Sigit Cahyo Hardiansyah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LOTION EKSTRAK DAUN GANDARUSA (Justicia gendarussa Burm f.) Mayaranti Wilsya; Sigit Cahyo Hardiansyah; Desy Pratama Sari
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 10 No 02 (2020): JURNAL KESEHATAN: JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCIES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v10i02.292

Abstract

Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis, yang memperoleh sinar matahari lebih banyak yang dapat menyebabkan kerusakan kulit akibat dari pancaran sinar ultraviolet. Perlindungan terhadap paparan langsung sinar matahari yaitu penggunaan sediaan kosmetika yang dapat melindungi kulit agar tidak menjadi kemerahan dan gelap, terasa terbakar atau resiko kanker. Salah satu kosmetik yang dapat digunakan adalah lotion dengan bahan dasar yang diperoleh dari alam yaitu daun gandarusa (Justicia gendarussa Burm f.) yang memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun gandarusa (Justicia gendarussa Burm f.) sebagai lotion antioksidan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan uji karakteristik yang meliputi uji organoleptis, uji daya sebar, uji daya lekat, uji pH, uji homogenitas, uji iritasi dan uji antioksidan. Pada penelitian ini dibuat formulasi lotion dengan konsentrasi ekstrak formula 1 sebanyak 1gr, formula 2 sebanyak 3gr, formula tiga sebanyak 5gr, formula 4 tanpa ekstrak. Data yang diperoleh untuk uji organoleptis formula terbaik adalah formula 4. Pada uji daya sebar yang memenuhi persyaratan yang baik 5-7cm hanya formula 1 dan 2. Pada uji daya lekat formula 4 memenuhi persyaratan yang baik karena menghasilkan daya lekat paling lama dan stabil. Pada uji pH semua formula memenuhi persyaratan yang baik yaitu 4,5-8,0. Pada uji homogenitas semua formula menunjukkan susunan yang homogen. Pada uji iritasi semua formula tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Pada uji antioksidan dengan menggunakan metode DPPH yang memiliki kategori antioksidan sangat kuat yaitu terdapat pada formula 3 dengan antioksidan sebesar 36,05%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun gandarusa dapat diformulasikan menjadi sediaan lotion antioksidan.
UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK DAUN SUNGKAI (Peronema canescens) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI DENGAN VAKSIN DPT-HB Sigit Cahyo Hardiansyah; Pheby Oktriani
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 11 No 02 (2021): JURNAL KESEHATAN: JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v11i2.334

Abstract

Sungkai (Peronema Canescens) merupakan tanaman obat yang digunakan sebagai obat tradisional. Daun sungkai memiliki aktivitas antipiretik sebagai penurun panas karena memiliki kandungan senyawa kimia salah satunya Flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antipiretik daun sungkai terhadap tikus putih (rattus norvegicus) jantan yang diinduksi vaksin DPT-Hb penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan 25 ekor tikus, yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol negatif diberikan CMC-Na 0,5%, kelompok kontrol positif paracetamol, dan kelompok ekstrak dengan dosis masing-masing 10mg, 12,5mg, dan 15mg. Setiap tikus dilakukan pengukuran suhu tubuh awal selanjutnya diinduksi vaksin DPT-Hb. 5 jam setelah itu diberi zat uji lalu diukur tubuh tikus tiap 30 menit sekali selama 180 menit. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak daun sungkai dosis 15mg menunjukkan penurunan suhu lebih besar dibandingkan dosis 10mg dan 12,5mg. Penelitian ini membuktikan bahwa ekstrak daun sungkai (Peronema Canescens) mempunyai efek antipiretik terhadap tikus jantan namun efeknya lebih renda dari kontrol positif yaitu paracetamol.
EDUKASI PENGGUNAAN SUNSCREEN PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN 9 ILIR Khairunnisa; Wulandari Eka Putri; Yunilda Rosa; Mayaranti Wilsya; Sigit Cahyo Hardiansyah; febby ola yolandari; Suryasin
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v3i2.523

Abstract

Di Indonesia, kanker kulit merupakan salah satu keganasan dengan prevalensi yang terus meningkat, dimana paparan radiasi ultraviolet diperkirakan terkait dengan 80%-90% kasus kanker kulit. Penggunaan tabir surya terbukti efektif mengurangi kejadian kanker kulit melanoma dan non-melanoma, seperti ditunjukkan dalam uji coba terkontrol acak di Australia yang menemukan penurunan 40% insiden karsinoma sel skuamosa pada pengguna tabir surya harian. Namun, pengetahuan masyarakat tentang pemilihan dan penggunaan tabir surya yang aman masih rendah. Kegiatan penyuluhan dilakukan di Jl. Veteran Lrg. RRI Pertama No. 432 Palembang dengan 26 peserta melalui paparan materi dan evaluasi tanya jawab. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang penggunaan tabir surya dari 16% (pretest) menjadi 80% (posttest), menandakan efektivitas program edukasi dalam meningkatkan kesadaran pencegahan kanker kulit.