Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Jaringan Local Area Network (LAN) dengan Menggunakan Router Mikrotik pada SMA Kosgoro Rahmat Rizal
Jurnal Teknik Informatika Vol. 5 No. 2 (2019): JTI Periode Agustus 2019
Publisher : LPPM STMIK ANTAR BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51998/jti.v5i2.358

Abstract

Abstract— Wireless communication / wireless ( LAN ) has become a basic need or a new lifestyle information society. Wireless LAN is better known as Wi- Fi networks to alternative technologies and relatively easy to implement in the workplace. Installing the Wi - Fi network is more flexible because it does not require connecting cables between komputet. The access point is a device commonly used in wireless network (hotspot areas) where the user or the user is connected to the internet using the medium of air through the access point. Moreover, with this wireless -based network makes it easier for people to access the internet wherever they may be. Implementation of network installation consists of RJ-45 connectors on UTP cable, repeater configuration, the Access Point configuration, configuration MikroTik HotSpot Server. With the wireless network based on the HotSpot Scoolh SMA KOSGORO, will be easier for students to access the internet for free. In addition, wireless network configuration is not that difficult, as long as it follows the rules -making network.Intisari— Komunikasi tanpa kabel/nirkabel (wireless) telah menjadi kebutuhan dasar atau gaya hidup baru masyarakat informasi. LAN nirkabel yang lebih dikenal dengan jaringan WiFi menjadi teknologi alternatif dan relatif lebih mudah untukdiimplementasikan di lingkungan kerja. Instalasi perangkat jaringan Wi-Fi lebih fleksibel karena tidak membutuhkan penghubung kabel antar komputet. Access point merupakan perangkat yang biasa digunakan dalam jaringan wireless (Hotspot area) dimana user atau pengguna terhubung ke internet menggunakan media udara melalui perangkat access point. Selain itu, dengan jaringan berbasis wireless ini membuat masyarakat lebih mudah untuk mengakses internet dimanapun berada. Implementasi pemasangan jaringan ini terdiri dari pemasangan konektor RJ- 45 pada kabel UTP, melakukan konfigurasi repeater, konfigurasi Access Point, konfigurasi HotSpot Server MikroTik. Dengan adanya jaringan wireless berbasis HotSpot di Sekolah SMA KOSGORO, akan mempermudah mahasiswa/i untuk mengakses internet dengan gratis. Selain itu, melakukan konfigurasi jaringan wireless tidak begitu sulit, asalkan mengikuti aturan pembuatan jaringan.
Implementasi Jaringan Local Area Network (LAN) dengan Menggunakan Router Mikrotik pada SMA Kosgoro Rahmat Rizal
Jurnal Teknik Informatika Vol 5 No 2 (2019): JTI Periode Agustus 2019
Publisher : LPPM STMIK ANTAR BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51998/jti.v5i2.358

Abstract

Abstract— Wireless communication / wireless ( LAN ) has become a basic need or a new lifestyle information society. Wireless LAN is better known as Wi- Fi networks to alternative technologies and relatively easy to implement in the workplace. Installing the Wi - Fi network is more flexible because it does not require connecting cables between komputet. The access point is a device commonly used in wireless network (hotspot areas) where the user or the user is connected to the internet using the medium of air through the access point. Moreover, with this wireless -based network makes it easier for people to access the internet wherever they may be. Implementation of network installation consists of RJ-45 connectors on UTP cable, repeater configuration, the Access Point configuration, configuration MikroTik HotSpot Server. With the wireless network based on the HotSpot Scoolh SMA KOSGORO, will be easier for students to access the internet for free. In addition, wireless network configuration is not that difficult, as long as it follows the rules -making network.Intisari— Komunikasi tanpa kabel/nirkabel (wireless) telah menjadi kebutuhan dasar atau gaya hidup baru masyarakat informasi. LAN nirkabel yang lebih dikenal dengan jaringan WiFi menjadi teknologi alternatif dan relatif lebih mudah untukdiimplementasikan di lingkungan kerja. Instalasi perangkat jaringan Wi-Fi lebih fleksibel karena tidak membutuhkan penghubung kabel antar komputet. Access point merupakan perangkat yang biasa digunakan dalam jaringan wireless (Hotspot area) dimana user atau pengguna terhubung ke internet menggunakan media udara melalui perangkat access point. Selain itu, dengan jaringan berbasis wireless ini membuat masyarakat lebih mudah untuk mengakses internet dimanapun berada. Implementasi pemasangan jaringan ini terdiri dari pemasangan konektor RJ- 45 pada kabel UTP, melakukan konfigurasi repeater, konfigurasi Access Point, konfigurasi HotSpot Server MikroTik. Dengan adanya jaringan wireless berbasis HotSpot di Sekolah SMA KOSGORO, akan mempermudah mahasiswa/i untuk mengakses internet dengan gratis. Selain itu, melakukan konfigurasi jaringan wireless tidak begitu sulit, asalkan mengikuti aturan pembuatan jaringan.
DAUROH NAHWU 10 HARI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ILMU BAHASA ARAB BAGI MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA ARAB, UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Ahmad Sirfi, Ahmad Sirfi Fatoni; Irfan; Rahmat Rizal; Hadyan Hashfi MS; Mudrik Minanurrohman
Jurnal Abdi Masyarakat Pendidikan Vol. 2 No. 02 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Pendidikan
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Kampus VI Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to examine a 10-day nahwu service program to improve Arabic language skills for students majoring in Arabic Language Education at State University of Makassar. This service program was motivated by the low level of proficiency in nahwu among the majority of students majoring in Arabic Language Education. Sometimes, community service volunteers hold informal discussions related to this subject both in and outside the classroom, but it is still common to find students who do not know about this subject. The background of the type of Islamic boarding school also affects students' abilities in nahwu. The community service methods used include two stages, namely the Preparation stage and the Implementation stage. The preparation stage included several things, namely: Preparation of the community service proposal, Preparation of materials, and Preparation of training facilities and infrastructure. Meanwhile, the implementation stage included: an Initial introduction to the program and its rules, the Beginning stage of the dauroh training, the Training evaluation stage, and the Mentoring stage. Some of the results of the program included: (1) The participants were very enthusiastic in participating in the nahwu dauroh program. They all received certificates from the training activity if they met the specified criteria; (2) The use of the book Matnu al-Ajurumiyyah by Muhammad bin Muhammad bin Dawud al-Shonhaji has successfully improved the participants' knowledge of Arabic grammar. This is because the book contains material that is easy to understand, relevant, systematic, and concise; (3) After the implementation of the nahwu program, there was an improvement in the participants' abilities, from a previous average score of 77.28 to a final score of 91.71.
Implementasi E-Modul Berbasis Nearpod pada Materi Fluida Dinamis untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah dan Hasil Belajar Siswa Fauzan Aninnajib Basri; Tasya Nur Hanifah; Yunita Ayudhia Anzani; Rahmat Rizal; Dita Agustian
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i1.3750

Abstract

Rendahnya pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi masih menjadi permasalahan dalam kegiatan pembelajaran, di mana proses pembelajaran umumnya didominasi metode ceramah, penggunaan buku teks, serta asesmen konvensional yang kurang melibatkan perangkat digital. Kondisi ini menunjukkan perlunya media inovatif yang mampu meningkatkan keterlibatan dan kemampuan kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan mengkaji peningkatan keterampilan pemecahan masalah serta hasil belajar siswa setelah menggunakan E-Modul berbasis Nearpod pada topik Fluida Dinamis. Penelitian menerapkan metode kuantitatif dengan desain one-group pretest–posttest yang melibatkan 25 siswa kelas XI MIPA-2 SMA IT Ummul Quro, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh (total sampling). Instrumen berupa tes yang telah divalidasi digunakan untuk menilai dua variabel terikat, yaitu keterampilan dalam memecahkan masalah dan hasil belajar. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Wilcoxon Signed-Rank, serta perhitungan N-Gain menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 26. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada kedua variabel, terlihat dari nilai signifikansi uji Wilcoxon sebesar 0,000 dan nilai N-Gain yang termasuk kategori sedang. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa E-Modul berbasis Nearpod mampu meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan hasil belajar siswa, sehingga layak dijadikan media pembelajaran digital di tingkat sekolah menengah.
Optimalisasi pemanfaatan google form dalam penilaian hasil belajar peserta didik di SDN 4 Argasari Rahmat Rizal; Meli Marselina Ramelan
KARISMAS - JURNAL PENGABDIAN KARYA INOVASI MASYARAKAT Vol. 1 No. 1 (2024):
Publisher : Sahira Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70282/karismas.v1i1.2

Abstract

Perubahan kurikulum merdeka yang memberikan tantangan dalam menyelenggarakan pembelajaran terdiferensiasi tidak lepas dari pemanfaatan teknologi. Pengetahuan dan pengalaman guru dalam menggunakan teknologi sebagai alat evaluasi berkatagori rendah. Oleh karena itu perlu adanya pelatihan optimalisasi teknologi dalam mengevaluasi pembelajaran. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan metode presentasi, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung (learning by doing). Kegiatan ini melibatkan sembilan orang guru di SDN 4 Argasari, Kecamatan Jamanis, Kab. Tasikmalaya. Pada awal dan akhir kegiatan, guru diberikan angket untuk melihat capaian kompetensi dan kepuasan para guru. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya ketercapaian kompetensi guru dalam memanfaatkan google form sebagai alat evaluasi dengan persentase sebesar 93 %. Adapun kepuasan peserta terhadap kegiatan mencapai 96 %.