Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sejarah Singkat Undang-Undang Dasar Sebagai Konstitusi Negara N, Nurhaliza; Anjani, Retno Dwi; Mardiana, Vina
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 6 (2024): Madani, Vol 2, No. 6 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11541855

Abstract

This article aims to provide an overview of the brief history of how the basic law as a state constitution. The method used in this article is a qualitative method, namely understanding the dynamics of changes in the basic law from time to time. Data collected through text analysis, legislation, and literature research. The constitution and the state are two interrelated entities. A state will not be formed if it does not have a constitution, because the constitution is an important part of the formation of an independent state. The constitution has a fundamental nature or the highest position because it is a basis for authorization or a source of legitimacy. The constitution can be divided into two types, namely written and unwritten constitutions, one form of written constitution is the Constitution. The law as the state constitution in Indonesia has undergone significant changes, namely three kinds of Basic Laws have been in effect in four periods since the proclamation of Indonesia until now. The first period is the enactment of the 1945 Constitution, the second is the RIS Constitution, the third is the UUDS, and the fourth is back again to the 1945 Constitution which has not been amended and has been amended.
PENERAPAN TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP SATURASI OKSIGEN DAN RESPIRASI RATE PADA PASIEN ASMA DI RUANG IGD BLUD RSU KOTA BANJAR Agusti Alasypari, Agni; Lestari, Elsa; Elyana, Nabila Aulia Salsabila; Septiani, Rika; Oktaviani, Tiara; Mardiana, Vina; Rosidawati, Ida; Aryani, Hana; Nuraeni, Neni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56592

Abstract

Tujuan karya tulis ini melaksanakan asuhan keperawatan serta menganalisis penerapan teknik pernapasan Buteyko pada pasien asma dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif di IGD BLUD RSU Kota Banjar. Metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah dua pasien dewasa, Ny. M dan Ny. S, yang datang ke IGD dengan keluhan sesak napas. Hasil pengkajian terdapat batuk berdahak, suara napas tambahan ( wheezing), dispnea, takipnea, retraksi dinding dada, penggunaan otot bantu napas, serta penurunan saturasi oksigen. Frekuensi napas Ny. M 30 x/menit saturasi oksigen 93%  dan Ny. S 28 x/menit saturasi oksigen 94% sebelum intervensi. Diagnosa keperawatan yang muncul yaitu bersihan jalan napas tidak efektif dengan tujuan dan kriteria hasil bersihan jalan napas meningkat diberikan intervensi manajemen jalan napas, dan pola napas tidak efektif dengan tujuan dan kriteria hasil pola napas membaik diberikan intervensi pemantauan respirasi, serta teknik pernapasan Buteyko selama 15 menit. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan frekuensi napas menjadi 22 x/menit saturasi oksigen 97 % pada Ny. M dan 21 x/menit saturaasi oksigen 97 % pada Ny. S, disertai berkurangnya retraksi dinding dada dan keluhan sesak. Kesimpulan bahwa penerapan teknik pernapasan Buteyko pada pasien gawat darurat mampu membantu memperbaiki pola napas secara efektif meskipun dilakukan dalam waktu singkat di Instalasi Gawat Darurat. Intervensi ini dapat dijadikan bagian dari asuhan keperawatan mandiri dan direkomendasikan untuk diterapkan dalam penanganan pasien dengan gangguan pernapasan di IGD. Saran terapi Buteyko bisa menjadi salah satu terapi non farmakologi.