Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PELATIHAN PERAWATAN TALI PUSAT TERHADAP KETERAMPILAN IBU DALAM PERAWATAN TALI PUSAT PADA IBU NIFAS DI MASA PANDEMI Wulandari, Siswi; Kusumawati, Lindha Sri
Jurnal Bidan Pintar Vol 1, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v1i2.1312

Abstract

Abstrak Dampak negatif perawatan tali  pusat adalah apabila tali pusat tidak dirawat dengan baik, kuman-kuman bisa masuk sehingga terjadi infeksi yang mengakibatkan penyakit Tetanus neonatorum. Dampak positif dari perawatan tali pusat adalah bayi akan sehat dengan kondisi tali pusat bersih dan tidak terjadi infeksi serta tali pusat pupus lebih cepat yaitu antara hari ke 5-7 tanpa ada komplikasi.  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan perawatan tali pusat terhadap keterampilan ibu dalam perawatan tali pusat di masa pandemi. Berdasarkan lingkup penelitian termasuk penelitian Pre eksperimental. Berdasarkan tempat penelitian termasuk jenis penelitian lapangan. Berdasarkan waktu pengumpulan data termasuk jenis penelitian cross sectional. Berdasarkan cara pengumpulan data termasuk penelitian observasional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagian ibu nifas dan bayi usia 0-7 sejumlah 33 responden. Hasil penelitian diinterpretasikan bahwa sebelum diberi pelatihan sebagian besar responden 20 (61%) cukup terampil melakukan perawatan tali pusat, sesudah diberi pelatihan sebagian besar responden 22 (67%) terampil melakukan perawatan tali pusat. Kemudian dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dan taraf signifikansi (α) 0,05 menunjukkan nilai p 0,000. Keputusannya jika p < 0,05 adalah H0 ditolak dan H1 diterima, artinya, ada Pengaruh Pelatihan Perawatan Tali Pusat Terhadap Keterampilan Ibu Dalam Perawatan Tali Pusat Pada ibu nifas di masa pandemic. Kesimpulan penelitian ini adalah H0 ditolak dan H1 diterima, artinya, ada Pengaruh Pelatihan Perawatan Tali Pusat Terhadap Keterampilan Ibu Dalam Perawatan Tali Pusat Pada Ibu Nifas Di masa pandemic. Saran bagi tenaga kesehatan agar lebih pro aktif dalam melakukan promosi kesehatan dan pelatihan, khususnya tentang perawatan bayi baru lahir dan neonatus Kata kunci : Keterampilan, Pelatihan, Tali Pusat
PERBEDAAN EFEKTIFITAS JUS MENTIMUN DAN AIR REBUSAN SELEDRI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA MENOPAUSE Dewi, Rahma Kusuma; Kusumawati, Lindha Sri; Fitriasnani, Meirna Eka; Himmah, Fithri Rif’atul
Bahasa Indonesia Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Kebidanan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/keb.v12i2.546

Abstract

Pendahuluan : Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah sebuah kondisi medis saat seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal. Lebih dari setengah wanita menopause mengalami hipertensi. Jumlah menopause yang datang ke puskesmas dengan hipertensi adalah 68 (1,73%) orang Penyakit hipertensi jika dibiarkan akan menyebabkan kerja jantung lebih keras dan terjadi kerusakan dinding pembuluh darah lebih cepat sehingga dapat menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektifitas pemberian jus mentimun dengan air rebusan seledri terhadap penurunan tekanan darah pada menopause. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan Quasy Eksperiment. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 85 orang Menopause usia 48-65 tahun dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil : Hasil penelitian dari rata-rata tekanan darah responden yang diberi air rebusan seledri memiliki tekanan darah lebih rendah dari pada responden yang diberi air rebusan seledri yaitu sebesar 138,12/94,37 mmhg<145,00/95,00 mmHg. Dilihat dari data menunjukkan p-value pada sistolik sebesar 0,02 atau p < α (0,05), p-value pada diastolik sebesar 0,04 atau p < α (0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti ada efektifitas pemberian jus mentimun dengan air rebusan seledri terhadap penurunan tekanan darah pada menopause dan air rebusan seledri lebih efektif terhadap penurunan tekanan darah pada menopausedengan hipertensi. Diskusi : Dapat disimpulkan bahwa ada air rebusan daun seledri lebih efektif daripada jus mentimun di Posyandu Seroja Kabupaten Kediri.Responden disarankan untuk memilih alternative penurunan tekanan darah dengan menggunakan jus daun seledri.
PENDAMPINGAN PADA WANITA SUBUR DALAM PERENCANAAN KEHAMILAN DI KELURAHAN POJOK Kusumawati, Lindha Sri; Puspita, Nara Lintan Mega
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Abdi Masyarakat November 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v8i1.6705

Abstract

Persiapan untuk kehamilan yaitu hidup sehat selama masa kehamilan perlu dipersiapkan secara khusus sekitar tiga atau empat bulan sebelum kehamilan demi kesejahteraan anak. Faktor psikologis yang menyebabkan kecemasan berkaitan dengan kesiapan seorang wanita terhadap kehamilannya. Jika seorang wanita siap dengan perubahan fisik dan mental yang dialami selama kehamilan, maka akan lebih mudah menyesuaikan diri dalam menjalani kehamilan sehingga perasaan cemas akan berkurang. Permasalahan yang ditemukan pada mitra adalah masih rendahnya tingkat pengetahuan mengenai perencanaan kehamilan bagi wanita usia subur di Kelurahan Pojok . Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai perencanaan kehamilan bagi wanita usia subur di Kelurahan Pojok . Target khusus dari kegiatan ini secara langsung berdampak pada pengembangan dan pengaplikasian ilmu, teknologi di perguruan tinggi. Metode yang akan dilaksanakan pada kegiatan ini adalah pendampingan wanita subur dalam perencanaan kehamilan
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Upaya Mencegah Terjadinya Stunting di Kelurahan Tempurejo Kecamatan Ngletih Kota Kediri Dewi, Rahma Kusuma; Kusumawati, Lindha Sri; Prasetyanti, Dhita Kris; Ardela, Mayasari Putri; Aminah, Siti; Putri, Pria Sabila; Khotimah, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.20829

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan anak dan menjadi prioritas pembangunan nasional karena prevalensinya tinggi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Pemberdayaan kader posyandu melalui peningkatan pengetahuan dan motivasi menjadi langkah strategis dalam upaya pencegahan stunting, khususnya pada periode 1000 hari pertama kehidupan. Untuk mengetahui efektivitas intervensi pendidikan kesehatan melalui media booklet dalam meningkatkan pengetahuan dan motivasi kader posyandu terkait gizi dan pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-testpada 45 kader posyandu di Kelurahan Tempurejo, Kota Kediri. Intervensi berupa penyuluhan menggunakan media booklet dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi kader terkait gizi dan pencegahan stunting, dengan evaluasi sebelum dan sesudah intervensi menggunakan uji Paired Sample t-test. Peningkatan signifikan pada pengetahuan gizi (p = 0,000) dan motivasi kader dalam pencegahan stunting (p = 0,000) setelah intervensi menggunakan media booklet. Namun, peningkatan pengetahuan tentang stunting tidak signifikan secara statistik (p = 0,154), sehingga diperlukan penguatan strategi edukasi pada aspek tersebut. Intervensi menggunakan media bookletefektif meningkatkan pengetahuan gizi dan motivasi kader, namun belum optimal pada pemahaman stunting. Diperlukan strategi edukatif yang lebih interaktif dan aplikatif, seperti video, infografis, dan simulasi. Pelatihan berkala, partisipasi kader dalam penyusunan materi, serta evaluasi rutin penting untuk menjaga efektivitas dan keberlanjutan program. Kata Kunci: Pemberdayaan, Kader Posyandu, Pengetahuan, Motivasi, Stunting.  ABSTRACT Stunting is a chronic nutritional problem that adversely affects child growth and remains a national development priority due to its high prevalence in developing countries, including Indonesia. Empowering community health cadres by enhancing their knowledge and motivation is a strategic effort to prevent stunting, particularly during the first 1,000 days of life. This study aimed to assess the effectiveness of health education intervention using booklet media in improving the knowledge and motivation of posyandu cadres regarding nutrition and stunting prevention. A quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach was employed, involving 45 posyandu cadres in Tempurejo Subdistrict, Kediri City. The intervention consisted of structured health education sessions using booklet media, focusing on nutrition and stunting prevention. Data were collected before and after the intervention and analyzed using the Paired Sample t-test. There was a statistically significant improvement in cadres’ nutritional knowledge (p = 0.000) and motivation for stunting prevention (p = 0.000) following the booklet-based intervention. However, the increase in stunting-related knowledge was not statistically significant (p = 0.154), indicating the need for enhanced educational strategies targeting this aspect. The booklet-based intervention effectively improved cadres' nutritional knowledge and motivation but was less effective in enhancing their understanding of stunting. More interactive and practical educational strategies—such as videos, infographics, and field simulations—are recommended. Periodic training, active involvement of cadres in material development, and routine evaluation are essential to ensure the sustainability and impact of the program. Keywords: Empowerment, Posyandu Cadres, Knowledge, Motivation, Stunting.