Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Desain Rekayasa Sosial Pada Pengrajin Gula Kelapadi Desa Kalak Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan Trimerani, Resna; Supriyanto, Gani; Uktoro, Arief Ika; Krisdiarto, Andreas Wahyu; Ruswanto, Adi; Widyasaputra, Reza; Bimantio, Mohammad Prasanto; Oktavianty, Herawati
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v5i2.410

Abstract

Desa Kalak adalah salah satu desa yang terletak di Wilayah Kecamatan Donorojo, di mana di wilayah tersebut memiliki komoditas kelapa yang melimpah. Dalam pemanfaatannya, tanaman kelapa diambil niranya untuk diolah menjadi gula kelapa. Pengolahan gula kelapa ini masih dilakukan dengan cara tradisional oleh kelompok pengrajin gula kelapa. Selain itu, pengolahan gula kelapa juga belum dilakukan secara berkelanjutan karena menemui beberapa kendala, baik kendala sumberdaya manusianya, termasuk penderes, kendala pemasaran gula kelapa yang masih dilakukan oleh tengkulak serta kendala teknis, di mana masih ada pengrajin gula kelapa yang menggunakan bahan tidak alami dalam proses produksi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk merancang desain rekayasa sosial yang dapat diterapkan pada kelompok pengrajin gula kelapa sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas dalam memproduksi gula kelapa secara berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah survei dengan metode pengambilan data dengan wawancara. Hasil kegiatan pengabdian yang diperoleh yaitu terdapat tiga kategori pengrajin gula kelapa dan dirancang empat desain rekayasa sosial, antara lain rekayasa sosial melalui pemberdayaan masyarakat, melalui aktivitas interaksi sosial, melalui penguatan kelembagaan dan melalui pemanfaatan teknologi berbasis techno-social.
Pengaruh Kerusakan dan Lama Penyimpanan Tandan Buah Segar (TBS) Terhadap Asam Lemak Bebas (ALB) Sahil Mahfudz, Trias Maulana; Dharmawati, Nuraeni Dwi; Supriyanto, Gani
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 1 (2025): TEKNOTAN, April 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n1.6

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh tingkat kerusakan tandan buah segar (TBS) dan lama penyimpanan terhadap kadar asam lemak bebas (ALB) dalam minyak sawit mentah (CPO). Penelitian dilakukan dengan desain faktorial menggunakan tiga kategori tingkat kerusakan TBS, yaitu tanpa kerusakan (X1), rusak ringan (X2), dan rusak sedang (X3), serta enam tingkat lama penyimpanan (0–5 hari). Hasil menunjukkan bahwa kadar ALB meningkat seiring bertambahnya lama penyimpanan, dengan laju peningkatan yang lebih signifikan pada buah yang mengalami kerusakan fisik. TBS tanpa kerusakan menunjukkan kadar ALB dari 1,25% pada hari ke-0 menjadi 2,29% pada hari ke-5. Sebaliknya, pada TBS rusak ringan, kadar ALB meningkat dari 2,68% menjadi 6,73%, sedangkan TBS rusak sedang mengalami lonjakan dari 3,34% hingga mencapai 9,47%. Perbedaan signifikan ini menunjukkan bahwa kerusakan fisik mempercepat aktivitas enzim lipase dan proses hidrolisis lemak yang berdampak langsung pada kenaikan ALB. Hasil analisis varians (ANOVA) menunjukkan adanya interaksi yang signifikan antara tingkat kerusakan TBS dan lama penyimpanan terhadap kadar ALB (p < 0,05). Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan TBS yang optimal, khususnya dengan meminimalkan kerusakan fisik dan mempercepat proses pengolahan untuk menjaga mutu minyak sawit mentah. Oleh karena itu, penerapan sistem logistik yang efisien dan teknik penanganan buah yang tepat menjadi langkah strategis untuk menekan peningkatan kadar ALB akibat kerusakan dan penyimpanan yang terlalu lama.
Engineering Wood Preservation Using Coating and Impregnation of Waste Plastic in Used Cooking Oil Supriyanto, Gani; Raharjo, Budi; Purboseno, Sentot; Woesono, Hastanto Bowo
ARRUS Journal of Engineering and Technology Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/jetech3741

Abstract

Wood preservation aims to enhance durability against environmental degradation and extend its service life. Conventional methods often use synthetic chemicals that negatively impact the environment. This research develops a wood coating and impregnation technique using waste plastic melted in used cooking oil as a penetration medium, offering an eco-friendly and economical solution. The five types of wood tested are bengkirai, glugu, teak, sengon, and melinjo, each with different physical characteristics and porosity. Evaluation was conducted on specific gravity (SG), porosity, expansion, and shrinkage of the wood. The results showed that soaking in the plastic-oil solution increased SG and reduced porosity, particularly in highly porous woods such as sengon and glugu. The rate of plastic impregnation into the wood followed an exponential model with significant variation between wood types. ANOVA analysis confirmed that wood type and soaking duration significantly influenced changes in the physical properties of the wood. The low-carbon development concept is applied by utilizing waste plastic and used cooking oil, reducing carbon emissions from waste incineration, and supporting the circular economy. This method can become a more sustainable, recycled-based wood preservation alternative that supports environmental sustainability
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Menggunakan Kotoran kambing dan Aplikasinya pada tanaman Lidah Buaya Ngatirah, Ngatirah; Hastuti, Pauliz Budi; Bimantio, M. Prasanto; Murti, Siti Tamaroh Cahyono; Krisdiarto, Andreas Wahyu; Supriyanto, Gani; Kristalisasi, E. Nanik; Widyasaputra, Reza; Avianto, Yovi
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.34705

Abstract

Abstract:  The aloe vera plants cultivated by the Sumber Rejeki Women Farmers Group are currently in poor condition, characterized by yellowing leaves. This indicates a significant nutrient deficiency. However, the group members lack the skills to produce organic fertilizer. To address this, community service initiatives are needed to provide training on the production and application of Liquid Organic Fertilizer (LOF) using locally available materials, specifically goat manure and aloe vera leaf scraps. The primary objective of this program is to empower the members with the practical knowledge to create and apply this organic fertilizer to restore the health of their aloe vera crops. employed methods such as socialization, construction of fermentation barrels, hands-on training, evaluation, and mentoring. The training significantly improved participants' understanding, with overall comprehension of liquid organic fertilizer (increasing by 47%, knowledge of production methods rising by 41%, awareness of benefits growing by 29%, and familiarity with materials increasing by 50%. The resulting liquid organic fertilizer had an average composition of 0.56% organic carbon, 0.03% total nitrogen, 0.02% P₂O₅, 0.07% K₂O, and a C/N ratio of 18.86. Aloe vera plants fertilized with this liquid organic fertilizer exhibited greener fronds, a higher number of fronds, longer fronds, and an average frond weight of 300-400 grams.Abstrak: Tanaman lidah buaya milik KWT Sumber Rejeki mengalami penurunan kualitas yang ditandai dengan pelepah berwarna kekuningan. Kondisi ini menunjukkan kurangnya nutrisi, namun para anggota belum memiliki keterampilan untuk memproduksi pupuk secara mandiri. Oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang tersedia yaitu kotoran kambing dan sisa-sisa pelepah lidah buaya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik cair berbahan baku kotoran kambing dan sisa-sisa pelepah lidah buaya serta aplikasinya pada tanaman lidah buaya. Metode yang dilakukan meliputi sosialisasi, pembuatan tong fermentasi serta pelatihan dan praktek pembuatan pupuk organik cair serta evaluasi kegiatan dan pendampingan. Tingkat pemahaman peserta pelatihan POC terdapat kenaikan 47%, dengan tingkat pemahanan sangat paham 18% dan cukup paham 82%. Pengetahuan peserta mengenai cara pembuatan POC meningkat sebesar 41%  dengan tingkat pemahanam 9% sangat paham dan 91% cukup paham. Pemahaman mengenai manfaat POC mengalami peningkatan 29% (tadinya  71% menjadi 100% peserta). Pemahaman mengenai bahan-bahan yang digunakan untuk membuat POC meningkat sebesar 50%. POC yang dihasilkan mempunyai rata-rata kadar C-organik 0,56%, kadar N total 0,03%, kadar P2O5 0,02%, kadar K2O 0,07% dan rasio C/N sebesar 18,86. Tanaman lidah buaya yang dipupuk dengan POC akan memiliki warna pelepah yang hijau, jumlah pelepah lebih banyak, pelepahnya lebih panjang dan berat pelepah sekitar 300-400 gram
Peningkatan Pemahaman Petani terhadap Pemupukan Tanaman Kopi melalui Penyuluhan dan Focus Group Discussion di Desa Purwosari, Girimulyo, Kulon Progo Supriyanto, Gani; Widyasaputra, Reza; Putra, Dian Pratama; Mawardi, Haris
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 17, No 2 (2026): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v17i2.27266

Abstract

Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman petani terhadap teknik pemupukan tanaman kopi yang lebih efektif di Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Berdasarkan hasil observasi awal diketahui bahwa praktik pemupukan yang dilakukan oleh petani masih belum terukur dan umumnya hanya menggunakan pupuk kandang tanpa proses pengolahan atau fermentasi. Kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman kopi belum optimal. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman petani tentang pengelolaan pemupukan kopi yang tepat.. Metode kegiatan yang digunakan meliputi observasi lapangan, penyuluhan materi pemupukan kopi, serta diskusi melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama petani. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat pengembangan pengetahuan awal petani mengenai pentingnya pemupukan yang tepat serta munculnya kesadaran petani terhadap kebutuhan pengelolaan pupuk yang lebih baik. Selain itu, melalui FGD juga diperoleh informasi mengenai permasalahan yang dihadapi petani dalam praktik pemupukan serta kebutuhan pendampingan teknologi pemupukan yang lebih efektif. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam penerapan teknologi pemupukan yang lebih tepat melalui kegiatan pelatihan dan demonstrasi plot pada tahap kegiatan berikutnya.