Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Penggunaan Metamfetamin dengan Ansietas pada Pasien di Poliklinik NAPZA Sastriani, Devi; Yuniar Sari, Niken; Sujiah, Sujiah
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 3 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jini.v3i2.21240

Abstract

Anxiety is a normal and healthy reaction to stress. However, anxiety followed with constant fear and worry that create the uncomfortable feeling that disrupts daily one’s daily activities should be further examined. Anxiety can be triggered by methamphetamine consumption. This research was conducted to examine the relationship between methamphetamine consumption and anxiety. This quantitative was performed using a cross-sectional approach. Research population included all patients at the at the Drug Polyclinic (Merpati) Regional Psychiatric Hospital, Lampung Province done from June 2022 to July 2022. A total sampling technique was carried out to select 37 patients as samples. The univariate analysis done in this research showed that most patients were adults aged between 20-60 years old with high school education background. All respondents were unmarried males who started consuming methamphetamine between 2011-2020. The highest level of anxiety experienced by respondents was severe anxiety. The results of bivariate analysis indicated the presence of a significant relationship between methamphetamine consumption and anxiety (p-value 0.01). The findings of this research are expected to raise health workers’ awareness about the importance of health education regarding the risk of anxiety to patients who consume methamphetamine in order to identify their anxiety level and proper ways to overcome it. Abstrak Ansietas merupakan kondisi yang normal dan merupakan reaksi sehat terhadap stress. Namun, jika mengalami ansietas dengan ketakutan dan kekhawatiran terus-menerus yang mengakibatkan penderitanya merasa tidak nyaman serta sulit untuk beraktifitas, maka perlu penanganan lebih lanjut. Salah satu penyebab timbulnya ansietas adalah penggunaan zat metamfetamin (shabu).  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara penggunaan metamfetamin (shabu) dengan ansietas pada pasien di Poliklinik Napza (Merpati) RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dari penelitian ini seluruh pasien yang datang ke Poliklinik Napza (Merpati) dari bulan Juni 2022 sampai Juli 2022. Pengambilan sampel menggunakan tehnik total sampling yaitu 37 orang. Hasil analisa univariat penelitian ini yaitu sebagian besar berada pada usia dewasa antara 20-60 tahun dengan tingkat  pendidikan SMA. Seluruh responden berjenis kelamin laki-laki berstatus belum menikah. Tahun mulai menggunakan yaitu tahun 2011-2020. Responden terbanyak merupakan pengguna metamfetamin (shabu). Tingkat ansietas terbanyak yang dialami yaitu ansietas berat. Hasil analisa bivariat menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan metamfetamin (shabu) dengan ansietas (p-value 0,01). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman pada tenaga kesehatan tentang pentingnya pendidikan kesehatan tetang ansietas pada pasien pengguna metamfetamin (shabu) agar mengetahui tingkat ansietas yang dialami dan cara mengatasianya. Kata Kunci : Ansietas, Metamfetamin (shabu), Rumah Sakit Jiwa
Hubungan Kecemasan dan Kualitas Tidur Dengan Peningkatan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2024 Yanti, Virginia Dwi; Sujiah, Sujiah; Rahman, Aulia
Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Vol 2, No 2 (2024): November 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/motekar.v2i2.3752

Abstract

Cemas dikatakan sebagai sebuah stresor atau pemicu stress yang dianggap sebagai ancaman atau tantangan oleh manusia dimana untuk bertahan diri memerlukan tenaga yang lebih contohnya seperti ketika fisik kita mengalami gangguan seperti munculnya penyakit akan berdampak secara langsung sebagai faktor presipitasi terjadinya kecemasan jika seseorang mengalami kecemasa maka juga dapat mengakibatkan kualitas tidur yang tidak baik akan memudahkan penderita hipertensi mengalami kekambuhan penyakit dan terjadinya peningkatan darah. Tujuan dalam penelitian ini adalah Hubungan Kecemasan Dan Kualitas Tidur Dengan Peningkatan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Seputih Mataram Kabupaten Lampung TengahTahun 2024. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Popolasi berjumlah 105 responden, Sehingga didapatkan sampel berjumlah 84 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p-value 0,006 dan 0,000 atau p-value nilai α (0,05) dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dan kualitas tidur dengan peningkatan tekanan darah pada penderitahipertensi Di Puskesmas Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2024. Diharapkan hasil penelitiaan ini dapat memberikan gambaran pentingnya menjaga keadaan agar tidak cemas dan kualitas tidur yang baik dalam meminimalisir faktor terjadinya hipertensi, seperti jangan tidur telalu malam, rajin beribadah agar emosional responden terkontrol serta rajin melakukan olah raga dan hindari makanan yang mengandung tinggi garam dan hindari minuman berkafein dan beralkohol.
Relationship of Diabetes Mellitus Patient Satisfaction Survey with Prolanis Health Services Oktavia, Santi; Sujiah, Sujiah; Andora, Novika; Maryuni, Sri
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 5 No 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/picnhs.v5i2.5423

Abstract

Diabetes mellitus is classified as a chronic disease that causes complications that must be prevented. One way to prevent complications is to try to maintain stable blood sugar levels in people with diabetes mellitus. Therefore, the government established the Chronic Disease Management Program (PROLANIS) through BPJS to provide services to maintain stable blood sugar. The aim of this research is the relationship between the Diabetes Mellitus Patient Satisfaction Survey and Prolanis Health Services at the Way Kandis Community Health Center.This research method uses a quantitative type of research with a cross sectional approach. The test used is chi square. The population in this study were 254 patients with diabetes mellitus and the sample in this study was 42 diabetes mellitus patients.Based on the results of univariate analysis, it is known that the majority of respondents said they were dissatisfied, amounting to 15 people (35.7%) and respondents who received prolanis health services which were not good, amounting to 25 respondents (59.5%). Based on the results of statistical tests, a p-value of 0.018 <0.05 was obtained, which means there is a relationship between the Diabetes Mellitus Patient Satisfaction Survey and Prolanis Health Services at the Way Kandis Community Health Center, Bandar Lampung. As input for community health center managers to improve health services as well as insight into the effectiveness of interactions with patients, and especially on satisfaction with the prolanis program for diabetes mellitus patients.
Pengaruh Terapi Supportif Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Gangguan Jiwa di RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung Septianda, Rinda; Sujiah, Sujiah; Stiexs, Anggie
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 1 (2025): March 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i1.3664

Abstract

Masialah utiama pada pasiein gangguian VjiwVa saliah satunya aidalah kuraingnya keipatuhan pasien untuk iminum obat. Salah saitu upayiV a atau tinidakan untiuk meningikatkan kepatuhan pasiien gangguian jiwa idalam minuim obat aidalah terapi supportif keiluarga. Terapi supportif keluarga digunakan untuik membierikan dukungain ikeluarga peinderitai gangguain jiwa, fokius untuk piemulihan iipasien gangguan jiwia, memberikan motivasi dan periubahan perilaiku individui pasien gangguan jiwa. Tujuani peneliitian ini adalah diketiahui pengaruh teraipi supportif keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien gangguan jiwa Di RS Jiwa Daerah Provinsi Liampunig Taihun 2024. Berdasarkan uji statistik, didapatkan p-vailue 0,000 atau p-value 0,05, sehingga dapat idisimpulkan bahwa terdapat Pengiaruh Terapi Suppoirtif Keluarga Terhadap Kiepatuhan Minum Oibat Pasien Ganggiuani Jiwa Dii RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung Tahun 20i24. Hasil penelitian ini diharapkan dapat diigunakan sebagai referensii taimbahan kepada RS Jiwa Daerah Provinsi Laimpung agiar dapat menerapkan terapi suppoirtif keluarga untuki meningkatkan kepaituhan pasien gangguan jiiwa dalam minum obiat di poli rawat jalan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Terhadap Kejadian Depresi pada Pasien Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Tegineneng Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran Tahun 2024 Rahmayani, Ninda; Rahman, Aulia; Sujiah, Sujiah
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 1 (2025): March 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i1.3665

Abstract

Penderita diabetes rentan terhadap gangguan jiwa dan yang paling sering adalah depresi.Hal ini disebabkan oleh kenyataan harus mengkonsumsi obat secara terus menerus, serta pemberian informasi tentang pengobatan alternatif bagi pasien diabetes yang menjanjikan kesembuhan. Tujuan penelitian ini adalah Diketahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Terhadap Kejadian Depresi Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Tegineneng Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran Tahun 2024. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survey analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes mellitus dengan luka diabetikum di Wilayah Kerja Puskesmas Tigeneneg periode Agustus 2024 berjumlah 31 pasien, Sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 responden. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p-value 0,022. 0,016 dan 0,025 atau p-value 0,05 atau yang artinya terdapat Hubungan Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Depresi Pada Pasien DM Di Puskesmas Rawat Inap Tegineneng Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran Tahun 2024. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan informasi kesehatan bagi responden tentang faktor-faktor yang berhubungan terhadap kejadian depresi pada pasien diabetes mellitus.
Pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap intensitas nyeri pada persalinan kala 1 fase laten Safitri, Sila; Puspita, Richta; Sujiah, Sujiah
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.954

Abstract

Background: Most mothers in labor will feel uncomfortable and disturbed by the pain experienced during the labor process. Excessive pain will affect the smoothness of the labor process. Purpose: To determine the effect of deep breathing relaxation techniques on the intensity of labor pain in the first stage of the latent phase. Methods: Quantitative research using Pre Experimental One Group Pretest- Posttest Design. Data collection from January to October 2024. The population of all maternal patients at the Wede Arrachman Pratama & Maternity Clinic in January-February. A sample of 37 people and analysis using univariate and bivariate using the T-test with a p value = (p <0.05). Results: The average labor pain in the first stage of the latent phase before the use of deep breathing relaxation techniques was 7.43 and the standard deviation was 0.647. The average labor pain in the first stage of the latent phase after the use of deep breathing relaxation techniques was 4.78 and the standard deviation was 1.084. In addition, the P-value was obtained as much as 0.000 (p<0.05). Conclusion: There is an influence of deep breathing relaxation techniques on reducing labor pain in the first stage of the latent phase.   Keywords: Deep Breath Relaxation Technique; Labor Pain; Latent Phase I Labor.   Pendahuluan: Sebagian besar ibu bersalin akan merasa tidak nyaman dan terganggu dengan rasa sakit yang dialami selama proses persalinan. Rasa sakit yang berlebihan akan berdampak pada kelancaran proses persalinan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap intensitas nyeri persalinan kala 1 fase laten. Metode: Penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Pra Eksperimental One Group Pretest- Posttest Design. Pengumpulan data pada bulan Januari sampai Oktober 2024. Populasi seluruh pasien ibu bersalin di Klinik Pratama & Bersalin Wede Arrachman pada Bulan Januari-Februari. Sampel sebanyak 37 orang dan analisis menggunakan univariat dan bivariate menggunakan uji T-test  dengan nilai p = (p<0,05). Hasil: Rata-rata nyeri persalinan kala 1 fase laten sebelum penggunaan teknik relaksasi nafas dalam 7.43 dan standard deviation sebesar 0.647. Rata-rata nyeri persalinan kala 1 fase laten sesudah penggunaan teknik relaksasi nafas dalam 4.78 dan standard deviation sebesar 1.084. Selain itu, perolehan Nilai P-value sebesar 0.000 (p<0.05). Simpulan: Ada pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan nyeri persalinan kala 1 fase laten   Kata Kunci: Nyeri Persalinan; Persalinan Kala I Fase Laten; Teknik Relaksasi Nafas Dalam.
Hubungan Motivasi Keluarga Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Puskesmas Way Krui Kabupaten Pesisir Barat Mela, Sofilia; Nadya, Lestari; Sujiah, Sujiah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 5.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan jiwa dianggap sebagai masalah yang tidak menyebabkan kematian secara langsung penanganan gangguan jiwa harus melibatkan peran serta dukungan keluarga. Salah satu penyebab ketidakpatuhan Pasien ODGJ dalam meminum obat adalah kurangnya motivasi dan dukungan dari keluarga. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode Cross Sectional bertujuan untuk mengetahui Hubungan Motivasi Keluarga dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Orang Dengan Gangguan Jiwa di Puskesmas Way Krui Pesisir Barat. Instrument yang digunakan adalah kuesioner yang berisi 9 Pertanyaan dan 10 Pertanyaan. Sampel pada penelitian ini sebanyak 26 anggota keluarga ODGJ di wilayah kerja puskesmas Way Krui kabupaten Pesisir Barat. Hasil penelitian Chi Squere mendapatkan nilai p-value <0,05 yang dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima sehingga terdapat hubungan yang signifikan dimana disimpulkan hasil analisa statistik dengan menggunakan chi-square diperoleh nilai p-value 0,002. Nilai signifikan uji lebih kecil dari 0,05 (0,002 < 0,05) maka keputusan uji adalah H0 ditolak. Secara statistik menyatakan terdapat ada hubungan yang signifikan antara Motivasi Keluarga terhadap Tingkat kepatuhan Minum obat Pasien dengan gangguan jiwa (ODGJ) DI puskesmas Way Krui Pesisir Barat.
Perbandingan Efektivitas Metode Self Help Group dan Jalan Kaki Terstruktur terhadap Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi Maryuni, Sri; Oktalina, Riska; Antoro, Budi; Haryanti, Richta Puspita; Sujiah, Sujiah
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i3.3716

Abstract

Hipertensi merupakan tekanan darah berada diatas normal, tekanan darah hipertensi berada diangka 140/90 mmHg. Penurunan tekanan darah pada lansia dapat dilakukan menggunakan metode self help group dan jalan kaki. Tujuan peneilitian ini yaitu untuk melihat perbandingan efektivitas metode self help group dan jalan kaki terstruktur terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, rancangan analisis menggunakan pendekatan quasy eksperimen dengan desain two group pretest posttest. Penelitian ini dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok SHG dan jalan kaki terstruktur .sebelum dilakukan metode self help group & jalan kaki terstruktur responden dilakukan pemerikasaan tekanan darah, dan setelah diberikan intervensi responden dilakukan pemeriksaan kembali. Hasil penelitian menggunakan Uji T didapatkan bahwa tekanan darah sistol dan diastol sebelum diberikan metode self help group yaitu 178,00/100,00 mmHg dan setelah dilakukan metode self help group didapatkan penurunan tekanan darah sistol dan diastol yaitu 168,00/92,00 mmHg dengan nilai p-value 0,000 (<0,05). rata-rata tekanan darah sistol dan diastol sebelum diberikan intervensi jalan kaki yaitu 176,00/100,67 mmHg dan setelah dilakukan metode self help group didapatkan penurunan tekanan darah sistol dan diastol yaitu 156,67/86,00 mmHg dengan nilai p-value 0,000 (<0,05). Terdapat perbandingan penurunan tekanan darah sistol dan diastol setelah diberikan intervensi pada self help group dan jalan kaki pada lansia yang mengalami hipertensi dengan nilai p-value <0,05.
Hubungan tingkat kecemasan dengan perubahan tanda-tanda vital pasien pra operasi di Rumah Sakit Advent azahra, putri; Sujiah, Sujiah; Sari, Septi Kurnia Sari
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2024): October Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v3i2.950

Abstract

Bacground: Anxiety is a psychological response that patients often experience before undergoing surgery. It can affect the patient's physiological state, characterized by an increase in vital signs. Preoperative anxiety impacts surgical outcomes and increases the likelihood of postoperative complications. Purpose: To determine the relationship between anxiety level and vital signs of preoperative patients. Method: Quantitative with a cross sectional approach. The sampling technique used was purposive sampling technique, namely 171 people. The population of this study was preoperative patients with a total of 300 preoperative patients at Advent Hospital Bandar Lampung. The data analysis used was univariate analysis and biavariate analysis using the chi square test. Results: The results of the chi square test obtained a p value at blood pressure of 0.008, at pulse rate of 0.003, at respiration of 0.000 at oxygen saturation of 0.007, and at temperature of 0.001. It is known that if the p value <0.05 there is a relationship between changes in blood pressure, pulse rate, respiration, oxygen saturation and temperature in preoperative patients. Conclution: These findings confirm the importance of efforts to reduce anxiety in preoperative patients so that physiological conditions remain stable and the risk of postoperative complications can be minimized. Keyword: Anxiety; Preoperative Patients; Vital Signs. Pendahuluan: Kecemasan merupakan respons psikologis yang sering dialami pasien sebelum menjalani tindakan operasi. Kecemasan ini dapat memengaruhi kondisi fisiologis pasien, ditandai dengan peningkatan tanda-tanda vital. Kecemasan sebelum operasi berdampak pada hasil operasi dan meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi post operasi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan terhadap perubahan tanda-tanda vital pasien pra operasi. Metode: Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan teknik purposive sampling yaitu 171 responden. Populasi dari penelitian ini pasien pra operasi dengan jumlah 300 seluruh pasien pra operasi di RS Advent Bandar Lampung. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis biavariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil uji chi square didapatkan p value pada tekanan darah 0.008, pada denyut nadi 0.003, pada pernapasan 0.000 pada saturasi oksigen 0.007, dan pada suhu 0.001 Diketahui bahwa jika nilai p<0.05 ada hubungan perubahan tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, saturasi oksigen dan suhu pada pasien pra operasi. Simpulan: Temuan ini menegaskan pentingnya upaya menurunkan kecemasan pada pasien pra operasi agar kondisi fisiologis tetap stabil dan risiko komplikasi pasca operasi dapat diminimalkan. Kata Kunci: Kecemasan; Pasien Pra Operasi; Tanda-Tanda Vital.
Pengaruh terapi relaksasi benson terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi Dovita, Adys; Sari, Nova Nurwinda; Sujiah, Sujiah
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.959

Abstract

Background: Hypertension remains one of the categories of non-infectious diseases whose prevalence continues to increase every year. This disease can be managed through pharmacological and non-pharmacological approaches, one of which is by applying the Benson relaxation method. Purpose: To assess the impact of Benson relaxation therapy on lowering blood pressure in individuals with hypertension. Methods: Quantitative research with pre-experimental design that applies one-group pretest-posttest approach. The sample in this study was selected selectively using purposive sampling technique and consisted of 30 respondents. Data analysis was conducted by univariate and bivariate analysis using paired T-test at a significance level of 95%. Results: Data analysis showed that after Benson relaxation therapy, the average systolic blood pressure decreased to 133.03 mmHg with a standard deviation of 7.029, ranging from 120 - 145 mmHg. Meanwhile, diastolic blood pressure had an average of 83.13 mmHg with a standard deviation of 3.421. The data revealed that the smallest value recorded was 78 mmHg while the highest value reached 92 mmHg. Conclusion: Benson relaxation therapy significantly plays a role in lowering blood pressure in hypertensive patients. It is hoped that this finding can be a non-pharmacological approach as an intervention option in lowering blood pressure.   Keywords: Benson Relaxation; Blood Pressure; Hypertension.   Pendahuluan: Hipertensi tetap menjadi salah satu kategori penyakit non-infeksius yang prevalensinya terus meningkat setiap tahunnya. Penyakit ini dapat dikelola melalui pendekatan farmakologi maupun non-farmakologi, salah satunya dengan penerapan metode relaksasi Benson. Tujuan: Untuk menilai dampak terapi relaksasi Benson terhadap penurunan tekanan darah pada individu dengan hipertensi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental yang menerapkan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini dipilih secara selektif menggunakan teknik purposive sampling dan terdiri dari 30 responden. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji paired T-test pada tingkat signifikansi 95%. Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa pasca terapi relaksasi Benson, tekanan darah sistolik rata-rata menurun menjadi 133,03 mmHg dengan standar deviasi 7,029, berkisar antara 120 - 145 mmHg. Sementara itu, tekanan darah diastolik memiliki rata-rata sebesar 83,13 mmHg dengan standar deviasi 3,421. Data tersebut mengungkapkan bahwa nilai terkecil yang tercatat adalah 78 mmHg sementara nilai tertingginya mencapai 92 mmHg. Simpulan: Terapi relaksasi Benson secara signifikan berperan dalam menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Diharapkan, temuan ini dapat menjadi pendekatan non-farmakologi sebagai opsi intervensi dalam menurunkan tekanan darah.   Kata Kunci: Hipertensi; Relaksasi Benson; Tekanan Darah.