Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisa Accident Rate Simpang Jalan Otto Iskandardinata – Sultan Sulaiman - Sultan Alimuddin Kota Samarinda Hurum, Muhammad Ahlul; Purbaningtyas, Daru; ibayasid
JURNAL INERSIA Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Inersia
Publisher : POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi lalu lintas pada simpang tiga Jalan Otto Iskandardinata, Sultan Sulaiman dan Sultan Alimuddin sangat padat karena merupakan salah satu jalan menuju Kabupaten Kutai Kartanegara serta akses menuju Jembatan Mahkota 2. Simpang tiga tersebut memiliki kondisi jalan yang curam pada tanjakan/turunan serta memiliki tikungan yang cukup tajam sehingga rawan kecelakaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pelayanan, accident rate dan blackspot pada jalan dan simpang tiga tersebut. Perhitungan tingkat pelayanan mengacu pada MKJI1997, perhitungan accident rate digunakan untuk mengetahui tingat kecelakaan serta metode CUSSUM dan EAN untuk mengetahui apakah daerah tersebut rawan kecelakaan (blackspot) atau tidak. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa ruas jalan dan simpang tiga jalan Otto Iskandardinata, Sultan Sulaiman dan Sultan Alimuddin termasuk dalam kategori daerah rawan kecelakaan (blackspot), memiliki tingkat pelayanan yang rendah dan memiliki nilai accident rate yang cukup tinggi. Serta nilai accident rate tidak dipengaruhi oleh tingkat pelayanan ruas jalan dan simpang tiga tersebut.
Analisa Simpang Tengkawang Kota Samarinda Berdasarkan PKJI 2014 Dan Aplikasi Vissim 9.0 ibayasid; Purbaningtyas, Daru; Primadita, Annisa Dinda Vierza
JURNAL INERSIA Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Inersia
Publisher : POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simpang Tengkawang merupakan salah satu simpang yang cukup padat di kota Samarinda. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kinerja simpang tersebut menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2014) dan mensimulasikannya dengan software VISSIM (Verkehr Städten SIMulationsmodell). Pengambilandata primer berupa survei dilakukan selama tiga hari pada jam sibuk. Volume lalu lintas dan cycle timedianalisis dengan pemodelan VISSIM. Hasil analisis diketahui bahwa tingkat pelayanan simpang termasuk F,dengan nilai tundaan rata-rata 73,08 detik/skr. Hasil simulasi diperoleh tingkat pelayanannya adalah E dengan nilai tundaan rata-rata 72,04 detik. Kinerja ruas jalan untuk ketiga lengan pada perhitungan PKJI memiliki nilai Level Of Service C dan Level Of Service D untuk lengan jalan M.Said, pada simulasi VISSIM memiliki nilai Level Of Service E untuk keempat lengan. Maka kondisi Simpang Tengkawang saat ini dalam kondisi tidak baik.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN AIR HUJAN MELALUI PEMBUATAN ALAT PEMANEN AIR HUJAN DI MUSOLLA AL-MAHMUDI GANG WARNA WARNI Yuliasari, Dwi; Legowo, Dinar Yoga Hanggung; Banjarsanti, SSN.; Tistro, Rafian; Purbaningtyas, Daru; Prihatin, Kukuh; Barus, Freddy
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42216

Abstract

Air merupakan elemen penting yang sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup. Dibutuhkan ketersediaan air dalam jumlah dan kualitas yang memadai untuk menjaga keberlangsungan ekosistem dan kesejahteraan manusia. Namun, tantangan besar muncul karena ketersediaan air yang semakin menipis akibat pencemaran dan perubahan iklim yang merusak siklus alamiah air. Musolla Al-Mahmudi Gang Warna Warni berada di dataran tinggi yang mengakibatkan air PDAM sulit untuk naik, yang menyebabkan musolla tersebut kesulitan mendapatkan air bersih untuk kegiatan sehari-hari Salah satu cara untuk menanggulangi kekurangan air bersih adalah memanfaatkan air hujan dengan cara membuat sistem pemanen air hujan (PAH). Konsep ini mengedepankan pelestarian air tanah melalui pengumpulan dan pemanfaatan air hujan, terutama untuk sanitasi. Cara ini merupakan salah satu solusi kekurangan air bersih di Kota Samarinda yang belum terjangkau oleh PDAM ataupun daerah yang kesulitan mendapat air bersih karena kurangnya distribusi PDAM.