Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Upaya Peningkatan Pemahaman tentang Pencegahan dan Penanganan dari Kekerasan Seksual di Lingkungan Universitas Kartikasari, Dwi Wahyu; Apriono, Djoko; Syahrial, Mario Fahmi; Zaki, Ammar
Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum Vol. 4 No. 3 (2024): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/nomos.v4i3.2106

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk memahami terkait upaya perguruan tinggi khususnya Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ronggolawe dalam menjamin keamanan dan kenyamanan mahasiswa maupun dosen, dan karyawan terkait hak mereka dalam memperoleh perlindungan dari kekerasan seksual. Hal ini dilatar belakangi karena semakin maraknya kasus kekerasan seksual dilingkungan pendidikan yang dilakukan atas dasar relasi kuasa. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti berupaya mencari data melalui wawancara mendalam dari Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) dan pemangku kepentingan untuk mengetahui strategi yang dilakukan dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual di lingkungan kampus Universitas PGRI Ronggolawe. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini ialah adanya upaya melalui pembentukan Satgas dan pemilihan anggota Satgas dari kalangan dosen dan mahasiaswa, sosialisasi kepada dosen dan ketua prodi, dan seluruh jajaran pengurus perguruan tinggi. Selanjutnya, sosialisasi dilakukan oleh Satgas kepada mahasiswa melalui perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam anggota Satgas. Muatan terkait pencegahan kekerasan seksual juga wajib ada di dalam Rencana Pambelajaran Semester.
Menjaga Eksistensi Budaya Melalui Pariwisata sebagai Pemenuhan Hak Warga Negara Kartikasari, Dwi Wahyu; Hidayat, Tita Nurmalinasari
Konstruksi Sosial : Jurnal Penelitian Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/konstruksisosial.v5i3.4038

Abstract

Pariwisata budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta menghadapi tantangan serius dalam menjaga kesucian nilai-nilai budaya di tengah ekspansi industri pariwisata massal. Dalam praktiknya, masyarakat lokal kerap terpinggirkan dan hanya berperan sebagai penonton atas pengelolaan warisan budaya yang sejatinya menjadi hak kolektif mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan hak masyarakat dalam pengelolaan situs-situs budaya utama Taman Sari, Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan, dan Malioboro sebagaimana dijamin dalam Pasal 32 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi lapangan dan interaksi langsung dengan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan variasi bentuk keterlibatan warga di setiap lokasi. Di Malioboro, pemenuhan hak warga terwujud melalui kesempatan ekonomi bagi pedagang kaki lima. Di Keraton dan Taman Sari, masyarakat terlibat aktif dalam pelaksanaan tradisi dan ritual budaya. Sebaliknya, di Candi Prambanan ditemukan kecenderungan alienasi masyarakat akibat pola pengelolaan yang bersifat korporatif dan kaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelibatan aktif masyarakat dalam kebijakan pariwisata merupakan prasyarat utama bagi keberlanjutan budaya dan keadilan sosial.
Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru SMK YPM Tuban dalam Mendukung Kesejahteraan Peserta Didik melalui Inovasi Pembelajaran di Era Society 5.0 Widodo, Mardi; Syahrial, Mario Fahmi; Kartikasari, Dwi Wahyu; Uripno, Gusti; Kumaidi, Kumaidi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/n8xqcy73

Abstract

This community service program aims to strengthen teachers’ pedagogical competence at SMK YPM Tuban in designing and implementing active, contextual, and skill-oriented learning in the era of 21st-century education. The program employed an integrated approach consisting of pedagogical workshops, demonstration of learning models, structured microteaching sessions, and on-the-job mentoring for three weeks after the training. A total of 44 teachers from both vocational and general subject areas participated, fostering interdisciplinary collaboration and accelerating the adoption of innovative teaching practices. The initial assessment revealed a mean pedagogical competence score of 60, with only 28% of teachers consistently applying active learning strategies. Based on these findings, the intervention was designed by combining theoretical knowledge with practical application and continuous feedback. Microteaching served as the core strategy, enabling teachers to practice teaching, receive structured observations, and reflect on their performance. The evaluation results indicated a significant improvement, with the average post-test score increasing to 85 and 91% of teachers achieving competency standards. Participant satisfaction reached 4.6 out of 5, reflecting a highly positive response to the program. Additionally, there was a substantial increase in the implementation of active learning strategies and the use of contextual lesson plans aligned with the Merdeka Curriculum. Qualitative findings highlight that the success of the program was supported by reflective microteaching practices, intensive classroom mentoring, and strong institutional support. However, challenges such as varying initial competencies and limited time for lesson planning were identified. Overall, this program proved effective in enhancing teachers’ pedagogical competence and bridging the gap between theory and classroom practice, with strong potential for sustainability through continuous mentoring and professional learning communities.