Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perbedaan Tingkat Kekerasan Permukaan Bahan Restorasi Resin Komposit Nanofiller Setelah Perendaman Dalam Larutan Teh Hitam Dan Teh Hijau Adha, Putri Pradisha; Sulistiani, Dewi Arsih; Kambaya, Portuna Putra
Mulawarman Dental Journal Vol 4, No 1 (2024): MOLAR Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/MOLAR.v4i1.10505

Abstract

Latar Belakang: Resin komposit adalah bahan restorasi yang banyak digunakan di kedokteran gigi masa kini. Pada perkembangan terakhir, munculah resin komposit jenis nanofiller. Kekerasan mikro permukaan merupakan sifat utama komposit dalam keberhasilan restorasi gigi. Makanan dan minuman yang bersifat asam dapat menyebabkan resin komposit mengalami degradasi matriks sehingga mengalami penurunan kekerasan permukaan. Teh hitam dan teh hijau merupakan bahan minuman alami yang sangat populer yang mengandung asam. Tujuan: Mengetahui perbedaan tingkat kekerasan permukaan bahan restorasi resin komposit nanofiller setelah perendaman dalam larutan teh hitam dan teh hijau. Metode: Penelitian true experimental dengan menggunakan post-test only control group design. Jumlah sampel sebanyak 27 buah yang dibagi dalam 1 kelompok kontrol dan 2 kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan direndam dengan larutan teh hitam dan teh hijau. Kelompok kontrol tidak dilakukan perendaman. Setelah itu dilakukan pengukuran menggunakan Rockwell Hardness Tester. Hasil: Hasil uji diperoleh nilai kekerasan resin komposit pada kelompok kontrol adalah 52,778 ± 3,5860 HR15N, pada perendaman larutan teh hitam 52.678 ± 5,4986 HR15N, dan pada perendaman larutan teh hijau 48.278 ± 2,3983 HR15N. Data berdistribusi normal dengan menggunakan uji Shapiro Wilk (p>0.05). Hasil uji One Way ANOVA diperoleh nilai (p = 0,041), serta uji Post Hoc Games-Howell menunjukan adanya perubahan kekerasan resin komposit yang signifikan hanya pada kelompok kontrol dan kelompok perendaman teh hijau. Kesimpulan: Terdapat perbedaan tingkat kekerasan resin komposit nanofiller yang tidak signifikan antara perendaman dalam larutan teh hitam dan larutan teh hijau.
Tingkat Pengetahuan Tentang Kualitas Mutu Air Terhadap Karies Gigi Pada Siswa SMP YPPK ST. BERNARDUS Timika-Papua Biri, Seplin Tanga; Asfirizal, Verry; Sulistiani, Dewi Arsih; Kambaya, Portuna Putra; Listiyawati, Listiyawati
Mulawarman Dental Journal Vol 4, No 1 (2024): MOLAR Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/MOLAR.v4i1.9735

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut seringkali menjadi kepentingan yang kesekian bagi sebagian orang. Padahal, seperti yang kita ketahui bahwa gigi dan mulut itu merupakan pintu awal masuknya bakteri ke dalam mulut. Yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada bagian mulut itu sendiri dan organ tubuh lainnya. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi masalah kesehatan pada gigi dan mulut adalah air. Pada kualitas air yang berkeruh dan berkapur memiliki kandungan pH yang berbeda yaitu pada kualitas air yang berkeruh memiliki kandungan pH <7 yang artinya air tersebut memiliki sifat yang asam dan apabila dikonsumsi dapat meningkatkan resiko terjadinya gigi berlubang. Lalu pada kualitas air yang berkapur memiliki kandungan pH >8,5 yang artinya air tersebut memiliki sifat basa dan apabila dikonsumsi dapat menyebabkan terjadinya karang gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa SMP YPPK Santo Bernardus tentang kualitas mutu air terhadap kesehatan gigi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan Purposive Sampling. Lokasi penelitian ini di Kota Timika Provinsi Papua. penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022. Sampel pada penelitian yaitu siswa SMP YPPK Santo Bernardus Timika-Papua yang berjumlah 90 orang dan metode sampling yang digunakan yaitu Purposive sampling. Kemudian dilakukan Pretest terlebih dahulu lalu penayangan video edukasi tentang cara menjaga kesehatan gigi dan setelah itu dilakukan Posttest oleh responden. Analisis data menggunakan Analisis Univariat dan  Analisis Bivariat. Kesimpulan tingkat pengetahuan tentang karies gigi pada siswa SMP YPPK ST. BERNARDUS Timika-Papua adalah baik..
Uji Efek Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) sebagai Kandidat Bahan Medikamen Saluran Akar Gigi terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus secara In Vitro Kambaya, Portuna Putra; Jumiati, Jumiati; Masyhudi, Masyhudi
Mulawarman Dental Journal Vol 1, No 1 (2021): MOLAR Maret 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/MOLAR.v1i1.5034

Abstract

Daun dan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbii L) mengandung senyawa aktif sebagai antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang menyebabkan infeksi pada gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun, buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan pengukuran diameter zona hambat. Penelitian ini menggunakan bakteri Staphylococcus aureus  ATCC 25923. Bakteri akan diberi perlakuan dengan ekstrak etanol daun, buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L)  dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%. Pengujian dilakukan sebanyak lima kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya diameter zona hambat dengan hasil yang signifikan setelah diberikan ekstrak etanol daun, buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L)  pada bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian ini didapatkan  ekstrak daun (p=0.000), ekstrak buah (p=0.000). Kesimpulan: Ekstrak etanol daun, dan buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. 
Manajemen Alternatif Restorasi dalam Meminimalisir Produk Aerosol pada Masa Pandemi COVID-19 Daling, Naufal Fathurahman; Masyhudi, Masyhudi; Kambaya, Portuna Putra
Mulawarman Dental Journal Vol 3, No 1 (2023): MOLAR Maret 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/MOLAR.v3i1.7968

Abstract

Latar Belakang: COVID-19 diketahui dapat menyebar melalui udara dengan perantara aerosol yang dihasilkan dari prosedur perawatan suportif bagi pasien, salah satunya operative dentistry yang banyak melibatkan handpiece dan menghasilkan banyak aerosol. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif perawatan restorasi yang dapat meminimalisir produk aerosol. Metode: Pengumpulan data dilakukan melalui metode telaah dokumen. Literatur diperoleh melalui mesin pencarian menggunakan kata kunci kemudian dipilih jika sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 39 studi berhasil ditemukan sesuai dengan kriteria. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa alternatif restorasi yang dapat dilakukan di masa pandemic COVID-19 diantara Atraumatic Restorative Treatment (ART), Silver Diamine Flouride (SDF), Chemochemical Caries Removal (CMCR), Interim Therapeutic Restoration (ITR), Infiltasi Resin, Silver Modification Atraumatic Restorative Treatment (SMART), Photodynamic Therapy (aPDT), menggunakan laser dan Extraoral High Volume Suction (HSV).
Hubungan Faktor Sosiodemografi Dengan Tingkat Pengetahuan Mengenai Penambalan Gigi Pada Masyarakat Kota Samarinda Azzahra, Muhammad Sultan Aqsha; Ompusunggu, Novelin Yohanna; Sulistiani, Dewi Arsih; Purnamasari, Cicih Bhakti; Kambaya, Portuna Putra
Mulawarman Dental Journal Vol 5, No 2 (2025): MOLAR September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/MOLAR.v5i2.12799

Abstract

Penambalan gigi adalah salah satu cara untuk memperbaiki kerusakan gigi agar gigi bisa kembali ke bentuknya semula dan bisa kembali berfungsi dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana hubungan faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan mengenai penambalan gigi pada masyarakat Kota Samarinda. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain studi cross sectional dan dilakukan uji chi-square dengan nilai signifikansi p<0,05. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 100 responden masyarakat Kota Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75,15% masyarakat Kota Samarinda memiliki pengetahuan mengenai penambalan gigi dalam kategori cukup. Uji chi-square menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan mengenai penambalan gigi pada masyarakat Kota Samarinda dengan nilai p=0,02. Sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status ekonomi dengan tingkat pengetahuan mengenai penambalan gigi pada masyarakat Kota Samarinda dengan nilai p=0,558.