Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : REKA RACANA

Analisis Daya Saring Geotextile terhadap Material Konvensional (Ijuk & Goni) (Studi Kasus Drainase DPT Jl. Prabu Kian Santang, Priuk, Tangerang) Fanni Desiyanto; Ontoseno Bayuaji; Allan Restu Jaya
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 3: November 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i3.136

Abstract

ABSTRAKDinding penahan tanah merupakan bangunan struktur terbuat dari batu kali, beton, besi, dan timbunan yang didesain untuk menahan beban lateral dan digunakan sebagai pembatas lahan curam. Penggunaan material penyaring tanah dalam sistem drainase bawah tanah sebagai salah satu upaya pencegahan terjadinya pergeseran lahan pada bagian timbunan yang lebih tinggi dengan memisahkan partikel tanah yang terbawa oleh air pada proses pengaliran air hujan dari dalam tanah timbunan yang lebih tinggi ke area pembuangan. Media filtrasi tanah menggunakan geotekstil, ijuk dan kain goni. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Unis dan pengujian langsung di lokasi studi. Setelah dilakukan penelitian, endapan lumpur dalam air yang tersaring oleh geotekstil sebesar 4,653846% dengan tingkat kekeruhan 130,4NTU; oleh kain goni sebesar 9,423077% dengan nilai keruh 198,8NTU; dan oleh ijuk sebesar 11,15385% nilai kekeruhan 245,7NTU. Namun kecepatan pengendapan lumpur dalam air tanah tersaring oleh ijuk lebih besar dengan nilai 4.833mm/jam dibandingkan dengan kain goni sebesar 4.083mm/jam dan Geotekstil sebesar 2.016mm/jam. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan bisa disimpulkan bahwa penggunaan material geotextile yang dibandingkan dengan kain goni dan ijuk bisa meningkatkan kemampuan filtrasi air tanah.Kata kunci: geotextile, ijuk, kain goni, filtrasi, endapan, keruh ABSTRACTRetaining wall is a structural building made of river stone, concrete, iron, and embankment which is designed to withstand lateral loads and is used as a barrier for steep land, the use of soil filter material in this study is used in underground drainage systems as one of the prevention efforts. the occurrence of land shifts in the higher embankment by separating soil particles carried by water in the process of draining rainwater from the higher embankment soil to the disposal area. Soil filtration media in this study used geotextile, fibers and jute. This research was conducted in two places at the Unis Soil Mechanics Laboratory and direct testing at the study site. After the research, the silt in the water filtered by geotextile was 4.653846% with a turbidity level of 130.4NTU, by burlap was 9.423077% with a turbidity value of 198.8NTU, and by ijuk was 11.15385% the turbidity value. 245.7NTU. However, the rate of deposition of silt in ground water filtered by fibers is greater with a value of 4.833mm/hour compared to burlap at 4083mm/hour and Geotextiles at 2,016mm/hour. From the results of the research that has been done, it can be concluded that the use of geotextile material compared to jute and fiber can increase the ability of groundwater filtration.Keywords: geotextile, palm fibers, burlap, filtration, sediment, turbid 
Uji Eksperimental Pengaruh Konfigurasi Bilah Terhadap Performa Turbin Ventilator di Air Elia Sucie; Dwi Anung Nindito; Allan Restu Jaya
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 3: November 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i3.144

Abstract

ABSTRAKTeknologi turbin angin ventilator memiliki prinsip kerja yang hampir sama dengan turbin hidrokinetik yang berpenggerak aliran air. Density air yang lebih besar daripada angin menghasilkan power turbin yang lebih baik. Perbedaan density inilah yang menjadi alasan untuk mengembangkan turbin hidrokinetik dari turbin angin ventilator yang memiliki banyak bilah. Studi ini bertujuan untuk menguji performa turbin ventilator pada aliran air di saluran prismatik pada keadaan low head. Metode eksperimental digunakan untuk mengetahui performa turbin yang dihasilkan melalui perubahan distribusi kecepatan dan konfigurasi bilah. Hasil pengujian menghasilkan performa turbin ventilator yang beragam untuk masing-masing konfigurasi yang diamati. Penggunaan konfigurasi bilah secara penuh (lengkap) pada seluruh keliling turbin ventilator menghasilkan RPM dan torsi yang lebih tinggi daripada konfigurasi bilah 3/4 bagian maupun 1/2 bagian turbin ventilator. Gradien perubahan TSR terhadap  yang paling optimal dihasilkan oleh turbin ventilator bilah penuh.Kata kunci: distribusi kecepatan aliran, konfigurasi bilah, turbin ventilator ABSTRACTTechnology of ventilator wind turbine has similar work principle to hydrokinetic turbine with water flow driven. Water density that is bigger than wind results better turbine power. This density difference becomes the reason to develop hydrokinetic turbine from ventilator wind turbine that has many blades. This study aimed to test the performance of ventilator turbine on water flow in prismatic channel during low head condition. Experimental method was used to find out turbine performance resulted through the change of flow velocity distribution and blade configuration. The testing result obtains various ventilator turbine performance for each observed configuration. The usage of full (complete) blade configuration in all surrounding of ventilator turbine produces higher RPM and torque compared to blade of 3/4 part or 1/2 part of ventilator turbine. Gradient of TSR change towards  the most optimal one is produced by full blade ventilator turbine.Keywords: flow velocity distribution, blade configuration, ventilator turbine