ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan dan tata kelola usaha pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bumi Paccellekang Sejahtera Kabupaten Gowa yang bergerak dalam usaha budidaya lobster air tawar. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi lemahnya sistem pencatatan keuangan, belum optimalnya tata kelola usaha, rendahnya pemahaman penyusunan laporan keuangan sederhana, serta belum adanya perencanaan usaha yang sistematis dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2025 melalui metode ceramah, diskusi, pelatihan, simulasi, pendampingan, serta evaluasi kegiatan melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan terdiri atas pengurus BUMDes, aparat desa, dan masyarakat yang terlibat dalam usaha budidaya lobster air tawar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait pencatatan arus kas, penyusunan laporan keuangan sederhana, pengendalian biaya produksi, serta penerapan tata kelola usaha berbasis transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, peserta mulai memahami pentingnya perencanaan usaha, pemetaan risiko usaha, dan strategi pemasaran budidaya lobster air tawar. Peningkatan pemahaman peserta terlihat dari hasil evaluasi yang menunjukkan peningkatan rata-rata skor post-test dibandingkan pre-test. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat desa karena pengelolaan usaha menjadi lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan. Penguatan manajemen keuangan dan tata kelola usaha terbukti menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan usaha budidaya lobster air tawar pada BUMDes Bumi Paccellekang Sejahtera Kabupaten Gowa. Kata Kunci: Manajemen Keuangan, Tata Kelola Usaha, BUMDes, Lobster Air Tawar, Pemberdayaan Ekonomi ABTRACT This community service activity aimed to strengthen financial management and business governance capacity at BUMDes Bumi Paccellekang Sejahtera, Gowa Regency, which operates in freshwater lobster cultivation. The main problems faced by the partner institution included weak financial recording systems, suboptimal business governance, limited understanding of simple financial reporting preparation, and the absence of systematic and sustainable business planning. The program was conducted in March 2026 through lectures, discussions, training, simulations, mentoring, and evaluations using pre-tests and post-tests. Participants consisted of BUMDes administrators, village officials, and community members involved in freshwater lobster cultivation businesses. The results indicated an improvement in participants’ understanding of cash flow recording, simple financial reporting, production cost control, and governance based on transparency and accountability principles. Participants also gained insight into business planning, risk mapping, and marketing strategies for freshwater lobster cultivation. Evaluation results showed a significant increase in participants’ post-test scores compared to pre-test scores. This activity positively contributed to improving the economic capacity of the village community because business management became more organized, effective, and sustainable. Strengthening financial management and business governance proved to be an essential factor in supporting the sustainability of freshwater lobster cultivation businesses at BUMDes Bumi Paccellekang Sejahtera, Gowa Regency. Keywords: Financial Management, Business Governance, Village-Owned Enterprise, Freshwater Lobster, Economic Empowerment