Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Gambaran Kejelasan Penulisan Diagnosa dan Keakuratan Kodefikasi Gangguan Sistem Cardiovasculer Berdasarkan ICD-10 Di Rumah Sakit Rafflesia Bengkulu Harmanto, Deno; Budiarti, Anggia; Sri Rahayu, Dinda
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kodefikasi diagnosis Gangguan Sistem Cardiovasculer sangat penting dilakukan secara tepat dan akurat, ketidakakuratan kode yang sering ditemukan pada berkas rekam medis seperti tidak jelas penulisan diagnosa bahkan tidak lengkap dokumen pendukung serta tidak ada kode karkter ke-4 pada diagnosa Hearth Filure. Jika kodefikasi tidak dilaksanakan dengan akurat akan berdampak pada kesalahan indeks pencatatan penyakit dan tindakan. Data informasi informasi laporan tidak akurat serta ketidaktepat tarif INA-CBG's. Penelitian ini bertujuan untuk Gambaran Kejelasan Penulisan Diagnosa dan Keakuratan Kodefikasi Gangguan Sistem CardiovasculerBerdasarkan ICD-10 Di Rumah Sakit Rafflesia Bengkulu. Jenis penelitian adalah deskriptif data yang digunakan adalah data primer dan data skunder yang diolah secara univariat, cara pengumpulan data melalui wawancara dan observasional. Alat yang digunakan kuisioner dan lembar ceklis dengan pengamatan secara langsung dengan objek 176 berkas rekam medis diagnosa Hearth Filure. Dari 176 berkas rekam medis diagnosa Gangguan Sistem Cardiovasculer terdapat keakuratan kode berdasarkan ICD-10 sebagian besar 64 berkas (36%) yang akurat dan sebanyak 112 berkas (64%) tidak akurat, pada kejelasan penulisan diagnosa pada resume medis sebagian kecil 56 berkas (32%) jelas, tetapi sebagian besar 120 berkas (68%) tidak jelas. Sebaiknya petugas koder sebelum melaksanakan kodefikasi cek kelengkapan dokumen pendukung terlebih dahulu dan mengikuti pelatihan kodefikasi untuk menambah pemahaman tentang pelaksanaan klasifikasi dan kodefikasi penyakit.
Clarity of Diagnosis Writing and Accuracy of Coding in Heart Failure Based on ICD-10 at Hospital X: Kejelasan Penulisan Diagnosa dan Keakuratan Kodefikasi pada Heart Failure Berdasarkan ICD-10 di Rumah Sakit X Harmanto, Deno; Budiarti, Anggia; Rahayu, Dinda Sri
Procedia of Engineering and Life Science Vol. 7 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Rakernas PORMIKI X
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pels.v7i0.2098

Abstract

It is very important to code the diagnosis of Heart Failure correctly and accurately, inaccuracies in codes are often found in medical record files such as unclear writing of the diagnosis or even incomplete supporting documents and the absence of a 4th character code in the diagnosis of Heart Failure. If coding is not carried out accurately, it will result in errors in disease recording indexes and actions, inaccurate report information data and inaccurate INA-CBG rates. The purpose of this study aims to determine the clarity of writing diagnoses and the accuracy of heart failure coding based on ICD-10 at Rafflesia Hospital, Bengkulu. The type of research is descriptive. The data used are primary data and secondary data which are processed univariately, data collection methods are through interviews and observation. The tool used is a checklist sheet with direct observation of 176 medical record files for the diagnosis of heart disease. Of the 176 medical record files for the diagnosis of Heart Failure, there is clarity in writing the diagnosis on the medical resume, a small number of 56 files (32%) are clear, but the majority of 120 files (68%) are unclear and the accuracy of codes based on ICD-10 is mostly 64 files (36% ) were accurate and as many as 112 files (64%) were inaccurate.
Factors Supporting the Accuracy of External Cause Codes Traffic Accident Injury Cases: Faktor Pendukung Keakuratan Kode External Cause Kasus Cedera Kecelakaan Lalu Lintas Budiarti, Anggia; Harmanto, Deno; Rahayu, Dinda Sri
Procedia of Engineering and Life Science Vol. 7 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Rakernas PORMIKI X
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pels.v7i0.2102

Abstract

Injuries due to traffic accidents are one of the third largest causes of death in Indonesia after HIV/AIDS and TB. Based on WHO data (2015), injuries due to traffic accidents are the main cause of death and disability throughout the world, deaths due to traffic accidents worldwide amounted to 1.25 million in 2013. In Indonesia, injuries due to traffic accidents and deaths occurred has become a very serious problem (Djaja et al, 2016). Based on data from the Traffic Accident Unit of the Bengkulu Police Traffic Unit, in 2019 the number of traffic accidents recorded was 33 cases of serious injuries and 173 minor injuries (Munte et al, 2022). Implementation of external cause coding of traffic accident injury cases is very important to be done accurately, because the coding results external cause can be said to be accurate if it has the 4th and 5th characters. If coding is not carried out accurately it will have an impact on disease and action recording index errors, inaccurate report information data and inaccurate INA-CBG rates. all officers provide external cause coding and it is hoped that the head of the medical records unit will make a policy for filling in external cause codes.
EDUKASI PETUGAS TERKAIT KETEPATAN KODE DIAGNOSA OBTETRI DALAM MENDUKUNG KELANCARAN KLAIM BPJS DI RS.X Heltiani, Nofri; Budiarti, Anggia; Agusianita, Agusianita
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 5 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v5i1.131

Abstract

Ketepatan kode tindakan memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran klaim dan menjadi dasar disetujuinya penagihan biaya oleh BPJS kepada Rumah Sakit, namun berkas klaim kasus obstetric RS.X Kota Bengkulu selalu mengalami pending setiap kali pengajuan klaim BPJS yang disebabkan mayoritas kode diagnosa tidak tepat. Hal ini disebabkan informasi koding (berkaitan dengan tindakan dan kode yang diinputkan tidak sesuai dengan aturan koding pada Surat Edaran BPJS Kesehatan 2023 dan Berita Acara Kesepakatan ketika verifikasi klaim oleh verifikator BPJS Kesehatan, yang berdampak terlambatnya proses pembayaran klaim sehingga menyebabkan kerugian material bagi Rumah Sakit. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kepada petugas terkait pentingnya ketepatan kode diagnose obstetri dalam mendukung kelancaran klaim BPJS. Kegiatan ini menggunakan metode sosialisasi dan diskusi interaktif melalui tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanan dan tahap monitoring evaluasi dengan sasaran petugas casemix sebanyak 8 orang. Dari hasil evaluasi, diketahui bahwa pengetahuan petugas casmix sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi meningkat menjadi 70%, dimana sebelum diberikan edukasi, rerata pretest sebesar 56 dan setelah diberikan edukasi rerata nilai posttest menjadi 95. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kemampuan petugas casemix dalam melakukan identifikasi penyebab tidak tepatnya kode diagnosa obstetri berdasarkan ICD 10 dan ICD-9CM serta INA-CBG’s.
Gambaran Pengelolaan Rekam Medis Tebal (Volumenious Bulky) di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu Heltiani, Nofri; Evendy, Nova; Budiarti, Anggia
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/jurmik.v2i2.95

Abstract

Rekam medis tebal (volumenious bulky) merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi pada penyimpanan dan penjajaran, diketahui terjadi peningkatan volumenious bulky setiap tahunnya ±10% dengan tingkat ketebalan yang berbeda antara 3,7 s.d 4,5 cm pada masing-masing rekam medis dengan kodisi map rekam medis yang mulai robek karena tidak mampu menopang isi rekam medis, hal ini disebabkan pasien gangguan jiwa sering kontrol rutin dan dirawat cukup lama, serta RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu belum memiliki standar ketebalan rekam medis sebagai pedoman untuk memisahkan volumenious bulky. Dampak yang terjadi apabila volumenious bulky tidak dipecah menjadi beberapa bagian dapat mengakibatkan kerusakan map dan riwayat penyakit pasien tercecer/tidak utuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengelolaan volumenious bulky di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 693 volumenious bulky dengan sampel sebanyak 87 yang diambil secara random sampling. Data yang digunakan adalah data primer dengan teknik pengumpulan data dilakukan secara observasi dan wawancara yang diolah secara univariat. Pengelolaan rekam medis tebal (volumenious bulky) di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu dilakukan dengan cara dipecah menjadi beberapa map rekam medis Bengkulu dan diberi identitas pasien (nama dan No.RM) yang sama dengan map sebelumnya akan tetapi tidak diberi keterangan volume/bagian pada map rekam medis sebanyak 62 (71,3%), penempatan volumenious bulky yang telah dipecah menjadi beberapa map rekam ditempatkan terpisah antara volume 1 dengan volume 2 sebanyak 78 (89,7%) dan penggunaan sarana pengganti (tracer) pada saat salah satu bagian volumenious bulky yang keluar dari rak penyimpanan sebanyak 61 (70,1%).
Completeness of Cataract Medical Information Supports the Accuracy of RME Based Diagnosis and Action Codes at RS.X Heltiani, Nofri; Agusianita; Budiarti, Anggia
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i3.5006

Abstract

The completeness of visual acuity (visual acuity) examination results, the completeness of slit lamp examination results, and the accuracy of diagnosis are very important in supporting the accuracy of diagnostic codes and action codes. The initial survey results of 10 e-RMs obtained 6 (60%) accurate and 4 (40%) inaccurate. This is because the results of the visual acuity examination and slit lamp examination are incomplete, resulting in inaccurate diagnostic codes and action codes that impact the quality of data, information, and reports, as well as the accuracy of INA-CBG's rates, which can result in a decrease in the quality of hospital services. This study aims to determine the accuracy of cataract diagnosis and treatment codes based on the completeness of e-RM-based medical information at Hospital X. This type of study is an observational study with a quantitative descriptive design. The study population was 548 e-RMs, with a sample of 85 e-RMs taken by simple random sampling. This study uses secondary data measured by observation sheets, and then the data is processed and analyzed univariately using frequency distribution. The results of this study obtained completeness of visual acuity examination results of 74 (87%), completeness of slit lamp examination results of 77 (91%), accuracy of diagnosis codes of 79 (93%), and accuracy of action codes of 72 (85%). The need to conduct periodic control of the completeness of medical information through medical record audits, establish communication if there is an inaccurate diagnosis, and improve coder skills through coding classification training.