Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS PENUTUPAN LOKALISASI PROSTITUSI LORONG INDAH MARGOREJO KABUPATEN PATI Dewi, Rahma Kusuma; Sardini, Nur Hidayat -; Martini, rina -
Journal of Politic and Government Studies Vol 13, No 3 : Periode Wisuda Juli 2024
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The existence of the prostitution localization Lorong Indah Margorejo over the past two decades has become a social pathology in the midst of society and is considered to give a negative image to the Pati Regency. The existence of the localization also violates the laws and regulations regarding regional spatial plans because it stands on sustainable agricultural land which should not be used as a place to build buildings. The presence of instructions from the central government to implement Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) during Covid19 pandemic and encouragement from various parties is also an additional trigger for the local government of Pati Regency to carry out the closure of the prostitution localization Lorong Indah Margorejo. This study aims to analyze the dynamics of the localization closure process as well as the decision taken by the local government of Pati Regency after the closure. The type of research used descriptive qualitative method. The data collection techniques used were interviews and documentation. The results showed that the closure of the prostitution localization Lorong Indah Margorejo Pati went through a long dynamic. The closure process involved the Forkopimda of Pati Regency based on the legal basis that had been violated by the residents and the sociological basis in the hope of minimizing one of social pathology. Local government of Pati Regency continued to carry out the closure process until the demolition despite several obstacles during the closure process After the closure, the government did not provide compensation because it considered that the existence of the Lorong Indah itself had violated. The closure actually caused a new problem such as prostitution places that were fragments of Lorong Indah on the side of the road and their existence became more exposed. The local government of Pati Regency has according to procedures, but has not been able to apply the sociological approach with implementation of the sociology of government after the closure
PERBEDAAN EFEKTIFITAS JUS MENTIMUN DAN AIR REBUSAN SELEDRI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA MENOPAUSE Dewi, Rahma Kusuma; Kusumawati, Lindha Sri; Fitriasnani, Meirna Eka; Himmah, Fithri Rif’atul
Bahasa Indonesia Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Kebidanan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/keb.v12i2.546

Abstract

Pendahuluan : Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah sebuah kondisi medis saat seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal. Lebih dari setengah wanita menopause mengalami hipertensi. Jumlah menopause yang datang ke puskesmas dengan hipertensi adalah 68 (1,73%) orang Penyakit hipertensi jika dibiarkan akan menyebabkan kerja jantung lebih keras dan terjadi kerusakan dinding pembuluh darah lebih cepat sehingga dapat menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektifitas pemberian jus mentimun dengan air rebusan seledri terhadap penurunan tekanan darah pada menopause. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan Quasy Eksperiment. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 85 orang Menopause usia 48-65 tahun dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil : Hasil penelitian dari rata-rata tekanan darah responden yang diberi air rebusan seledri memiliki tekanan darah lebih rendah dari pada responden yang diberi air rebusan seledri yaitu sebesar 138,12/94,37 mmhg<145,00/95,00 mmHg. Dilihat dari data menunjukkan p-value pada sistolik sebesar 0,02 atau p < α (0,05), p-value pada diastolik sebesar 0,04 atau p < α (0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti ada efektifitas pemberian jus mentimun dengan air rebusan seledri terhadap penurunan tekanan darah pada menopause dan air rebusan seledri lebih efektif terhadap penurunan tekanan darah pada menopausedengan hipertensi. Diskusi : Dapat disimpulkan bahwa ada air rebusan daun seledri lebih efektif daripada jus mentimun di Posyandu Seroja Kabupaten Kediri.Responden disarankan untuk memilih alternative penurunan tekanan darah dengan menggunakan jus daun seledri.
PERBEDAAN EFEKTIFITAS PEMBERIAN BUAH SEMANGKA DAN BUAH MELON TERHADAP TEKAKAN DARAH PADA WANITA MENOPAUSE PENDERITA HIPERTENSI DI DESA TIRON KECAMATAN BANYAKAN KABUPATEN KEDIRI TAHUN 2018 Ninsih, Evi Handaya; Puspita, Nara Lintan Mega; Dewi, Rahma Kusuma
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2019): OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v1i1.742

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskuler yang menjadi masalah kesehatan serius dan disebut the silent killer. Tujuan penelitian adalah mengetahui perbedaan efektifitas pemberian buah semangka dan buah melon terhadap tekanan darah pada wanita menopause penderita hipertensi di Desa Tiron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri Tahun 2018. Desain penelitian menggunakan penelitian pre eksperimen pendekatan two-group Pretest-Posttest Design. Sampel sejumlah 16 orang diberikan buah semangka, 16 orang diberikan buah melon. Menggunakan teknik purposive sampling,pengumpulan data menggunakan data primer, dan di analisis menggunakan uji t-berpasangan dan uji efektifitas menggunakan uji independen sampel test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan nilai mean tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian buah semangka  yaitu mean sistolik 8,38 mmHg dan mean diastolik 5.13 mmHg dengan ρ-value 0,000 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dan ada perbedaan nilai mean tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian buah melon  yaitu mean sistolik 20.25 mmHg dan mean diastolik 11.8 mmHg dengan ρ value 0,000 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian uji independen sampels test mean sitolik buag semangka 13.87 mmHg, mean sitolik buah melon 14.56 mmHg, dan mean diastolik buah semangka 4.19 mmHg buah melon 4.50 mmHg. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan ada pengaruh setelah pemberian buah semangka dan buah melon terhadap penurunan tekanan darah pada wanita menopause di Desa Tiron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri Tahun 2018. Diharapkan kepada wanita menopause agar dapat mengkonsumsi buah melon dan buah semangka untuk mengontrol tekanan darah.
HUBUNGAN SUMBER INFORMASI TERHADAP PENGETAHUAN SADARI PADA REMAJA PUTRI Hadiyah, Nur; Dewi, Rahma Kusuma; Sutrisni, Sutrisni
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v2i1.1236

Abstract

Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan merupakan salah satu langkah deteksi dini yang efisien untuk mencegah terjadinya kanker payudara. Survey pendahuluan di SMK PGRI 03 Kota Kediri dapatkan 8 remaja putri (80%)  dari  10 remaja putri tidak mengetahui apa itu SADARI. Sedangkan 2 (20%) lainnya mengetahui namun tidak pernah mencoba mengaplikasikan. Tujuan penelitian ini menganalisis Hubungan Sumber Informasi terhadap Pengetahuan Sadari Pada Remaja Putri Kelas X di SMK PGRI 03 Kota Kediri Tahun 2020. Desain penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan pendekatan studi cross sectional dengan sampel sebanyak 60 responden menggunakan tekhnik total sampling dan data dikumpulkan melalui kuisioner dalam bentuk google form. Hasil menunjukkan hampir seluruhnya sebanyak 54 siswi (90,0%)  mendapatkan sumber informasi kurang dan sebagian besar sebanyak 43 siswi (71,7%) mempunyai pengetahuan kurang. Berdasarkan uji spearman rank nilai significancy (p) adalah 0,000 dan nilai correlation coefisien adalah 0,477. Karena nilai p <0,05 maka H0 ditolak sehingga ada Hubungan antara sumber informasi dengan pengetahaun sadari pada remaja putri kelas x di SMK PGRI 03 Kota Kediri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sumber informasi responden kurang, pengetahuan responden kurang, serta terdapat hubungan antara sumber informasi dengan pengetahaun sadari pada remaja putri kelas x di SMK PGRI 03 Kota Kediri Tahun 2020. Kata Kunci : Pengetahuan remaja putri, Sumber Informasi, SADARI 
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Upaya Mencegah Terjadinya Stunting di Kelurahan Tempurejo Kecamatan Ngletih Kota Kediri Dewi, Rahma Kusuma; Kusumawati, Lindha Sri; Prasetyanti, Dhita Kris; Ardela, Mayasari Putri; Aminah, Siti; Putri, Pria Sabila; Khotimah, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.20829

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan anak dan menjadi prioritas pembangunan nasional karena prevalensinya tinggi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Pemberdayaan kader posyandu melalui peningkatan pengetahuan dan motivasi menjadi langkah strategis dalam upaya pencegahan stunting, khususnya pada periode 1000 hari pertama kehidupan. Untuk mengetahui efektivitas intervensi pendidikan kesehatan melalui media booklet dalam meningkatkan pengetahuan dan motivasi kader posyandu terkait gizi dan pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-testpada 45 kader posyandu di Kelurahan Tempurejo, Kota Kediri. Intervensi berupa penyuluhan menggunakan media booklet dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi kader terkait gizi dan pencegahan stunting, dengan evaluasi sebelum dan sesudah intervensi menggunakan uji Paired Sample t-test. Peningkatan signifikan pada pengetahuan gizi (p = 0,000) dan motivasi kader dalam pencegahan stunting (p = 0,000) setelah intervensi menggunakan media booklet. Namun, peningkatan pengetahuan tentang stunting tidak signifikan secara statistik (p = 0,154), sehingga diperlukan penguatan strategi edukasi pada aspek tersebut. Intervensi menggunakan media bookletefektif meningkatkan pengetahuan gizi dan motivasi kader, namun belum optimal pada pemahaman stunting. Diperlukan strategi edukatif yang lebih interaktif dan aplikatif, seperti video, infografis, dan simulasi. Pelatihan berkala, partisipasi kader dalam penyusunan materi, serta evaluasi rutin penting untuk menjaga efektivitas dan keberlanjutan program. Kata Kunci: Pemberdayaan, Kader Posyandu, Pengetahuan, Motivasi, Stunting.  ABSTRACT Stunting is a chronic nutritional problem that adversely affects child growth and remains a national development priority due to its high prevalence in developing countries, including Indonesia. Empowering community health cadres by enhancing their knowledge and motivation is a strategic effort to prevent stunting, particularly during the first 1,000 days of life. This study aimed to assess the effectiveness of health education intervention using booklet media in improving the knowledge and motivation of posyandu cadres regarding nutrition and stunting prevention. A quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach was employed, involving 45 posyandu cadres in Tempurejo Subdistrict, Kediri City. The intervention consisted of structured health education sessions using booklet media, focusing on nutrition and stunting prevention. Data were collected before and after the intervention and analyzed using the Paired Sample t-test. There was a statistically significant improvement in cadres’ nutritional knowledge (p = 0.000) and motivation for stunting prevention (p = 0.000) following the booklet-based intervention. However, the increase in stunting-related knowledge was not statistically significant (p = 0.154), indicating the need for enhanced educational strategies targeting this aspect. The booklet-based intervention effectively improved cadres' nutritional knowledge and motivation but was less effective in enhancing their understanding of stunting. More interactive and practical educational strategies—such as videos, infographics, and field simulations—are recommended. Periodic training, active involvement of cadres in material development, and routine evaluation are essential to ensure the sustainability and impact of the program. Keywords: Empowerment, Posyandu Cadres, Knowledge, Motivation, Stunting.