Hermansyah, Kusen Dony
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal IMAJI

ANALISIS HERMENEUTIKA FILM DOKUMENTER SAMPARKOUR Hermansyah, Kusen Dony
IMAJI Vol. 15 No. 3 (2024): Ruang, Penonton, dan Wacana Sinematik
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v15i3.246

Abstract

Samparkour merupakan film observational documentary yang biasa. Daya tariknya terletak pada kesulitan menyampaikan pesan dari aksi Zico Corrêa sebagai atlet parkour. Corrêa tidak pernah gagal sekalipun saat melakukan aksinya di jalanan São Paulo, karena hal tersebut sudah menjadi kebiasaan atau rutinitasnya. Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sumber datanya adalah film Samparkouritu sendiri. Pengumpulan data menggunakan studi dokumen dan kepustakaan. Teori hermeneutika Paul Ricœur menjadi instrumen untuk analisis datanya. Merujuk dari teori Ricœur, film Samparkourbukan hanya film tentang atlet parkour yang menjelajah kota, tetapi ada aspek lain yang “dijual”. Hasil penelitian ini menggambarkan film dokumenter menggunakan gaya observational documentary dengan genre city profile dan kemasan soft-sell appeal. Penonton dimanjakan dengan gaya film (film style) yang sangat baik dengan staging permainan parkour yang bagus.
Kesalahan Pemikiran tentang Riset dalam Pembuatan Film Dokumenter Hermansyah, Kusen Dony
IMAJI Vol. 10 No. 2 (2018): Karakter dan Konsep-Konsep Psikoanalisis dalam Film
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan posisi ide dan riset dalam pembuatan film, terutama film dokumenter. Latar belakang tulisan ini adalah karena masih banyak kesalahan pemikiran tentang riset bila dihubungkan dengan ide filmnya. Metode penelitian kualitatif adalah metode yang dipilih untuk membahas permasalahan ini. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data kualitatif digunakan untuk membahas permasalahannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada kesalahan pemikiran tentang riset yang berkaitan dengan ide dalam membuat film, terutama film dokumenter.
Studi Perbandingan Wacana Film Dokumenter dengan Film Dokumentasi, Jurnalistik Televisi, dan Video Blogging Hermansyah, Kusen Dony
IMAJI Vol. 13 No. 1 (2022): Merayakan dan Dirayakan Melalui Sinema
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v13i1.67

Abstract

Dalam produksi film, peristilahan dokumenter seringkali sudah begitu saja (taken for granted) tanpa ada pengamatan lebih lanjut. Hal ini terkadang menyebabkan kegaduhan saat ada yang mempertanyakan perbedaannya dengan dokumentasi, pemberitaan di televisi atau video blogging (vlog). Bagaimanapun, produk-produk tersebut memang memiliki kemiripan dengan film dokumenter. Tulisan ini berusaha memperjelas kepada khalayak agar tidak kebingungan saat harus membedakan dokumenter dengan produk audio-visual di atas. Terkadang pembuat film kebingungan ketika diminta menjelaskan perbedaannya dengan produk audio-visual lainnya. Perbedaan pengertian ini akan diamati dari sudut pandang ilmu bahasa dan keilmuan yang mendasar dalam film terutama film dokumenter serta ilmu komunikasi. Metode penelitian yang akan digunakan dalam pengamatan ini metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Sumber datanya adalah produk-produk audio-visual yang telah disebutkan. Teknik pengumpulan datanya akan didapatkan dari studi kepustakaan dan dokumen. Sedangkan analisis datanya akan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan teori yang digunakan adalah teori film dokumenter, teori jurnalistik televisi dan teori tentang webloging. Walaupun memiliki banyak kemiripan seperti fakta sebagai objek materi dan ideologi sebuah karya, film dokumenter tetap memiliki aspek dasarnya yang tidak dimiliki produk audio visual lainnya.
Sejarah Film Dokumenter Awal Di Dunia Hermansyah, Kusen Dony
IMAJI Vol. 13 No. 3 (2022): Menuju Layar Personal sebagai Budaya Baru Menonton
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v13i3.84

Abstract

John Grierson membuat terminologi film dokumenter setelah menonton film Moana (1926) karya Robert Flaherty. Film dokumenter menurutnya adalah creative treatment of actuality atau perlakuan aktualitas secara kreatif. Secara kritis perlu dipertanyakan kebenaran bahwa film-film Flaherty adalah film dokumenter awal di dunia. Untuk menjawab hal tersebut, metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini metode sejarah. Ada tiga tahap dalam metode ini, yaitu pencarian sumber keterangan atau bukti sejarah (heuristik); penilaian atau pengujian bahan-bahan sumber dari sudut pandang nilai kenyataannya (kritisisme); dan sinthese atau penyajian yang bersifat formal dari temuan. Tahap ini meliputi penyusunan kumpulan data sejarah dan kemudian penyajiannya dalam bentuk tertulis. Teknik pengumpulan datanya akan menggunakan studi kepustakaan dan dokumen. Sedangkan analisis datanya akan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi, antropologi dan politik. Ada yang menarik bahwa pada awal film dibuat, terdapat film-film karya Brighton School, yaitu perkumpulan fotografer di Inggris yang telah membuat film dokumenter. Hanya saja film ini kemudian baru ditemukan pada kurun waktu 1970-an. Sangat mungkin film-film tersebut merupakan film-film dokumenter awal di dunia.
Analisis Hermeneutika Film Dokumenter Short Cut Hermansyah, Kusen Dony
IMAJI Vol. 15 No. 1 (2024): Arsip, Wacana Visual & Film Eksperimental
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v15i1.168

Abstract

Film Short Cut terasa biasa saja sebagai film dengan tipe observational documentary. Film ini bercerita tentang kelihaian seorang barber yang sedang memotong rambut seorang perempuan. Keunikannya adalah bahwa barber tersebut bertato dan bertindik. Metode penelitian yang akan digunakan dalam pengamatan ini metode penelitian kualitatif. Sumber datanya adalah film Short Cut yang disutradarai oleh Luigi Rizzo. Teknik pengumpulan datanya menggunakan studi kepustakaan dan dokumen dan analisis datanya menggunakan analisis hermeneutika radikal dari Jacques Derrida. Dengan teori tersebut dapat terungkap bahwa barber tersebut juga memiliki profesi lain. Film Short Cut terasa biasa saja sebagai film dengan tipe observational documentary. Film ini bercerita tentang kelihaian seorang barber yang sedang memotong rambut seorang perempuan. Keunikannya adalah bahwa barber tersebut bertato dan bertindik. Metode penelitian yang akan digunakan dalam pengamatan ini metode penelitian kualitatif. Sumber datanya adalah film Short Cut yang disutradarai oleh Luigi Rizzo. Teknik pengumpulan datanya menggunakan studi kepustakaan dan dokumen dan analisis datanya menggunakan analisis hermeneutika radikal dari Jacques Derrida. Dengan teori tersebut dapat terungkap bahwa barber tersebut juga memiliki profesi lain.