Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Kepatuhan Menjalani Diet Rendah Garam Terhadap Kadar Tekanan Darah Hayati, Risma; Bahar, Herwanti
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 3, No 2 (2011): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v3i2.1239

Abstract

AbstractThe compliance of patient to consume of low-salt diet is relatively low compared to consume of drugs. The objective of this study was to understand the effect of obedience consumption low-salt diet to blood pressure levels in patients with hypertension. The population study is hypertensive patients in the Outpatient Clinic, Hospital R. SYAMSUDIN, SH Sukabumi, we got the sample total are 37 respondents. This study is experimental without a control group. This study used Chi-Square test, Independent T-test, correlation-regression. Most of respondents are 57.6 years, 70.3 % women, 35% of junior high school education, and 81.1 % are retired. Respondents who has suffer long history of hypertension (81.1%), and most suffer from mild hypertension (94.6 %). Nutritional counseling process by local dietitian as 81.1 % of intervention does not match score and the majority of respondents do not comply diet (78.4 %). The first measurement of mean systolic and diastolic pressure respectively are 164.86 ± 11.2 mmHg and 98.92 ± 8.42 mmHg. The end measurement of mean systolic and diastolic pressure respectively are 127.3 ± 17.74 mmHg and 82.43 ± 4.94 mmHg. The mean changes of systolic and diastolic pressure in compliance respondents, respectively are (-55.00 ± 5.34) mm Hg;(-28.75 ± 6.40) mm Hg and the mean non-compliance (-32,75 ± 17.50) mmHg, (14.13 ± 8.66) mm Hg. The differences in blood pressure both of groups are significant with p-value<0.05. The effect of dietary compliance is decreasing of systolic and diastolic blood pressure depends on age respectively, -22.241 mmHg and -14.612 mmHg. Low-salt diet may contribute to maintain the levels of blood pressure of hypertensive patients. Keywords: Dietary Compliance, Low-Salt diet, Blood pressure levels   AbstrakAsupan natrium yang berlebihan dapat menyebabkan hipertensi. Kepatuhan pasien terhadap anjuran diet rendah garam relative rendah dibanding anjuran penggunaan obat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh kepatuhan menjalankan diet rendah garam terhadap kadar tekanan darah pada penderita hipertensi. Populasi penelitian ini adalah penderita hipertensi di Poliklinik Rawat Jalan, RSUD R. Syamsudin, SH Sukabumi,  sampel 37 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Rancangan penelitian eksperimen semua tanpa kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan Uji Chi-Square, T-test Independent, Korelasi-Regresi. Rerata umur responden 57,6 tahun, 70,3% perempuan, berpendidikan SMP sebanyak 35% dan 81,1% merupakan kelompok yang telah tidak bekerja. Responden dengan riwayat hipertensi lama (81,1%), dan sebagian besar menderita hipertensi ringan (94,6%). Proses konseling gizi oleh ahli gizi setempat sebagai intervensi 81,1% tidak sesuai skor dan sebagian besar responden menyatakan tidak patuh menjalani diet (78,4%). Rerata tekanan sistolik awal (164,86±11,21)mmHg dan diastolik awal (98,92±8,42) mmHg. Rerata tekanan sistolik akhir (127,3±17,74) mmHg dan diastolic akhir (82,43±4,94). Rerata perubahan tekanan sistolik dan diastolik pada responden yang patuh yaitu masing-masing     ((-55,00±5,34)mmHg;(-28,75±6,40)mmHg)dan Rerata pada yang tidak patuh ((-32,75±17,50) mmHg;(14,13±8,66) mmHg). Perbedaan tekanan darah kedua kelompok bermakna dengan nilai p<0.05. Kepatuhan menjalani diet memberikan pengaruh penurunan tekanan darah Sistolik sebesar -22,241 mmHg tergantung umur dan penurunan tekanan darah Diastolik sebesar -14,612 mmHg tergantung umur. Kepatuhan menjalani diet rendah garam dapat turut menjaga kadar tekanan darah penderita hipertensi. Kata Kunci: Kepatuhan Diet, Diet Rendah Garam, Kadar Tekanan Darah
Systematic Literature Riview : Analisis Kemampuan Komputasi Matematis Pada Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Hayati, Risma; Kariadinata, Rahayu; Nuraida, Ida
Gunung Djati Conference Series Vol. 54 No. 3 (2025): Mathematics Education on Research Publication (MERP) III
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian literatur terkait kemampuam komputasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal matematika pada jenjang SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review). Sampel yang digunakan berjumlah 16 sampel dari penelitian terdahulu terkait kemampuan komputasi matematis siswan yang diterbitkan tiga tahun terakhir. Dengan pendekatan PRISMA, dari 70 data kemudian ditinjau sesuai kemampuan komputasi siswa berdasarkan model pembelajaran, media pembelajaran, materi pembelajaran, dan karakteristik belajar serta jenjang Pendidikan yang mengerucut menjadi 16 data. Berdasarkan hasil penelitian, didapat bahwa secara keseluruhan kemampuan komputasi siswa dalam menyelesaikan masalah matematika membutuhkan integrasi model dan media pembelajaran yang tepat, serta pemahaman terhadap karakteristik siswa.
Faktor Dominan yang Mempengaruhi Asupan Energi Anak Usia 25-30 Bulan di Jakarta Pusat Tahun 2019: The Dominant Factors Affecting Energy Intake in Children Aged 25-30 Months in Central Jakarta in 2019 Wardi, Nadya Khaira; Fikawati, Sandra; Hayati, Risma
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3604

Abstract

Latar belakang: Asupan energi merupakan sumber energi yang digunakan untuk proses metabolisme, pertumbuhan, pengaturan suhu, dan aktivitas fisik. Asupan energi anak yang tidak memenuhi kebutuhan normal, dapat meningkat terjadinya risiko stunting dan malnutrisi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi asupan energi pada anak usia 25-30 bulan di Kecamatan Gambir dan Sawah Besar Jakarta Pusat pada tahun 2019. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 98 anak. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan food recall 1x24 jam. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi, uji t independent, dan uji regresi linear berganda. Hasil: Rata-rata asupan energi anak adalah 1,065 kkal/hari. Analisis bivariat menggunakan uji T menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata antara asupan energi dengan frekuensi makan (p=0,007), asupan minimum yang dapat diterima (p=0,008), dan jumlah konsumsi susu (p=0,0001). Hasil uji korelasi menunjukkan perbedaan antara rata-rata asupan energi dengan asupan karbohidrat (p=0,0005), asupan protein (p=0,0005), dan asupan lemak (p=0,0005). Kelompok biji-bijian, umbi, akar, dan susu adalah sumber makanan yang paling banyak di konsumsi oleh anak. Hasil uji regresi linear berganda menunjukkan faktor dominan yang mempengaruhi asupan energi anak adalah asupan karbohidrat (p=0,000), asupan protein (p=0,000), dan asupan lemak (p=0,000). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa asupan karbohidrat, asupan lemak dan asupan protein merupakan faktor dominan yang mempengaruhi asupan energi pada anak.