Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas IDI Kabupaten Aceh Timur Tahun 2018 Nanda Mirani
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Jurnal EDUKES Volume 1 Nomor 2, Edisi September 2018
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi Stunting di Indonesia menempati Peringkat kelima terbesar di dunia Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan prevalensi stunting dalam lingkup nasional sebesar 37,2 Persen, terdiri dari prevalensi pendek sebesar 18,0 persen dan sangat pendek sebesar 19,2 Persen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas IDI Kabupaten Aceh Timur Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian Studi analitik observasional dengan desain Cross Sectional. Hasil penelitian diperoleh bahwa karakteristik keluarga terdiri dari tingkat pendidikan ibu, tingkat pengetahuan ibu tentang gizi, tingkat pendapatan keluarga, dan jumlah anggota rumah tangga. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat asupan energi, rerata durasi sakit, berat badan lahir, tingkat pendidikan ibu, dan tingkat pendapatan keluarga dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja puskesmas IDI Kabupaten Aceh Timur
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas IDI Kabupaten Aceh Timur Nanda Mirani
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 3: JURNAL EDUKES VOLUME 3 NOMOR 2, EDISI SEPTEMBER 2020
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v3i2.354

Abstract

Prevalensi Stunting di Indonesia menempati Peringkat kelima terbesar di dunia Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan prevalensi stunting dalam lingkup nasional sebesar 37,2 Persen, terdiri dari prevalensi pendek sebesar 18,0 persen dan sangat pendek sebesar 19,2 Persen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas IDI Kabupaten Aceh Timur. Penelitian ini merupakan penelitian Studi analitik observasional dengan desain Cross Sectional. Hasil penelitian diperoleh bahwa karakteristik keluarga terdiri dari tingkat pendidikan ibu, tingkat pengetahuan ibu tentang gizi, tingkat pendapatan keluarga, dan jumlah anggota rumah tangga. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat asupan energi, rerata durasi sakit, berat badan lahir, tingkat pendidikan ibu, dan tingkat pendapatan keluarga dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja puskesmas IDI Kabupaten Aceh Timur
Hubungan Mobilisasi Dini Post Sectio Caesaria Dengan Proses Penyembuhan Luka Operasi Di Ruang Nifas Rsud Aceh Tamiang Nanda Mirani
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 4: JURNAL EDUKES VOLUME 4 NOMOR 2, EDISI SEPTEMBER 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v4i2.402

Abstract

Persalinan merupakan pengalaman hidup yang dapat menimbulkan potensi positif dan negatif bagi psikologis ibu, Pengalaman persalinan pada ibu primipara akan mempengaruhi persepsi, respon, kebutuhan dan dukungan dalam menghadapi persalinan, Persalinan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pervaginam dan pelahiran sectio caesarea (SC). Persalinan pervaginam adalah keluarnya hasil konsepsi melewati jalan lahir yang dapat dilakukan tanpa bantuan alat (persalinan spontan) dan dengan bantuan alat (obstetrik operatif). Pelahiran sectio caesarea adalah persalinan buatan dimana janin dilahirkan melalui insisi pada dinding perut dan dinding rahim dengan syarat rahim dalam keadaan utuh dan berat janin diatas 500 gram yang sering disebut dengan sectio caesarea (SC). Menurut WHO sebanyak (99%) kematian ibu akibat masalah persalinan atau kelahiran terjadi di negara-negara berkembang. Salah satu indikator utama derajat kesehatan suatu negara adalah angka kematian ibu (AKI). WHO (2016), sebanyak 16% SC yang melebihi batas yang direkomendasikan. Indikator SC yaitu sebesar 5–15% untuk setiap Negara.
Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Posyandu Lansia di Desa Sungai Pauh Wilayah Kerja Puskemas Langsa Barat Kota Langsa Tahun 2022 Nanda Mirani
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 5: JURNAL EDUKES VOLUME 5 NOMOR 2, EDISI SEPTEMBER 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v5i2.451

Abstract

Indikator keberhasilan pembangunan adalah semakin meningkatnya Usia Harapan Hidup (UHH). Peningkatan UHH menyebabkan jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat dari tahun ke tahun. Proyeksi rata-rata UHH penduduk Indonesia tahun 2015-2020 adalah 71,7 tahun, meningkat dari proyeksi tahun 2010-2015 yaitu 70,7 tahun. UU RI Nomor 36 tahun 2009 menyatakan upaya pemeliharaan kesehatan bagi lansia ditujukan untuk menjaga agar tetap hidup sehat dan produktif secara sosial maupun ekonomis sesuai dengan martabat kemanusiaan. Upaya pemerintah yang telah dilakukan salah satunya adalah pos pelayanan terpadu (posyandu) lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu pada lansia di Desa Sungai Pauh Wilayah Kerja Puskemas Langsa Barat Kota Langsa tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang dilibatkan dalam penelitian ini berjumlah 80 orang. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi square. Hasil uji statistik diperoleh nilai p (sig) = 0,038 < 0,05; artinya terdapat hubungan antara pengetahuan dengan pemanfaatan posyandu lansia, diperoleh nilai p (sig) = 0,000 < 0,05; artinya terdapat hubungan antara sikap dengan dengan pemanfaatan posyandu lansia, diperoleh nilai p (sig) = 0,025 < 0,05; artinya terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia. Kesimpulan dalam peneltian ini ada hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia. Disarankan agar petugas kesehatan dapat melakukan penyuluhan kepada masyarakat khususnya keluarga lansia tentang pentingnya memanfaatkan posyandu lansia untuk menambah pemahaman para lansia agar dapat merubah pola pikir mereka serta pandangan mereka terhadap pemanfaatan posyandu lansia.
Efektivitas Pemberian Sari Kacang Hijau terhadap Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Menyusui Nanda Mirani
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 6: JURNAL EDUKES VOLUME 6 NOMOR 1 EDISI MARET 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v6i1.463

Abstract

Rendahnya pemberian ASI Eksklusif disebabkan oleh masalah yang sering ditimbulkan dari ibu menyusui yaitu produksi ASI yang tidak maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan produksi ASI ibu menyusui sebelum dan sesudah pemberian sari kacang hijau. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimental dengan rancangan one grup pretest-postest. Sampel yang akan dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 16 ibu menyusui, pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data statistic yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata frekuensi menyusui sebelum diberikan sari kacang hijau adalah sebesar 7,06 dan ata-rata frekuensi menyusui sesudah diberikan sari kacang hijau adalah sebesar 10,63. Hasil uji Wilcoxon ditemukan ada perbedaan produksi ASI ibu menyusui sebelum dan sesudah pemberian sari kacang hijau pada ibu menyusui adalah p-value 0,000. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terjadi peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui sesudah diberikan sari kacang hijau yang dilihat dari peningkatan rata-rata frekuensi menyusui. Disarankan agar petugas kesehatan dapat memberikan tambahan informasi serta mensosialisasikan atau memberikan penyuluhan ketika melakukan kunjungan tentang manfaat kacang hijau kepada masyarakat khususnya ibu menyusui untuk meningkatkan produksi ASInya sehingga nantinya ibu dapat memberikan ASI secara eksklusif.
Skrining Status Gizi Remaja Putri dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Remaja Nanda Mirani; Ayunin Syahida
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 2 No. 4 (2024): ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v2i4.650

Abstract

Adolescents are a group aged 10-18 years who need various nutrients. Adolescents need more nutrients, because it is a transition period from childhood to adulthood. Assessment and monitoring of adolescent nutritional status needs to be done to prevent nutritional and health problems in adulthood. This community service was carried out on 11 female adolescents who were willing to undergo nutritional status screening. The activities to be carried out include measuring hemoglobin (Hb) levels, measuring upper arm circumference (LiLA), and providing education about adolescent nutrition. The results of the activity obtained an increase in participant knowledge about nutritional status after being given education, there were 2 participants who had anemia with Hb examination results <12g/dL and there were 3 participants who had LiLa <23.5 cm. Participants already understand and are able to perform Hb examinations using the Easy Touch GCHb tool and LiLA measurements.