Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Teknik Pembuatan Pupuk Organik Majemuk pada Kelompok Kaum Bapak Jemaat GMIT Mizpa Bonen, Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang Pollo, Roddialek; Benggu, Yoke I.; Adu Tae, Anthonius S. J.; Widinugraheni, Sri; Taloim, Aristarkhus; Imanuel Nalle, Ryan Pieter
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 3 (2025): Abdira, Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i3.764

Abstract

This service activity has been carried out in the GMIT Mizpa Bonen categorical group, most of whom work as farmers and livestock breeders who are members of the dry land farmer group. The aim of this training is to provide knowledge, understanding and skills about increasing productivity through the use of livestock manure, dry land weeds and plant litter as compound organic fertilizer which has higher economic value and plays a dual role in dry land plant cultivation. The approach method for this activity is lectures and direct practice regarding the application of making compound organic fertilizer. The results achieved from this PKM activity are that the community has increased knowledge and skills in utilizing plant biomass around their living environment as organic fertilizer to support the growth and development of cultivated plants.
PENERAPAN CARA PENGOLAHAN PANGAN YANG BAIK PADA UMK ABON YUDHISTIRA KUPANG Lalel, Herianus J. D.; Rubak, Yuliana Tandi; Abidin, Zainal; Cakswindryandhani, Ni Luh Putu Ravi; Nalle, Ryan Pieter I; Pollo, Roddialek; Radja Kana, Yenny; Oematan, Shirly S.; Neranai, Yohanes Franyklino; Gandut, Yosefina R.Y
JURNAL AGRISA Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Agrisa
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/agrisa.v14i1.24358

Abstract

The Certificate of Good Manufacturing Practices (GMP) is a regulatory requirement in Indonesia to ensure the quality and safety of food and beverage products. However, many micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Kupang City have yet to obtain CPPOB certification, largely due to limited knowledge and skills in meeting the necessary requirements. This community service program aimed to assist an MSME in implementing CPPOB standards through a series of activities, including surveys, production process assessments, coordination with stakeholders, and mentoring to improve production systems. UMK Abon Yudhistira, located in Naikoten II, Kupang City, was selected as the model enterprise. The intervention focused on redesigning the production room layout to reduce the risk of cross-contamination arising from the movement of raw materials, finished products, personnel activities, and external factors. In addition, product packaging information was revised to enhance traceability in accordance with CPPOB guidelines. The program resulted in significant improvements in production practices, enabling UMK Abon Yudhistira to successfully obtain CPPOB certification from the Indonesian Food and Drug Authority. This initiative demonstrates that targeted technical assistance can effectively support MSMEs in achieving compliance with national food safety and quality standards.
Budidaya Sayuran Organik di Lahan Pekarangan pada Kelompok Masyarakat di Kelurahan Naimata dalam Upaya Menopang Ekonomi Keluarga pada Masa Pandemi Covid 19 Kapa, Max Junus; Pollo, Roddialek; Bako, Peters O.; Airtur, Moresi M.; Serangmo, Diana Y. L.; Ludji, Rika
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 15 No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v15i1.4880

Abstract

Abstract - The PKM Program for Organic Vegetable Cultivation in the Yard Land in an Effort to Support the Family Economy During the Covid 19 Pandemic was carried out in the area of ​​RT 17, RW 07, Naimata Village, Kupang City. The main targets to be achieved from this program are: (1) increasing the independence of partners in meeting household food needs; (2) mastery of hydroponic system installation techniques; (3) mastery of hydroponic system plant cultivation technology; (4) mastery of technology for making liquid organic fertilizer based on household organic waste and organic pesticides. The approach method applied in the implementation of this PKM program is the transfer of information and technology transfer through socialization and training activities. Activities carried out include: training on plant cultivation technology with hydroponic and verticulture systems, training on hydroponic equipment installation, as well as training on technology for making liquid organic fertilizers and organic pesticides. After this PKM activity took place, the level of knowledge and skills of partner group members regarding technology for cultivating organik vegetables with a hydroponic system, installation techniques for hydroponic plant cultivation equipment, techniques for making liquid organic fertilizers and organic pesticides have increased significantly. This increase in knowledge and skills is followed by an increase in the interest of partner group members to apply the technology in an effort to fulfil household food by optimally utilizing the yard. Abstrak – Program PKM Budidaya Sayuran Organik di Lahan Pekarangan Dalam Upaya Menopang Ekonomi Keluarga Pada Masa Pandemi Covid 19 dilaksanakan di wilayah RT 17, RW 07, Kelurahan Naimata, Kota Kupang. Target utama yang ingin dicapai dari program ini adalah: (1) peningkatan kemandirian mitra dalam memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga; (2) penguasaan teknik pembuatan instalasi sistem hidroponik; (3) penguasaan teknologi budidaya tanaman sistem hidroponik; (4) penguasaan teknologi pembuatan pupuk organik cair berbasis sampah organik rumah tangga dan pestisida organik. Metode pendekatan yang diterapkan dalam pelaksanaan program PKM ini adalah transfer informasi dan alih teknologi melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan yang dilakukan meliputi: pelatihan teknologi budidaya tanaman dengan sistem hidroponik dan vertikultur, pelatihan instalasi peralatan hidroponik, serta pelatihan teknologi pembuatan pupuk organik cair dan pestisida organik. Setelah kegiatan PKM ini berlangsung, tingkat pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok mitra tentang teknologi budidaya tanaman sayuran organik dengan sistem hidroponik, terknik instalasi peralatan budidaya daya tanaman hidroponik, teknik pembuatan pupuk organik cair dan pestisida organik mengalami peningkatan secara signifikan. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan ini diikuti dengan peningkatan minat anggota kelompok mitra untuk menerapkan teknologi tersebut dalam upaya pemenuhan pangan rumah tangga dengan memanfaatkan lahan pekarang secara optimal.
KARAKTER NIRA GEWANG HASIL BEDA TEKNIK PANEN DI PULAU TIMOR Lalel, Herianus J. D.; Oematan, Shirly S.; Gandut, Yosefina R. Y.; Roefaida, Effy; Pollo, Roddialek
Partner Vol 30, No 2 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i2.7500

Abstract

ABSTRAKTanaman gewang (Corypha utan Lamk) merupakan salah satu tanaman palma penghasil nira di Timor. Penelitian ini dilaksanakan untuk mempelajari karakteristik nira yang disadap dengan dua cara. Tanaman gewang dipilih secara sengaja di Kecamatan Kupang Timur. Nira gewang yang disadap dengan cara mengiris ujung tandan bunga memperlihatkan jumlah hasil panen nira yang lebih banyak, yaitu rata-rata mencapai 60,37 ± 5,82 liter per hari dengan total padatan terlarut dan kandungan gula pereduksi yang lebih tinggi, yaitu masing-masing berturut-turut 18,3 ± 0,1 oBrix dan  24,50 ± 0,6 % dibandingkan dengan nira yang diperoleh dengan cara pemangkasan pucuk tanaman, serta memiliki pH netral (6,92) dan tampilan warna maupun sifat mikrobiologis (total koloni mikroba) yang relatif tidak jauh berbeda untuk nira dari hasil kedua teknik penyadapan; sehingga disarankan bagi masyarakat petani pengrajin nira gewang untuk sebaiknya memanen nira gewang dengan cara atau teknik pengirisan ujung tandan bunga tanaman.Kata kunci: Nira gewang, Teknik penyadapan, Sifat fisiko-kimia