Kurikulum Merdeka diposisikan sebagai kebijakan pembaruan pendidikan nasional yang bertujuan menyesuaikan sistem pembelajaran dengan kebutuhan abad ke-21 sekaligus memulihkan capaian belajar yang menurun akibat pandemi. Melalui kebijakan ini, terjadi transformasi pendekatan pembelajaran, dari model yang menitikberatkan pada penyampaian materi menuju pembelajaran yang menekankan peran aktif dan kebutuhan belajar peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk melakukan telaah dan analisis terhadap prinsip-prinsip utama Kurikulum Merdeka yang berfungsi sebagai dasar konseptual sekaligus operasional dalam pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan melalui penelusuran dan kajian terhadap regulasi resmi pemerintah serta berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan dan dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Temuan kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka disusun berdasarkan sejumlah prinsip mendasar, antara lain penguatan karakter peserta didik, fleksibilitas dalam pelaksanaan pembelajaran, serta penekanan pada muatan pembelajaran yang bersifat esensial. Prinsip-prinsip tersebut membuka peluang otonomi yang lebih besar bagi satuan pendidikan dan pendidik dalam merancang serta mengembangkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan, karakteristik, dan potensi peserta didik. Oleh karena itu, Kurikulum Merdeka diharapkan dapat mewujudkan proses pembelajaran yang bermakna, responsif terhadap perubahan, dan berkesinambungan, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan nasional secara menyeluruh.