Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

COST COAL PROCESSING DI STOCKPILE PORT MUARA BENGALUN PT. MITRABARA ADIPERDANA, Tbk DESA MALINAU KOTA KECAMATAN MALINAU KOTA KABUPATEN MALINAU PROVINSI KALIMANTAN UTARA Dippos Donal Ikzen Panjaitan; Lisa Virgiyanti; Yustinus Hendra Wiryanto
JURNAL TEKNIKA Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengolahan batubara secara aktual kegiatannya, membutuhkan biaya produksi sehingga di perlukannya analisis mengenai besaran biaya yang di butuhkan selama kegiatan produksi terhadap banyaknya tonase batubara yang dihasilkan serta dibandingkan dengan Plan Production Equipment Requirement Estimation (PERE). Dengan mengetahui besaran biaya yang dibutuhkan maka perusahaan dapat melakukan manajemen, kontrol, mengetahui penyebab dan upaya dalam menurunkan biaya tersebut. Pengolahan batubara yang dilakukan oleh PT. MA bertujuan untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan permintaan konsumen yang terdiri dari kegiatan in-loading dan out-loading. Pada pengolahan batubara di PT.MA terdapat beberapa aktivitas kegiatan yang menjadi parameter perhitungan biaya yaitu : cost handle, cost handle crushing, cost crushing, cost barging dan cost coal barging yang mengacu pada penetapan Plan Hour Rate pada bulan Mei serta harga fuel sebesar $ 0,62. PT MA telah melakukan perencanaan terhadap peralatan serta biaya yang akan dikeluarkan. Berdasarkan perhitungan dan perbandingan biaya pada kegiatan pengolahan batubara yaitu cost handle $ 0,22/ton, cost handle crushing $ 0,186/ton, cost crushing 0,0484/ton, cost barging $ 0,1998/ton, dan cost coal barging $ 0,051/ton terdapat beberapa biaya serta kompenen peralatan yang tidak sesuai dengan perencanaan.
INTEGRASI SIG, PEMODELAN HIDROLOGI, DAN PEMODELAN HIDRAULIKA UNTUK PENENTUAN ELEVASI MUKA AIR BANJIR Nomeritae, Nomeritae; Stephanus Alexsander; Hendro Suyanto; Yustinus Hendra Wiryanto
Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan, April 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52868/jt.v6i2.8204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan elevasi Muka Air Banjir (MAB) dalam tahap perencanaan struktur melintang sungai (misalnya jembatan) dengan mengintegrasikan Sistem Informasi Geografis (SIG), model hidrologi dan model hidraulika. SIG berperan dalam analisis Catchment Area (CA), topografi, geometri sungai, serta penentuan tipe dan kelas tanah yang digunakan sebagai input dalam model hidrologi dan hidraulika. Pengalihragaman hujan menjadi aliran dalam analisis hidrologi menggunakan HEC-HMS, sedangkan analisis profil aliran menggunakan HEC-RAS 2D. Terdapat 4 (empat) titik jembatan yang direncanakan sebagai outlet CA dalam analisis delineasi CA. Besaran puncak banjir kala ulang 50 tahun untuk masing-masing outlet jembatan 1, 2, 3, dan 4 berturut-turut adalah 91.95 m3/s, 59.98 m3/s, 10.28 m3/s, dan 6.96 m3/s. Analisis hidraulika menunjukkan bahwa meskipun tebing kiri dan kanan sekitar jembatan terluapi, elevasi MAB dengan kala ulang 50 tahun masih berada di bawah lantai jembatan yang ada.
Analisis Manajemen Penimbunan Batubara pada Area Stockpile di PT. Barito Bangun Nusantara Manissa Rahayu; Deddy Nan Setya Putra Tanggara; Yustinus Hendra Wiryanto; I Putu Putrawiyanta; Lisa Virgiyanti
JURNAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v5i1.7419

Abstract

PT. Barito Bangun Nusantara is a company engaged in coal exploration and production activities, where the production is temporarily stored in a stockpile area before being processed or distributed. Stockpile management requires attention to several important factors, such as area design and stockpiling methods, so that storage runs effectively and does not cause a decrease in coal quality. This study was conducted on old and new stockpiles with the aim of analyzing the actual stockpiling conditions and providing technical recommendations regarding the ideal stockpile capacity and configuration. The research methods included field observation, primary and secondary data collection, and descriptive quantitative analysis. The results showed that both stockpiles experienced inefficiencies due to excess capacity. The actual tonnage reached 49,191.98 tons, exceeding the planned capacity of 35,000 tons, with a stockpile height reaching 9 m. This condition caused long stacking times and the FIFO system did not operate optimally. The study recommended an ideal stockpile capacity of 30,740.61 tons, with a maximum height of 8 m. The recommended angle of repose for the old stockpile is 30°, with a capacity of 11,542.19 tons, while for the new stockpile, it's 34°, with a capacity of 19,198.42 tons. This arrangement is expected to allow for a smoother unloading process and a more ideal stockpile.