Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENTINGNYA MENJADI UPSTANDER SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGATASI PERUNDUNGAN DI SMK BINA ILMU MANDIRI Fitri Silvia Sofyan; Aris Riswandi Sanusi
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v6i1.6227

Abstract

Perundungan ataupun Bullying memang seringkali terjadi dilingkungan sekitar kita, tidak terkecuali di kalangan peserta didik. Perilaku perundungan ini memberikan dampak dan akan mempengaruhi kondisi anak yang bisa mengakibatkan turunnya prestasi akademis ataupun non akademis. Berdasarkan data yang diambil dari UNICEF (2015) menyebutkan bahwa ternyata 50% siswa pernah mengalami perundungan di sekolah. Setiap remaja menanggapi perundungan dengan cara yang berbeda-beda, respon yang diberikan pun berbeda-beda. Mulai dari merasa tidak terusik, terganggu, dan lebih parah lagi sampai melakukan tindakan bunuh diri. Kasus perundungan atau bullying disekolah masih banyak terjadi di Indonesia. Berdasarkan data yang diambil dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2022 menunjukkan adanya 226 kasus kekerasan fisik, psikis, termasuk perundungan
PENGUNAAN PHOTO VOICE: BINGKAI BUMI NUSANTARA DALAM KEBERAGAMAN INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN WAWASAN KEBANGSAAN MAHASISWA Fitri Silvia Sofyan; Aris Riswandi Sanusi
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v7i1.9943

Abstract

Pancasila dengan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan dengan tegas realitas multikultural bangsa Indonesia. Kenyataan tersebut dilukiskan di dalam semboyan negara yang berbunyi “Bhinneka Tunggal Ika”. Dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), makna dan hakikat serta pengejawantahan wawasan kebangsaan tersebut penting dipahami oleh setiap warga negara Indonesia. Dalam hal ini generasi muda memiliki kedudukan sebagai salah satu unsur warga negara yang berperan sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Adapun tujuan dari pengabdian ini yaitu menjadikan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa untuk terus meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan Indonesia. Pengabdian ini dilakukan dengan melakukan kegiatan pameran Photo Voice dengan Tema “Bingkai Bumi Nusantara dalam Keberagaman Indonesia”. Photo Voice merupakan sebuah metode yang melihat permasalahan dari sudut pandang partisipan dengan menggunakan foto sebagai media untuk mengungkapkan pengalaman partisipan secara langsung tanpa ada intervensi dari pihak lain. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu meningkatnya pemahaman akan pentingnya wawasan kebangsaan di kalangan mahasiswa yang berada dilingkungan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
PERILAKU SISWA SEBAGAI WARGA NEGARA YANG BAIK PADA PEMBELAJARAN PPKN DI MTs JAMIATUL HUDA KELAS VIII Suhardi; Fitri Silvia Sofyan; Erwin Susanto
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 2 (2019): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v4i2.1320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kondisi perilaku siswa sebagi warga negara yang baik di kalangan siswa pada pembelajaran PPKn di MTs Jamiatul Huda kelas VIII. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah MTs Jamiatul Huda kelas VIII. Tenknik pengumpulan data menggunakan wawancara responden pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Teknik analisis data dengan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi perilaku siswa sebagai warga negara yang baik di MTs Jamiatul Huda Kabupaten Bekasi, sesuai dengan hasil pengolahan data yang di dapatkan dilapangan dapat di simpulkan bahwa perilaku siswa dikatakan sesuai dengan harapan bapak dan ibu guru serta orang tua.
Peran guru membiasakan menyanyikan lagu nasional sebagai upaya pembentukan nasionalisme siswa Yati, Nyai; Fitri Silvia Sofyan; Nadya Putri Saylendra
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 2 (2020): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v5i2.1338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru membiasakan menyanyikan lagu nasional sebagai pembentukan semangat nasionalisme siswa. Sejalan dengan tujuan peneliti tersebut maka dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptifkualitatif. Subyek penelitian sebanyak 10 siswa kelas VIII dan 1 guru PPKn. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan menggunakan Tringulasi. Hasil penelitian sebagai berikut (1) guru berperan dalam membiasakan menyanyikan lagu nasional sebagai pembentukan semangat nasionalisme siswa dengan melakukan cara konsisten dalam membiasakan menyanyikan lagu nasional (2) lagu nasional berperan dalam pembentukan semangat nasionalisme siswa dilihat dari adanya perasaan bertambah cinta pada tanah air siswa setelah menyanyikan lagu nasional (3) hambatan guru dalam membiasakan menyanyikan lagu nasional ada beberapa hambatan dimulai dari ketidak hafalkan siswa pada lirik dan nada lagu nasional dan kurang nya rasa khidmat siswa ketika menyanyikan lagu nasional membuat guru lebih kreatif lagu dalam membiasakan menyanyikan lagu nasional. Kesimpulanya guru berperan dalam membiasakan menyanyikan lagu nasional dilihat dari bertambahnya rasa cinta siswa pada tanah air setelah menyanyikan lagu nasional
PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PENGURUSTAMAAN GENDER (Studi Deskriptif Masyarakat Dusun Pasirkonci Kabupaten Subang) Deasy aprilianti; Yogi Nugraha; Fitri Silvia Sofyan
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 1 (2021): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v6i1.1348

Abstract

Kesetaraan gender merupakan keadilan yang harus di samakan setiap orang, tidak memandang tingkatan orang tersebut, hak dan kewajibannya agar tidak terjadi ketimpangan dalam kehidupan bermasyarakat agar meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Hak dan keadilan yang perlu mereka dapatkan. Oleh karena itu gender bukanlah menjadi suatu keadaan yang bersifat sementara tapi kodrat yang sudah ditentukan dan memiliki proses yang berjalan terus menerus. Seseorang harus bersikap sebagai laki-laki atau perempuan harus bersikap sebagai perempuan disitulah cara pandang masyarakat saat ini karena masyarakat hanya berfikir bahwa laki-laki tidak bisa mengerjakan tanggung jawab perempuan dan sebaliknya. Dalam praktik sehari-hari selalu muncul pembedaan peran gender yang berakibat terjadinya bias gender, yakni suatu pandangan yang membedakan peran, kedudukan, serta tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam kehidupan keluarga, masyarakat dan pembangunan, bias gender sering berkonsekuensi diskriminasi gender.