Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Efektivitas Metode Self Help Group dan Jalan Kaki Terstruktur terhadap Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi Maryuni, Sri; Oktalina, Riska; Antoro, Budi; Haryanti, Richta Puspita; Sujiah, Sujiah
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i3.3716

Abstract

Hipertensi merupakan tekanan darah berada diatas normal, tekanan darah hipertensi berada diangka 140/90 mmHg. Penurunan tekanan darah pada lansia dapat dilakukan menggunakan metode self help group dan jalan kaki. Tujuan peneilitian ini yaitu untuk melihat perbandingan efektivitas metode self help group dan jalan kaki terstruktur terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, rancangan analisis menggunakan pendekatan quasy eksperimen dengan desain two group pretest posttest. Penelitian ini dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok SHG dan jalan kaki terstruktur .sebelum dilakukan metode self help group & jalan kaki terstruktur responden dilakukan pemerikasaan tekanan darah, dan setelah diberikan intervensi responden dilakukan pemeriksaan kembali. Hasil penelitian menggunakan Uji T didapatkan bahwa tekanan darah sistol dan diastol sebelum diberikan metode self help group yaitu 178,00/100,00 mmHg dan setelah dilakukan metode self help group didapatkan penurunan tekanan darah sistol dan diastol yaitu 168,00/92,00 mmHg dengan nilai p-value 0,000 (<0,05). rata-rata tekanan darah sistol dan diastol sebelum diberikan intervensi jalan kaki yaitu 176,00/100,67 mmHg dan setelah dilakukan metode self help group didapatkan penurunan tekanan darah sistol dan diastol yaitu 156,67/86,00 mmHg dengan nilai p-value 0,000 (<0,05). Terdapat perbandingan penurunan tekanan darah sistol dan diastol setelah diberikan intervensi pada self help group dan jalan kaki pada lansia yang mengalami hipertensi dengan nilai p-value <0,05.
Efektivitas Kombinasi Terapi Akupresur Menggunakan Minyak Essential Oil Ylang-Ylang terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia yang Mengalami Hipertensi Didesa Kalirejo Kabupaten Pesawaran Oktalina, Riska; H, Richta Puspita; Sari, Nova Nurwinda
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.23813

Abstract

ABSTRACT Hypertension is blood pressure that exceeds normal limits, which vary according to age. In older adults, the most common type of hypertension is isolated systolic hypertension (ISH), which is systolic pressure above 140 mmHg. This study aims to determine the effect of combination therapy using acupressure with ylang-ylang oil on blood pressure in elderly people with hypertension. This study was quantitative in nature with a pre-test post-test quasi-experimental design involving a control group. The sampling technique used was total sampling, involving 36 elderly people with hypertension, divided into 18 intervention groups and 18 control groups. Blood pressure was measured using a sphygmomanometer and combination therapy with acupuncture using SOP. This study uses univariate and bivariate analysis with paired sample T-tests and independent T-tests. Data processing in this study uses SPSS version 26.0. This study was conducted in the Pesawaran region. There was a difference in systolic blood pressure before the intervention, with an average value of 178.70 mmHg, and after the intervention, systolic blood pressure decreased to 155.50 mmHg with a P-value of 0.000. Before the intervention, the average diastolic blood pressure was 91.33 mmHg, and after the intervention, it decreased to an average of 82.67 mmHg with a P-value of 0.000. This study shows that there is an effect of combination therapy using ylang-ylang essential oil acupressure on the blood pressure of elderly people with hypertension. Keywords: Combination Therapy of Acupressure, Ylang-Ylang Essential Oil, Blood Pressure, Hypertension, Elderly.  ABSTRAK Hipertensi merupakan tekanan darah yang meningkat melebihi batas normal, batas tekanan darah normal bervariasi sesuai dengan usia. pada lansia jenis hipertensi yang sering ditemui adalah isolated systolic hypertention (ISH) yaitu tekanan sistolik yang tinggi diatas 140 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kombinasi akupresur menggunakan minyak ylang-ylang terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain quasy eksperimen pre-test post-test with control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu sebanyak 36 lansia hipertensi dan dibagi 18 kelompok intervensi, 18 kelompok kontrol. Tekanan darah diukur menggunakan sphygnanometer dan terapi kombinasi akupresur menggunakan SOP. Analisis penelitian ini menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji paired sampel T-Test dan independent T-Test. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan SPSS versi 26.0. penelitian ini dilakukan diwilayah pesawaran. terdapat perbedaan tekanan darah sistolik sebelum dilakukan intervensi dengan nilai rata-rata 178,70 mmHg dan setelah dilakukan intervensi tekanan darah sistolik mengalami penurunan menjadi 155,50 mmHg dengan nilai P-value 0,000, pada tekanan darah diastolik sebelum dilakukan intervensi didapatkan nila rata-rata  91,33mmHg dan setelah dilakukan intervensi mengalami penurunan dengan nilai rata-rata 82,67 mmHg dengan nilai P-value 0,000. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh terapi kombinasi terapi akupresur menggunakan minyak essential oil ylang-ylang terhadap tekanan darah lansia yang mengalami hipertensi. Kata Kunci: Kombinasi Terapi Akupresur, Essensial Oil Ylang-Ylang, Tekanan Darah, Hipertensi, Lansia.
Effect of Warm and Cold Compress Applications on Joint Pain Scale in Elderly Patients with Rheumatism Aisyaturrodliyah, Auliya; Sari, Nova Nurwinda; Oktalina, Riska
Genius Journal Vol. 7 No. 2 (2026): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v7i2.1077

Abstract

Introduction : Rheumatism is a degenerative disease commonly experienced by the elderly and is characterized by chronic joint pain that can interfere with daily activities. Pain in rheumatism sufferers often fluctuates, necessitating simple, safe, and effective non-pharmacological interventions to help reduce pain levels. Warm and cold compresses are simple therapies frequently used in nursing practice to reduce pain and improve patient comfort. However, the effectiveness of these two methods in reducing pain levels still requires scientific proof Objective:. It is known that there is a difference between warm compresses and cold compresses on the scale of joint pain in elderly rheumatism sufferers at the UPTD of the Tresna Werdha Natar Elderly Social Home, South Lampung, Lampung Province in 2025. Method: This study used a quasi-experimental design with a two-group pretest-posttest approach. The study sample consisted of elderly patients with rheumatism, divided into two groups: a warm compress group and a cold compress group. Pain scale measurements were conducted before and after the intervention using a Numeric Rating Scale (NRS). Data analysis was performed using nonparametric tests, namely the Wilcoxon test to determine differences before and after the intervention, and the Mann-Whitney test to compare differences between the two groups. Result The results of the study showed that both warm and cold compresses were effective in reducing pain scales in elderly rheumatic patients with a mean value of 1.27 ± 0.704 for warm compresses. The mean value for cold compresses was 1.60 ± 0.632. There was a decrease in the average pain scale after the intervention in both groups. However, the Mann-Whitney test results showed no significant difference between the two interventions with a p-value of 0.058. Conclusion: Therefore, both can be recommended as non-pharmacological therapies in the management of rheumatic pain in the elderly