Latar belakang: Preservasi pengetahuan di lembaga penerbitan membutuhkan pengelolaan pada banyak aspeknya. Jika tidak ada upaya preservasi yang memadai, maka akan banyak informasi berharga yang tidak terdokumentasi dengan baik atau terancam hilang di lingkup lembaga penerbitan Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi isu utama dalam preservasi pengetahuan di bidang penerbitan, teknologi yang digunakan dalam praktik preservasi dalam ranah penerbitan, serta rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas preservasi pengetahuan di bidang penerbitan. Metode: Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan systematic literature review. Database yang digunakan bersumber dari Scopus, dengan rentang waktu 2015–2024. Artikel yang diperoleh sebanyak 324, namun setelah dilakukan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, diperoleh 5 artikel terseleksi. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif untuk mengidentifikasi isu utama praktik preservasi pengetahuan di lembaga penerbitan, metode yang digunakan, dan rekomendasi yang diberikan. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa isu utama preservasi pengetahuan di lembaga penerbitan mencakup teknik preservasi hasil publikasi di lembaga penerbitan, seperti jurnal, buku, serta ensiklopedi agama, dan juga kebutuhan kritis untuk melestarikan informasi yang terkait dengan informasi mengenai dewan editorial jurnal akademik. Kemudian, pelestarian ini memanfaatkan teknologi pengarsipan internet atau berbasis website. Kesimpulan: Dari ekstraksi data yang dihasilkan dapat diketahui rekomendasi terkait pelestarian sumber informasi ilmiah sesuai dengan isu preservasi pengetahuan yang berkembang di masing-masing lembaga penerbitan, yakni meliputi optimalisasi hubungan eksternal dan kondisi internal organisasi penerbitan. Background: Knowledge preservation in publishing institutions requires management in many aspects. If there are no adequate preservation efforts, then there will be a lot of valuable information that is not well documented or is at risk of being lost in the scope of publishing institutions. Purpose: This study aims to identify the main issues in knowledge preservation in the field of publishing, the technology used in preservation practices in the realm of publishing, and recommendations for improving the effectiveness of knowledge preservation in the field of publishing. Methods: The method used is qualitative with a systematic literature review approach. The database used is sourced from Scopus, with a time span of 2015– 2024. The articles obtained were 324, but after selection based on the inclusion and exclusion criteria that had been set, 5 selected articles were obtained. The research data were analyzed using descriptive analysis to identify the main issues of knowledge preservation practices in publishing institutions, the methods used, and the recommendations given. Results: The study shows that the main issues of knowledge preservation in publishing institutions include preservation techniques for publication results in publishing institutions, such as journals, books, and religious encyclopedias, as well as the critical need to preserve information related to information regarding the editorial board of academic journals. Then, this preservation utilizes internet or website-based archiving technology. Conclusion: From the resulting data extraction, recommendations related to the preservation of scientific information sources can be identified in accordance with the issues of knowledge preservation that are developing in each publishing institution, namely including optimizing external relations and internal conditions of the publishing organization.