Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JIPP

Pengaruh Kepemimpinan Kenabian dan Etos Kerja Islami Terhadap Komitmen Organisasi Elsintania, Fryda; Archianti, Puti
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 2 No 1 (2016): 2016
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v2i1.9202

Abstract

Sebuah organisasi dapat bertahan dalam persaingan apabila di dalamnya terdapat karyawan yang memiliki komitmen organisasi tinggi. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mencari bukti secara empiris apakah kepemimpinan nabi dan etos kerja islam yang dimiliki oleh atasan memberikan nilai kontribusi terhadap komitmen organisasi pada karyawan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan teknik analisa multiple regresi. Adapun instrument penelitian ini menggunakkan Skala Kepemimpinan Nabi, Skala Islamic Work Ethic (IWE) dan Skala Organizational Commitmen Questionnaire (OCQ). Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan empat perusahaan swasta yang terdapat di kawasan Jakarta Timur, dengan total responden 143 orang. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa Kepemimpinan Nabi dan Etos Kerja Islam memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap Komitmen Organisasi dengan nilai koefisien R square (R²) sebesar 0,218 atau 21,8% dengan signifikansi 0,000 (p<0.05). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi Kepemimpinan Nabi dan Etos Kerja Islam yang dimiliki oleh seorang atasan maka semakin tinggi juga Komitmen Organisasi karyawannya.
Memprediksi Kreativitas Generasi Millenial di Tempat Kerja Archianti, Puti
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 3 No 2 (2017): 2017
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v3i2.9222

Abstract

Generasi millennial saat ini sudah mendominasi pasar kerja yang ada di Indonesia. Dengan karakteristik kuat pada kreativitas dan inovasi, maka generasi millennial akan dapat menjadi asset berharga bagi organisasi. Untuk itu perlu dilakukan penelaahan faktor-faktor yang diasumsikan memilki peran dalam pengembangan potensi kreatif sehingga kreativitas yang dimiliki dapat teraktualkan dalam aktivitas kerja yang pada akhirnya akan mendukung efektivitas organisasi. Terdapat faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perkembangan kreativitas individu (Munandar, 2002). Faktor internal yang akan diujikan dalam penelitian ini adalah modal psikologis dan sikap proaktif. Sedangkan faktor eksternalnya akan meliputi stress kerja dan dukungan organisasi. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan memberikan kuesioner kepada generasi millennial yang sudah bekerja dalam berbagai sektor industri. Lokasi penelitian akan bertempat di DKI Jakarta. Analisa yang dilakukan akan menggunakan multiple regresi sehingga dapat diketahui peran sumbangsih setiap variabel terhadap kreativitas. Hasil penelitian menemukan bahwa stress kerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kreativitas kerja. Sedangkan dukungan organisasi, modal psikologis dan sikap proaktif memberikan peran yang signifikan terhadap kreatitas kerja pada generasi millennial sebesar 46,9 % dan sisanya sebesar 53,1% dipengaruhi oleh variabel lainnya.
Hubungan Commuting Stress Dengan Keterikatan Kerja Pada Karyawan Syahidillah, Ammar; Archianti, Puti
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2019): 2019
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v5i2.9256

Abstract

Keterikatan kerja pada karyawan merupakan hal penting bagi perusahaan karena hal tersebut mampu mendorong kinerja individu maupun organisasi dan menjaga karyawan yang memiliki rasa keterikatan yang kuat. Namun, berdasarkan beberapa penelitian menjelaskan bahwa banyak karyawan saat ini yang memiliki rasa keterikatan kerja yang rendah karena faktor tekanan stress. Salah satu stress yang timbul adalah tekanan dalam perjalanan yang dialami oleh komuter. Hal tersebut disebabkan oleh adanya hambatan yang dialami oleh komuter seperti kemacetan lalu lintas, rambu-rambu lalu lintas dan kualitas transportasi umum yang buruk. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan yang signifikan antara commuting stress dengan keterikatan kerja pada karyawan. Responden dalam penelitian ini berjumlah 142 orang yang memiliki kriteria karyawan dan komuter yang tinggal di Bodetabek serta bekerja di Jakarta. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Alat ukur yang digunakan pada variabel commuting stress menggambarkan kondisi individu dan perjalanan menuju tempat kerja serta tempat tinggal yang dijelaskan oleh Tawiah, Annor & Arthur (2016) dengan α = 0.769. Sedangkan alat ukur yang digunakan untuk variabel keterikatan kerja adalah Utrech Work Engagement Scale (UWES) yang disusun oleh Schaufeli & Bakker (2003) dengan tujuan untuk mengukur keterikatan kerja pada seseorang berdasarkan dimensi Vigor, Dedication & Absorption dengan α = 0.902. Teknik analisa data menggunakan uji Korelasi dengan IBM SPSS Statistic versi 22 untuk basis pengoperasian Windows. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan koefisien korelasi sebesar 0,094 dan probability value sebesar 0,264 (p.sign < 0,01). Dengan itu, dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang tidak signifikan antar kedua variabel tersebut.
Pengaruh Antara Kebermaknaan Kerja Terhadap Kreativitas Karyawan Nur'akhman, Asep; Archianti, Puti
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 6 No 2 (2020): 2020
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v6i2.9267

Abstract

Kebermaknan kerja pada karyawan memiliki peranan penting dalam meningkatkan kreativitas kinerja pada karyawan, saat ini perusahaan tengah menghadapi tantangan inovasi yang konstan untuk bertahan dalam lingkungan bisnis yang semakin kompetitif dan cepat berubah. Untuk itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui besar pengaruh kebermaknaan kerja terhadap kreativitas karyawan. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Work and Meaning Inventory (WAMI) merupakan adaptasi yang disusun oleh Steger, Dik, dan Duffy (2012), dan Creative Process Engagement merupakan adaptasi yang disusun oleh Zhang dan. Bartol (2010). Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan program SPSS for Windows Release 23.0. Penelitian ini melibatkan responden karyawan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Swasta dengan menggunakan analisis regresi. Responden yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 184 responden. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa kebermaknaan kerja pada karyawan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kreativitas karyawan, hal tersebut dibuktikan dengan adanya koefisien R = 0,748 dan R Square = 0,560 atau 56%. Dengan nilai β = 0,748 (P. Sign. <0,001). Ini berarti bahwa kebermaknaan kerja memberikan efek positif signifikan terhadap kreativitas karyawan yang dimiliki seseorang.