Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Covid-19 Untuk Meningkatkan Kewaspadaan Ibu Yang Mempunyai Anak Stunting Mulyana, Hilman; Mutiudin, Ade Iwan; Hidayatulloh, Ana Ikhsan; Lutfi, Baharudin; Mulyana, Asep; Dewi, Heni Aguspita; Rahmawati, Ai
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 2 No 02 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 02 Nomer 02 Tahun 2021
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.58 KB) | DOI: 10.33221/jpmim.v2i02.1341

Abstract

Pandemi Covid-19 dapat berdampak pada peningkatan jumlah kasus Stunting dan kurangnya kepedulian ibu terhadap protokol kesehatan. Perlu di waspadai bahwa virus covid-19 dapat menyerang siapa saja dan kapan saja dengan mudah. Oleh karena itu salah satu upaya yang bisa dilakukan dengan mudah untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus Covid-19 pada anak Stunting yaitu dengan pemerian edukasi covid-19. Tujuan penelitian untuk meningkatkan kewaspadaan ibu mengenai covid-19. Metode: Edukasi diberikan kepada 20 orang ibu, selama 3 minggu melalui dua metode, yaitu: secara langsung (ceramah, demonstrasi dan diskusi) dan berbasis online (whatsapp group, pesan secara berkala baik dalam bentuk teks, gambar, ataupun video). Hasil edukasi menunjukan bahwa kewaspadaan ibu mengalami peningkatan dari sebelum dan setelah dilakukan edukasi, Z hitung sebesar -4,146 dan p-value sebesar 0,000. Ibu diharapkan mampu menerapkan hasil upaya edukasi dalam aktivitasnya sehari-hari, sehingga dampak terinfeksi Covid-19 tehadap anak Stunting tidak terjadi.
Factors Affecting the Adherence of People Living with HIV/AIDS on Antiretroviral Treatment in Tasikmalaya City Suryani, Iis Sopiah; Marlina, Lina; Hidayatulloh, Ana Ikhsan; Rahmawati, Ai
Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v19i2.3714

Abstract

The incidence of HIV/AIDS in Indonesia, including in West Java and Tasikmalaya City, continues to rise. In Tasikmalaya City alone, 345 cases have been recorded. Antiretroviral (ARV) therapy has revolutionized HIV treatment, but optimal adherence—ideally 100%—is essential to prevent drug resistance. However, adherence among people living with HIV/AIDS (PLWHA) in Tasikmalaya remains suboptimal, increasing the risk of treatment failure and resistance. This study employed a cross-sectional correlational design involving 62 PLWHA who actively participated in monthly meetings organized by the AIDS Countermeasures Commission (KPA) in Tasikmalaya. Participants were selected using purposive sampling. Data were collected using a validated questionnaire for treatment adherence and a researcher-developed instrument to assess additional variables. Factors found to influence ARV treatment adherence included age, gender, educational background, perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, and self-confidence. Among these, perceived barriers were identified as the most dominant factor affecting adherence (OR = 16.9). Although limited by a small sample size, this study highlights several psychosocial and demographic factors that influence ARV adherence among PLWHA. Addressing perceived barriers should be a priority in interventions aimed at improving adherence and preventing drug resistance.