Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi dengan Menggunakan Metode Tilawati Bagi Guru TPQ di Desa Cakru Ulum, M. Bustanul; In'Ratnasari, Khurin; Sa’diyah, Rif’atus; Muhaimin, Siti Nur Khanah; Hakim, Sholeh Faruqi Lukman; Syamsul Arifin, , Zul Fahmi Eka W
Pandalungan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/pandalungan.v1i1.1102

Abstract

ABSTRAK (ENGLISH) Al-Qur'an Education Park (TPQ) is a non-formal educational institution that is the focus of parents in an effort to improve the ability to read and understand the Koran for children. Just like formal educational institutions, the Al-Qur'an Education Park (TPQ) must also be guaranteed its quality. One of the things that is underestimated in learning at the Al-Qur'an Education Park (TPQ) is the learning process carried out by the teacher TPQ and the methods used in the learning can affect children's interest in learning the Qur'an. Therefore, in order to improve the quality for teachers TPQ as well as the interest and learning attraction of children in Cakru Village, Kencong District, Jember Regency in learning the Qur'an, I and the participants from the regional pkmbr and assisted by TPQ teachers and residents around will develop the Al-Qur'an Education Park (TPQ) by providing quality training for teachers TPQ in Cakru village and also developing the tilawati method as a way to increase interest and interest in learning the Qur'an. The Tilawati method is one of the innovations of the method in learning the Qur'an. His trademark is using rost songs and using an individual approach by reading and listening. ABSTRAK (INDONESIA) Taman Pendidikan al-Qur’an(TPQ) adalah lembaga pendidikan non formal yang menjadi tumpuan orang tua dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca dan memahami al-Qur’an bagi anak-anak. Sama halnya seperti lembaga pendidikan formal, Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) juga harus terjamin kualitasnya. Salah satu hal yang disepelekan dalam pembelajaran diTaman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) yaitu proses pembelajaran yang dilakukan oleh Guru TPQ dan metode yang digunakan dalam pembelajaran tersebut dapat mempengaruhi minat anak-anak untuk belajar al-Qur’an. Maka dari itu, dalam rangka meningkatkan kualitas bagi Guru TPQ serta minat dan daya tarik belajar anak-anak di Desa Cakru Kecamatan Kencong Kabupaten Jember dalam belajar al-Qur’an, saya beserta peserta dari PKMBR daerah tersebut dan dibantu oleh guru TPQ dan warga sekitar akan mengembangkan Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) dengan memberi pelatihan yang berkualitas bagi Guru TPQ di desa Cakru dan juga mengembangkan metode tilawati sebagai cara untuk meningkatkan minat dan daya tarik belajaral- Qur’an. Metode Tilawati adalah salah satu inovasi dari metode dalam belajar al-Qur’an. Ciri khasnya yaitu menggunakan lagu rost dan menggunakan pendekatan individual dengan baca simak.
Penguatan Moderasi Beragama dan Kearifan Lokal Melalui Manajemen Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Sholihah, Mar’atus; In'Ratnasari, Khurin; Ratu Balqis, Rizqiyah
Pandalungan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/pandalungan.v1i2.1427

Abstract

Radikalisasi di zaman teknologi ini tidak hanya menyasar para mahasiswa,namun juga mulai dikembangkan lebih luas lagi ke usia anak-anak. Pendoktrinan radikalisasi di usia-usia ini semakin berbahaya, dikarenakan nilai-nilai radikalisme akan lebih kuat melekat dalam alam bawah sadar mereka. Radikalisasi di dunia anak dibuktikan dengan berbagai data dari berita yang muncul terkait penanaman nilai radikasime di lingkungan anak pada beberapa tahun belakangan. Portal berita seperti Tempo, ABC dan Kompas sama-sama menunjukkan kepada masyarakat Indonesia bahwa radikalisasi anak sudah dimulai di jenjang pendidikan usia dini, bahkan. Anak-anak diajarkan oleh gurunya sendiri tentang cerita-cerita perang di Israel dan Palestina, serta tidak adanya upacara bendera dan cerita-cerita tentang kebudayaan setempat. Oleh karena itu tujuan daripendampingan ini yaitu Memberikan penguatan moderasi beragama dan kearifan lokal melalui manajemen core curriculum di Lembaga Pendidikan,metode pengabdian yang digunakan menggunakan PAR ( (Participatory Action Research). Hasil dari dampingan yaitu Bentuk penguatan moderasi beragama dapat dituangkan kedalam menajemen kurkulum MI dengan mata pelajaran, muatan local maupun kebiasaan embiasaan tersebut menjadi produk budaya siswa dan dapat dimanfaatkan dan diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat (pemberdayaan), Implikasi penguatan moderasi beragama dan kearifan lokal agar siswa yang memiliki budaya berpikir moderat dala, pemikiran, tingkah laku, maupun kebiasaan dalam lingkungan masyarakat.