82% is categorized as "good/valid." The practicality of the teaching module was measured through the RPP implementation sheet carried out in a small group trial of 81% categorized as good/valid and a large group trial of 88% categorized as "very good/very valid". Based on these results, it can be concluded that the teaching module in class V of SD Sibengkurung North Sumatra is categorized as "suitable for use".
Analisis Framing Robert N. Entman terhadap Pemberitaan Penendangan Siswa SMP oleh Disdik Nabire Puri, Diah Ryscha; Canda, Elis; Indhira, Indhira; Pinem, Yohanna Deo Vianney Br; Assalam, Muhammad Hafidz
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26503

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap urgensi analisis pemberitaan insiden penendangan siswa SMP oleh Disdik Nabire dalam konteks demonstrasi “Tolak MBG” sebagai salah satu bentuk konstruksi realitas oleh media. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan model framing Robert N. Entman, penelitian ini menganalisis elemen-elemen seperti definisi masalah, identifikasi penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian dalam narasi pemberitaan. Data dikumpulkan melalui studi konten terhadap berita daring dari beberapa sumber serta perbandingan dengan video asli peristiwa. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara narasi media dan bukti visual asli, di mana beberapa media menekankan pelanggaran etik dan hukum, sedangkan media lain lebih menyoroti konteks emosional dan politik tanpa mengangkat isu yang lebih luas. Analisis dan diskusi mengindikasikan bahwa perbedaan framing tersebut memiliki dampak positif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya transparansi informasi dan evaluasi kritis terhadap pemberitaan. Kesimpulannya, variasi dalam framing pemberitaan secara signifikan mempengaruhi persepsi publik, sehingga diperlukan perhatian lebih terhadap mekanisme penyuntingan dan bias editorial. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan literatur komunikasi massa dan meningkatkan pemahaman tentang dinamika penyajian berita.
Feminine Metaphors and Archipelagic Ecological Narratives in Contemporary Indonesian Short Stories Assalam, Muhammad Hafidz; Wening Udasmoro; Aprinus Salam; Wahyu Wiji Astuti; Deswandito Dwi Saptanto
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 01 (2026)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v7i01.14633

Abstract

This study aims to explore recent Indonesian short stories written by women in their efforts to produce feminine metaphors as a form of resistance against the singular truth of masculinity. In narrating their short stories, female writers produce feminine metaphors shaped by the ecological conditions surrounding them. These feminine narratives are presented as an accentuation of women's defense against the ecological damage suffered by islands inhabited by humans. The patriarchal system combined with greedy capitalism and modernism has damaged the ecology of the islands where humans live. Through literary works, women carry out symbolic resistance by producing new metaphors as a representation of the mainstreaming of women in their involvement in creating an egalitarian relationship between humans and nature. This study uses the narrative theory approach from Helene Cixous which was then developed into feminine metaphors by Leslie Rabine. Based on an exploratory analysis of linguistic data in the short stories Mandi Mayah and Kesaksian di Titik Didih by Deasy Tirayoh, and Angin Berkabar Hujan by Dian Nangin, the results show that feminine metaphors are closely related to the ecological elements of the islands, including the sea, plantations, and agriculture. In this case, the sea, plantations, and agriculture are combined with efforts to resist patriarchy, capitalism, and modernism through the accentuation of symbolic and metaphorical language. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi cerita pendek Indonesia mutakhir yang ditulis oleh perempuan dalam upaya untuk menghasilkan metafora feminin sebagai bentuk perlawanan terhadap kebenaran tunggal maskulinitas. Dalam menarasikan cerpennya, penulis perempuan menghasilkan metafora feminin yang dibentuk dari kondisi ekologis di sekitar penulis sendiri. Narasi feminin ini disajikan sebagai penekanan pada pembelaan perempuan terhadap kerusakan ekologis yang diderita oleh pulau-pulau yang dihuni manusia. Sistem patriarki yang dikombinasikan dengan kapitalisme yang serakah dan modernisme telah merusak ekologi pulau-pulau tempat manusia tinggal. Melalui karya sastra, perempuan melakukan perlawanan simbolis dengan menghasilkan metafora baru sebagai representasi dari pengarusutamaan perempuan dalam keterlibatannya dalam menciptakan hubungan egaliter antara manusia dan alam. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori naratif dari Helene Cixous yang kemudian dikembangkan menjadi metafora feminin oleh Leslie Rabine. Berdasarkan analisis eksploratif data linguistik dalam cerita pendek Mandi Mayah dan Kesaksian di Titik Didih karya Deasy Tirayoh, dan Angin Berkabar Hujan karya Dian Nangin, hasil analis menunjukkan bahwa metafora feminin sangat terkait dengan unsur-unsur ekologis pulau, termasuk laut, perkebunan, dan pertanian. Dalam hal ini, laut, perkebunan, dan pertanian dikorelasikan dengan upaya untuk melawan patriarki, kapitalisme, dan modernisme melalui penekanan pada bahasa simbolis dan metaforis.