Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Jejaring Kebijakan Dalam Pengembangan Desa Wisata (Studi Di Desa Santanamekar Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya) Nurazkia, Nazmi; Herlina, Dian; Ramdani, Ari
Indonesian Journal of Social Science Vol. 1 No. 1 (2023): JULY-IJSS
Publisher : PDPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata merupakan sektor yang memiliki potensi dan nilai yang tinggi bagi suatu daerah sehingga perlu dikembangkan karena dapat menumbuhkan perekonomian, mengurangi kemiskinan, dan juga sektor penyedia jasa. Desa wisata menjadi solusi untuk mengoptimalkan potensi yang ada di daerah sebagai upaya mengembangkan ekonomi lokal. Jaringan kebijakan berfungsi untuk memecahkan masalah yang kompleks. Permasalahan yang kompleks perlu melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk menyelesaikannya, termasuk pengembangan desa wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Jaringan Kebijakan dalam Pengembangan Desa Wisata (Studi di Desa Santanamekar Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori (Waarden, 1992) yang memiliki 7 dimensi, yaitu: aktor, fungsi, struktur, pelembagaan, hubungan kekuasaan, aturan tindakan, dan strategi aktor. Informan penelitian ini adalah Kepala Desa Santanamekar Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya, Ketua Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Santanamekar, dan 3 anggota masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaku jaringan kebijakan adalah Desa Santanamekar Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya, Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Santanamekar, dan masyarakat sebagai pengguna atau pengunjung desa wisata. (2) aktor menjalankan fungsinya. (3) Tidak ada struktur khusus untuk hubungan antar aktor. (4) Pelembagaan jaringan kebijakan berjalan sesuai dengan undang-undang. (5) tidak ada aturan tindakan khusus. (6) Distribusi tenaga yang seimbang. (7) masing-masing aktor memiliki strategi masing-masing dalam mengembangkan Desa Wisata Santanamekar Desa Santanamekar Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMPENSASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI DI UPTD PUSKESMAS MANGKUBUMI KOTA TASIKMALAYA Herlina, Dian; Rahmat, Basuki; Suryani, Ani
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 13, No 1 (2026): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v13i1.24006

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah produktivitas kerja pegawai di UPTD Puskesmas Mangkubumi Kota Tasikmalaya yang dinilai belum optimal, terlihat dari masih adanya keterlambatan pelayanan, kurangnya ketelitian dalam administrasi, serta efektivitas kerja yang belum merata. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor budaya organisasi dan kompensasi yang diterapkan di lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh budaya organisasi dan kompensasi terhadap produktivitas kerja pegawai baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei, melibatkan 41 pegawai sebagai responden menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis dengan regresi linear berganda dan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan budaya organisasi dan kompensasi berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai yang ditunjukkan oleh nilai F hitung 119,834 dan signifikansi 0,000. Secara parsial, budaya organisasi memberikan pengaruh signifikan dengan nilai Sig. 0,000 dan β = 0,850, sedangkan kompensasi tidak berpengaruh signifikan dengan nilai Sig. 0,108 dan β = 0,123. Analisis jalur menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh dominan sebesar 78,5% terhadap produktivitas kerja pegawai. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan budaya organisasi merupakan strategi utama dalam meningkatkan produktivitas pegawai di UPTD Puskesmas Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Kata kunci: Produktivitas Kerja, Budaya Organisasi, Kompensasi.
Pengaruh Kompetensi Tenaga Kerja terhadap Produktivitas pada Konveksi Cindy Collection Tasikmalaya Priyanda, Viki; Rosmayudi, Arifah; Herlina, Dian
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7891

Abstract

Perkembangan industri konveksi di Kota Tasikmalaya yang bersifat padat karya menjadikan kompetensi tenaga kerja sebagai faktor penentu utama dalam meningkatkan produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi tenaga kerja terhadap produktivitas kerja pada Konveksi Cindy Collection Tasikmalaya. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah masih tingginya tingkat cacat produksi, keterlambatan penyelesaian pesanan, serta adanya perbedaan kemampuan antar tenaga kerja yang berdampak pada hasil produksi secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh tenaga kerja Konveksi Cindy Collection sebanyak 83 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh (sensus), sehingga jumlah sampel sebanyak 83 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, analisis regresi linier sederhana, uji t, serta koefisien determinasi dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja, dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,438, nilai t hitung 8,946 (sig. 0,000 < 0,05), dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,497 atau 49,7%. Artinya, semakin tinggi kompetensi tenaga kerja, semakin tinggi pula produktivitas kerja yang dihasilkan. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi perusahaan untuk meningkatkan kompetensi melalui pelatihan teknis dan pengembangan SDM secara berkelanjutan guna mendukung peningkatan kualitas dan efisiensi produksi di sektor UMKM konveksi.