Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Kualitas Tidur dengan Kecemasan pada Ibu Hamil Trimester Ketiga di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar Az Zuhri, Sultan Abdul Madjid; Helvian, Fhirastika Annisha; Pratiwi, Utami Murti; Hartoko, Rahadi Arie; A., Muhammad Irham
UMI Medical Journal Vol 9 No 2 (2024): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v9i2.328

Abstract

Latar belakang: Kualitas tidur buruk yang dimiliki ibu hamil di Indonesia mencapai sekitar 64% dan hampir 80% mengalami susah tidur menjelang trimester ketiga. Jika dibiarkan dapat berefek pada saat persalinan, di antaranya persalinan prematur. Kualitas tidur yang buruk dapat menimbulkan kecemasan, namun penelitian pada ibu hamil masih terbatas. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi hubungan antara kualitas tidur dengan kecemasan ibu hamil trimester ketiga di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian analisis korelasional kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Alat penelitian ini menggunakan The Pittsburgh Sleep Quality Index Questionnaire untuk kualitas tidur dan Pregnant-Related Anxiety-Revised 2 Questionnaire untuk tingkat kecemasan. Hasil: Dalam penelitian ini dikumpulkan 88 sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling yang dilanjutkan dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji korelasi peringkat Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 79,5% diantaranya memiliki kualitas tidur yang buruk, dan jika menyangkut kecemasan, kecemasan ringan lebih dominan (56,8%). Analisis bivariat diperoleh p-value = 0,002 dengan p < 0,1 dan nilai r = 0,326. Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi sedang antara kualitas tidur dengan kecemasan pada ibu hamil tua di Puskesmas Kassi-Kassi.
PENGARUH EDUKASI MP-ASI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU Muharram, Ilham; Faradillah, Andi; Helvian, Fhirastika Annisha; Sari, Jelita Inayah; Sabri, Muh. Sadiq
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 20 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.115 KB) | DOI: 10.30743/ibnusina.v20i2.109

Abstract

Usia 0-24 bulan merupakan periode emas sekaligus periode kritis seorang bayi. Untuk mencapai periode emas maka dapat dilakukan dengan pemberian ASI pasca 30 menit bayi dilahirkan, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, memberikan MP-ASI pada usia 6–24 bulan, dan pemberian ASI sampai usia 24 bulan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas edukasi MP-ASI terhadap peningkatan pengetahuan ibu dan Untuk mengidentifikasi jenis edukasi MP-ASI yang efektif dalam peningkatan pengetahuan ibu. Jenis penelitian ini adalah Literature Review. Rata-rata hasil penelitian mengalami peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi MP-ASI, dan terdapat berbagai jenis edukasi yang efektif dan menarik untuk meningkatkan pengetahuan MP-ASI. Kesimpulan dari penelitian ini adalah edukasi dapat meningkatkan pengetahuan ibu dan jenis edukasi yang paling efektif adalah edukasi yang melibatkan indra pendengaran dan indra penglihatan seperti penyuluhan yang memanfaatkan media cetak (booklet, leaflet, poster dan lembar balik), penyuluhan dengan menggunakan audio visual, penyuluhan dengan film pendek, penyuluhan dengan demonstrasi, penyuluhan dengan metode presentasi, dan penyuluhan dengan menggunakan sosial media yang dimana pada handphone memiliki berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan edukasi.
ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN INFEKSI LUKA OPERASI PASCA SECTIO CAESAREA DI RSKDIA SITI FATIMAH MAKASSAR Herawati, Nur Isma; Haruna, Nadyah; Helvian, Fhirastika Annisha; Fitriani, Rini; Syamsuddin, Darussalam
Jurnal Midwifery Vol 8 No 1 (2026): FEBRUARY
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v8i1.64651

Abstract

Introduction Sectio Caesarea (SC) is a method of delivering a fetus by making an incision in the uterine wall through the anterior abdominal wall. Like surgical procedures in general, SC is not free from various potential risks, one of which is surgical wound infection. Surgical wound infection is one of the major problems in obstetric practice, as it can delay wound healing and thereby increase morbidity rates. Method Sample in this study was selected using a purposive sampling method, based on specific criteria determined by the researchers by considering the characteristics or attributes of the population.  Result The statistical analysis showed that age had a p-value of 0.000 (p < 0.05), nutritional status p-value of 0.000 (p < 0.05), anemia p-value of 0.000 (p < 0.05), parity p-value of 0.010 (p < 0.05), diabetes mellitus p-value of 0.047 (p < 0.05), immunosuppression p-value of 0.047 (p < 0.05), and hypothermia p-value of 1.000 (p>0.05).Conclusion: Based on the statistical test results, it can be concluded that there is a significant association between age, nutritional status, anemia, parity, immunosuppression, and diabetes mellitus with post–cesarean section (SC) surgical wound infection. Meanwhile, no significant association was found between hypothermia and post-SC surgical wound infection. Based on the p-values, age, nutritional status, and anemia were the most influential risk factors for surgical wound infection after cesarean section. By understanding the main risk factors, healthcare providers can implement earlier interventions in high-risk patients to reduce the incidence of post-SC surgical wound infections.