Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Holistic Community Service

Pembuatan teh rajangan herba sirih cina (Peperomia pellucida L. Kunth.) Putra, Risa Kota
Journal of Holistic Community Service Vol 1 No 2 (2024): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v1i2.18

Abstract

Latar belakang : Indonesia termasuk satu dari 17 negara megadiversitas (keanekaragaman hayati) terkaya di dunia, khususnya untuk tumbuhan berkhasiat obat.  Di lain sisi pasar Indonesia malah dibanjiri produk-produk obat tradisional impor, karena masyarakat kurang menyadari betapa kayanya negeri sendiri akan sumber daya obat tradisional. Hal itu terbukti, disekitar rumah penduduk dengan mudah dan banyak ditemukan tumbuh liar, yang salah satu tumbuhan Suruhan atau Sirih cina (Peperomia pellucida L. Kunth.) yang berkhasiat menurunkan kholeterol dan asam urat dalam darah. Upaya menjawab tantangan itu, perlu dilakukan langkah-langkah penyadaran dan pengenalan kembali kepada masyarakat, baik untuk sector flora maupun faunanya. Metode : Pengabdian kepada Masyrakat (PkM) ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi yang bersifat kualitatif dan pengenalan tumbuhan Suruhan yang berkhasiat obat dan cara pembuatan sediaannya secara sederhana sehingga mudah dilakukan oleh masyarakat. Subjek PkM ini adalah kader kesehatan dan masyarakat di Desa Gurudug Kecamatan Pondoksalam Kabupaten Purwakarta. Hasil : Peserta sosialisasi ini yaitu ibu-ibu kader kesehatan dan masyarakat Desa Gurudug Kecamatan Pondoksalam Kabupaten Purwakarta, telah memberikan respon yang disampaikan melalui jawaban kuesioner dan pertanyaan langsung ke narasumber. Respon dari peserta sangat setuju terhadap materi sosialisasi sesuai dengan kebutuhn masyarakat (93%); penyampaian jelas dan menarik (80%); waktu penyampaian cukup memadai (80%); masyarakat dapat manfaat (85,7%); perlu dilakukan berkelanjutan (80%); dan puas terhadap kegiatan penyuluhan ini (80%) Simpulan : Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dalam bentuk kegiatan sosialisasi berupa paparan materi: Pembuatan Teh Rajangan Suruhan Peperomia pellucida, L. Kunt.) untuk pemeliharan kesehatan dan pencegahan penyakit, diapresiasi dengan sangat baik oleh peserta dan berharap agar dilakukan secara terus-menerus.
Pelatihan pembuatan sabun cair dari ekstrak daun pala di Desa Babakan Kabupaten Purwakarta Ratnasari, Dewi; Putra, Risa Kota; Handayani, Reti Puji; Puspariki, Jenta
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 2 (2026): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v3i2.91

Abstract

Latar belakang: Masyarakat Desa Babakan, Kabupaten Purwakarta, telah memanfaatkan buah dan biji pala sebagai bahan pangan seperti manisan, sirup, dan minuman herbal. Namun demikian, bagian daun dari tanaman pala belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya dianggap sebagai limbah pertanian. Padahal beberapa penelitian menunjukkan bahwa daun pala mengandung berbagai metabolit sekunder yang berpotensi digunakan sebagai bahan aktif dalam produk kesehatan maupun kosmetik. Rendahnya pemanfaatan tersebut salah satunya disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai potensi dan pengolahannya. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam mengolah daun pala menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomi. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Babakan, Kabupaten Purwakarta dengan sasaran ibu-ibu kader dan masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan serta demonstrasi pembuatan sabun cair yang memanfaatkan ekstrak daun pala sebagai bahan aktif Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman baru mengenai potensi pemanfaatan daun pala. Peserta terlihat antusias mengikuti penjelasan dan demonstrasi pembuatan sabun cair daun pala. Peserta bertanya tentang proses pembuatan sabun, pemilihan bahan baku, serta kemungkinan penggunaan tanaman lain sebagai bahan aktif. Kegiatan ini juga membuka wawasan masyarakat mengenai peluang pengembangan produk berbasis sumber daya alam lokal. Kesimpulan: Pelatihan pembuatan sabun cair berbahan dasar ekstrak daun pala di Desa Babakan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan potensi tanaman pala secara lebih optimal. Masyarakat menjadi lebih memahami bahwa daun pala yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam produk sabun cair antiseptik.