Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

EDUKASI PENYAKIT KULIT DI DESA SUNGSANG KECAMATAN SUNGSANG KABUPATEN BANYUASIN Murbiah, Murbiah
Khidmah Vol 1 No 1 (2019): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v1i1.494

Abstract

Penyakit kulit banyak dijumpai di Indonesia, hal ini disebabkan karena Indonesia beriklim tropis . Iklim tersebut yang mempermudah perkembangan bakteri, parasit maupun jamur. Penyakit yang sering muncul karena kurangnya kebersihan diri adalah berbagai penyakit kulit. Sungsang merupakan salah satu wilayah daerah pemukiman padat penduduk dan minim dengan ketersediaan air bersih. Tujuan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ni yaitu untuk meningkatkan pengetahuan masyarkat agar memahami tentang penyakit kuli dan penularan serta untuk menurunkan angka penderita penyakit kulit. Salah satu metode yang bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit kulit melalui kegiatan penyuluhan kesehatan berupa ceramah, diskusi dan tanya jawab. Yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini yaitu warga yang tinggal di Desa Sungsang Kecamatan Sungsang Kabupaten Sungsang, sehingga warga mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit kulit dan penularan. Hasil yang diharapkan diketahuinya distribusi masyarakat yang menderita penyakit kulit terutama di daerah Sungsang dan berkurangnya angka kejadian penyakit kulit, dari 20 responden yang diberikan kuesioner hasil yang didapatkan sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan didapatkan nilai rata – rata 65 dan setelah dilakukan penyuluhan kesehatan didapatkan nilai rata – rata 78. Simpulan yang didapat yaitu setelah dilaksanakan kegiatan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penyakit kulit dan menurunkan angka kejadian penderita penyakit kulit di desa Sungsang Kecamatan Sungsang Kabupaten Banyuasin.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Abortus di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang: Penelitian Puspitasari, Selly; Murbiah, Murbiah; Yuniza, Yuniza
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.412

Abstract

Pregnancy is a process that begins with the meeting of sperm cells and ovum in the ovary, called conception, until it develops into a zygote, attaches to the uterine wall, forms a placenta, and grows into a fetus until it is finally born. The normal pregnancy period lasts for 280 days (40 weeks or 9 months 7 days), calculated from the first day of the last menstruation. Abortion is one of the reproductive health problems in women of childbearing age that can cause physical and psychological problems. Factors that cause abortion include maternal age, parity (pregnancy spacing), gestational age, history of previous abortions, occupation, and maternal education level. Objective: To determine the relationship between factors and the incidence of abortion at the Muhammadiyah Hospital in Palembang. Quantitative research with a cross-sectional design with a population of 111 people with a sample of 53 respondents using a questionnaire of 9 questions. Statistical tests using the Chi-Square test. The results of the study obtained a P-value of maternal age 0.003, parity 0.003, history of abortion 0.004, gestational age 0.004, employment 0.001, education level 0.002. The six factors above the p-value <0.05, meaning that there is a relationship between maternal age, parity, history of abortion, gestational age, employment, and education level with the incidence of abortion at the Muhammadiyah Hospital in Palembang.