Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia, khususnya di Desa Sigedong, memiliki peran yang signifikan dalam pembangunan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Untuk meningkatkan inovasi dan efisiensi UMKM, program One Village One Product (OVOP) diimplementasikan, dengan fokus pada produksi batu bata. Inovasi yang diterapkan melibatkan penggunaan serbuk kayu sebagai bahan baku alternatif, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas, efisiensi, dan keberlanjutan produk. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan, pendampingan, dan kolaborasi dengan produsen kayu. Hasil dari inovasi ini menunjukkan bahwa batu bata yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik, efisiensi yang lebih tinggi, dan lebih ramah lingkungan, serta mendukung praktik produksi berkelanjutan. Rekomendasi tindak lanjut mencakup adopsi metode inovatif, kolaborasi dengan akademisi dan pemerintah, serta pemantauan berkala untuk memastikan keberhasilan inovasi.