Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

IMPLEMENTASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK DISTRIBUSI LOGISTIK KEPOLISIAN DENGAN METODE MOORA Safaria, Sayendra; Rahim, Radiyan; Wendra, Yumai; Hariska Putra, Ruri Pratama
J-Com (Journal of Computer) Vol. 4 No. 3 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : STMIK Royal Kisaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/j-com.v4i3.3595

Abstract

Abstract: The distribution of police logistics involves various locations with differing needs, making the decision-making process highly complex. Manual decision-making often faces challenges, such as numerous factors or criteria that need to be considered, including the distance to the location, the level of logistic needs, the number of personnel at the location, and the availability of logistics in the warehouse. Additionally, difficulties frequently arise in determining priority locations during emergencies or disasters, as well as vulnerabilities to subjective errors due to human limitations in analyzing complex data. Another issue is the unequal allocation of logistics, where some locations receive more logistics than needed, while others experience shortages. A Decision Support System (DSS) is a computer-based system designed to assist decision-makers in analyzing data, evaluating various alternatives, and providing recommendations. DSS aims to simplify the decision-making process to make it more effective. Various methods are used in the decision-making process, one of which is the Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) method. This system aims to reduce subjectivity, increase efficiency, and ensure a more equitable allocation of logistics based on needs. It is expected that this DSS can serve as a solution that facilitates faster, more accurate, and transparent decision-making.   Keywords: decision support system; moora; logistics Abstrak: Distribusi logistik kepolisian melibatkan berbagai lokasi dengan kebutuhan yang berbeda-beda, yang membuat pengambilan keputusan menjadi sangat kompleks. Pengambilan keputusan secara manual sering kali menghadapi tantangan, seperti banyaknya faktor atau kriteria yang harus dipertimbangkan, misalnya jarak lokasi, tingkat kebutuhan logistik, jumlah personel di lokasi, dan ketersediaan logistik di gudang. Selain itu, sering kali ada kesulitan dalam menentukan prioritas lokasi yang harus didahulukan dalam situasi darurat atau bencana, serta adanya kerentanannya terhadap kesalahan subjektif akibat keterbatasan manusia dalam menganalisis data yang kompleks.Permasalahan lain yang muncul adalah ketidakmerataan alokasi logistik, di mana beberapa lokasi menerima logistik melebihi kebutuhan, sementara lokasi lain mengalami kekurangan.  Sistem Penunjang Keputusan (SPK) adalah sistem berbasis komputer yang dirancang untuk mendukung pengambil keputusan dalam menganalisis data, menilai berbagai alternatif, dan memberikan rekomendasi. SPK bertujuan untuk mempermudah proses pengambilan keputusan agar lebih efektif. Terdapat berbagai metode yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan, salah satunya adalah metode Multi Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA). Sistem ini bertujuan mengurangi subjektivitas, meningkatkan efisiensi, dan memastikan alokasi logistik yang lebih merata berdasarkan kebutuhan. Diharapkan, SPK ini dapat menjadi solusi yang mampu memberikan pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan transparan.Kata kunci: sistem penunjang keputusan; MOORA; logistik
Skema Pemberdayaan Berbasis Kewilayahan Ruang Lingkup Pemberdayaan Desa Binaan Anwar , Hendra; rahim, radiyan; Zahmi , April
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 1 (2026): JURMAS BANGSA
Publisher : Riset Sinergi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62357/jurmas.v4i1.959

Abstract

Nagari Dalko merupakan salah satu nagari baru di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang terletak di wilayah administratif Kecamatan Tanjung Raya dan berjarak sekitar 95 km dari Kota Padang. Nagari ini sebelumnya merupakan bagian dari Nagari Tanjung Sani dan ditetapkan sebagai nagari persiapan pada tahun 2018, kemudian menjadi nagari definitif pada tahun 2022. Secara geografis, wilayah ini berada di kawasan perbukitan yang kaya akan sumber air dan keanekaragaman hayati, dengan luas wilayah sekitar 32,0 km² yang terbagi ke dalam empat jorong: Dama Gadang, Arikia, Lubuk Sao, dan Koto Panjang. Kondisi topografinya yang bervariasi antara 100 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut menjadikan Nagari Dalko memiliki iklim sejuk, sumber air melimpah, serta bentang alam yang indah dan potensial untuk pengembangan desa wisata berbasis alam dan pertanian. Uraian analisis situasi dibuat secara komprehensif agar dapat menggambarkan secara lengkap kondisi mitra sasaran dan pemerintah baik dari segi potensi dan permasalahan. Analisis situasi dijelaskan dengan berdasarkan kondisi eksisting dari mitra/masyarakat yang akan diberdayakan, didukung dengan profil mitra sasaran dan pemerintah dengan data dan gambar yang informatif. Kondisi eksisting mitra sasaran dibuat secara lengkap hulu dan hilir sedapat mungkin dalam bentuk data terkuantifikasi.permasalahan desa dalam bentuk masalah seperti: Pendidikan, Kesehatan, Produksi (Pertanian, Peternakan, Perikanan), Ekonomi, Kesenian, Sosial-Budaya, Pariwisata, Lingkungan dan masalah kewilayahan lainnya.